← Beranda
Kuliner Khas Pangandaran yang Wajib Dicoba, dari Pindang Gunung hingga Seafood
Rian AlfiantoRabu, 26 Agustus 2026 | 12.40 WIB
Pindang Gunung, kuliner khas Pangandaran. (YouTube/Rudy dan Sahabat TV)

 

JawaPos.com - Pangandaran bukan hanya soal pantai dan wisata bahari di pesisir selatan Jawa Barat juga punya ragam kuliner khas yang layak masuk daftar buruan saat berlibur. Mulai dari Pindang Gunung yang segar dan kaya rempah, seafood hasil tangkapan nelayan, hingga aneka camilan tradisional untuk oleh-oleh.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, mencicipi kuliner lokal bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal karakter Pangandaran.

Hidangan berbahan ikan dan hasil laut terasa begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir, sementara makanan dan camilan tradisional menawarkan cita rasa yang berbeda dari daerah lain di Jawa Barat.

1. Pindang Gunung, Kuliner Khas Pangandaran yang Paling Dicari

Jika harus memilih satu makanan yang paling menggambarkan kuliner Pangandaran, Pindang Gunung layak ditempatkan di urutan pertama.

Hidangan ini berupa sup ikan dengan kuah kuning yang terasa segar, gurih, sekaligus kaya rempah.

Kunyit menjadi salah satu bumbu yang memberikan warna dan aroma khas, sementara penggunaan kecombrang membuat cita rasanya semakin segar dan berbeda dari pindang di daerah lain.

Pindang Gunung biasanya menggunakan ikan yang dimasak bersama kuah berbumbu.

Perpaduan rasa gurih, asam, pedas, dan aroma rempah membuatnya cocok disantap setelah wisatawan beraktivitas di kawasan pantai.

Bagi pencinta kuliner lokal, makanan ini bukan sekadar menu pengganjal lapar, tetapi juga bagian dari identitas kuliner Pangandaran yang patut dicoba ketika berkunjung.

2. Seafood Segar, Pilihan Tepat Setelah Menikmati Pantai

Berada di kawasan pesisir membuat Pangandaran punya satu keunggulan yang sulit dilewatkan: seafood segar.

Ikan, udang, cumi, hingga kepiting dapat ditemukan dalam berbagai olahan.

Salah satu pilihan yang banyak diburu wisatawan adalah seafood bakar karena karakter bahan lautnya tetap terasa, terutama ketika menggunakan hasil tangkapan nelayan lokal.

Menikmati seafood setelah bermain di pantai juga menjadi pengalaman kuliner yang sulit dipisahkan dari perjalanan ke Pangandaran.

Wisatawan bisa memilih hidangan sesuai selera, mulai dari ikan bakar hingga aneka olahan udang dan cumi.

3. Soto Pangandaran, Sajian Berkuah yang Cocok untuk Semua Waktu

Selain Pindang Gunung, Soto Pangandaran bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencicipi makanan berkuah dengan karakter berbeda.

Soto ini memiliki kuah yang relatif ringan, mulai dari kuah bening hingga sedikit kemerahan. Isinya antara lain suwiran ayam, ketupat, dan kacang kedelai goreng.

Kacang kedelai goreng memberikan tekstur renyah sekaligus rasa gurih yang menjadi salah satu daya tariknya.

Hidangan ini cocok disantap sebagai sarapan maupun menu makan siang ketika ingin sesuatu yang hangat tetapi tidak terlalu berat.

4. Nasi Lengko Khas Pangandaran

Nama nasi lengko mungkin lebih sering dikaitkan dengan Cirebon. Namun, Pangandaran juga memiliki versi nasi lengko dengan karakter yang berbeda.

Nasi Lengko khas Pangandaran menggunakan kuah santan gurih dan tidak mengandalkan bumbu kacang seperti versi yang lebih dikenal di wilayah Cirebon.

Sajian tersebut dilengkapi tauge dan bihun sehingga menghasilkan perpaduan rasa dan tekstur yang cukup lengkap.

Perbedaan racikan inilah yang membuat nasi lengko versi Pangandaran menarik dicoba.

Wisatawan yang sudah pernah menikmati nasi lengko di daerah lain bisa menjadikannya sebagai pembanding untuk mengenali kekhasan kuliner Pangandaran.

5. Sate Galunggung

Pilihan berikutnya adalah Sate Galunggung, yang dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati olahan daging.

Sate ini bisa menggunakan daging kambing maupun sapi. Potongan daging yang empuk kemudian disajikan dengan bumbu kacang atau kecap yang memberikan perpaduan rasa manis dan gurih.

Bagi wisatawan yang datang bersama keluarga atau rombongan dengan selera makanan berbeda, sate bisa menjadi pilihan yang relatif mudah diterima banyak orang.

Oleh-Oleh Khas Pangandaran yang Bisa Dibawa Pulang

Berwisata ke Pangandaran rasanya belum lengkap jika pulang tanpa membawa makanan khas untuk keluarga di rumah.

Selain menikmati kuliner di tempat, ada sejumlah produk pangan lokal yang praktis dijadikan oleh-oleh.

1. Ikan Asin Jambal Roti

Ikan asin jambal roti merupakan salah satu oleh-oleh yang populer dari kawasan Pangandaran.

Berbeda dari anggapan bahwa ikan asin selalu tipis dan keras, jambal roti dikenal memiliki daging yang relatif tebal dan tekstur yang lebih empuk.

Produk ini cocok dibawa pulang bagi pencinta lauk berbahan ikan.

Namun, wisatawan sebaiknya memperhatikan kemasan ketika membelinya agar aroma ikan tidak mengganggu barang bawaan selama perjalanan.

2. Sale Pisang

Sale pisang menjadi pilihan lain untuk oleh-oleh karena relatif praktis dibawa dalam perjalanan.

Pisang diolah melalui proses pengeringan sehingga menghasilkan tekstur dan rasa manis yang khas. Aromanya juga menjadi bagian dari daya tarik camilan tradisional ini.

Sale pisang cocok untuk wisatawan yang mencari buah tangan dengan rasa manis dan tidak terlalu merepotkan untuk dibawa pulang.

3. Noga Kelapa

Bagi pencinta camilan tradisional, noga kelapa patut masuk daftar. Makanan manis ini dibuat dari kelapa parut dan gula.

Rasanya sederhana, tetapi justru menawarkan karakter jajanan tradisional yang mulai sulit ditemukan di tengah banyaknya makanan modern.

Noga kelapa bisa menjadi pilihan oleh-oleh untuk keluarga atau teman yang ingin mencoba camilan khas daerah.

Cara Menuju Pangandaran dari Jakarta dan Bandung

Setelah menentukan makanan yang ingin dicoba, persoalan berikutnya adalah bagaimana menuju Pangandaran.

Dari Jakarta atau Bekasi, perjalanan darat menuju Pangandaran berjarak sekitar 358 kilometer. Rute yang umum dilalui melewati Tol Cipularang, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, kemudian menuju Pangandaran.

Dengan kendaraan pribadi, perjalanan dapat memakan waktu sekitar 6–8 jam, tergantung kondisi lalu lintas, cuaca, waktu keberangkatan, dan kondisi jalan.

Sementara itu, perjalanan dari Bandung menuju Pangandaran berjarak sekitar 236 kilometer. Jalurnya dapat ditempuh melalui Tasikmalaya dan Banjar dengan estimasi waktu sekitar 6–7 jam.

Wisatawan perlu memperhitungkan kondisi jalan karena perjalanan menuju Pangandaran tidak seluruhnya berupa jalur lurus. Sejumlah ruas memiliki kelokan, tanjakan, dan turunan, terutama ketika memasuki kawasan perbukitan.

Karena itu, sebelum berangkat, pastikan kondisi kendaraan, terutama rem, ban, dan mesin, dalam keadaan prima.

Sementara bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi tetap memiliki beberapa pilihan untuk menuju Pangandaran.

Salah satunya adalah bus. Sejumlah layanan bus melayani perjalanan menuju Pangandaran, termasuk keberangkatan dari terminal-terminal besar di wilayah Jabodetabek maupun Jawa Barat.

Pilihan lainnya adalah menggunakan kereta api.

Wisatawan dari Jakarta dapat naik kereta menuju Stasiun Banjar, dengan waktu perjalanan sekitar 6–7 jam.

Dari Banjar, perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan bus, kendaraan sewaan, atau moda transportasi lain menuju Pangandaran yang membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Bagi wisatawan yang mengejar waktu, perjalanan udara juga dapat menjadi alternatif.

Terdapat penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Bandara Nusawiru Cijulang yang berada di kawasan Pangandaran, dengan durasi penerbangan sekitar 1 jam 10 menit, tergantung layanan dan jadwal penerbangan yang tersedia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah