← Beranda
10 Kuliner Legendaris Solo yang Bikin Kangen, Dari Nasi Liwet hingga Dawet Segar!
Sukma AyuSabtu, 2 Mei 2026 | 13.33 WIB
Ilustrasi 10 kuliner legendaris Solo (YouTube 10 best id)

JawaPos.com - Kota Solo selalu memiliki cara unik untuk membuat siapa pun jatuh hati, terutama lewat kekayaan kulinernya. Suasananya yang tenang berpadu dengan cita rasa makanan yang autentik menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan.

Dilansir dari laman YouTube 10 Best Id, Solo menyimpan banyak kuliner legendaris yang telah bertahan lintas generasi. Beberapa di antaranya bahkan sudah ada sejak zaman kolonial dan tetap mempertahankan cita rasa aslinya hingga kini.

Tidak hanya soal rasa, setiap hidangan juga memiliki cerita dan filosofi tersendiri. Oleh karena itu, menjelajahi kuliner Solo bukan sekadar makan, tetapi juga memahami budaya yang melekat di dalamnya.

Baca Juga: Lapar Tengah Malam di Jakarta Selatan? 7 Kuliner Malam Legendaris Ini Siap Menghangatkan Perut Anda

1. Nasi Liwet Wongso Lemu

Nasi liwet menjadi ikon kuliner malam di Solo yang tidak boleh dilewatkan. Berlokasi di kawasan Keprabon, tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1950-an dan selalu ramai pengunjung.

Nasinya dimasak dengan santan, kaldu ayam kampung, serta rempah seperti daun salam dan serai. Disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam, telur pindang, serta siraman areh yang kental dan gurih, menjadikannya hidangan yang sangat khas.

2. Soto Gading

Warung sederhana ini dikenal sebagai langganan para tokoh penting Indonesia. Soto khas Solo di sini memiliki kuah bening yang ringan namun kaya rasa.

Kaldu ayam dimasak perlahan sehingga menghasilkan rasa yang dalam. Disajikan dengan berbagai lauk pendamping seperti sate paru, telur puyuh, dan perkedel, menambah kenikmatan saat disantap.

3. Cabuk Rambak Pasar Gede

Kuliner tradisional ini tergolong langka dan sulit ditemukan. Terdiri dari irisan ketupat tipis yang disiram saus wijen dan kelapa, lalu ditambah kerupuk karak.

Rasanya gurih dengan sedikit sentuhan pedas dan aroma smokey dari wijen sangrai. Cara makannya pun unik, menggunakan lidi tanpa sendok.

4. Selat Solo Vien’s

Hidangan ini merupakan adaptasi dari bistik ala Eropa yang disesuaikan dengan lidah Jawa. Daging dimasak hingga empuk dengan kuah manis gurih.

Disajikan bersama sayuran rebus, kentang goreng, telur, dan saus mustard. Perpaduan rasa manis, gurih, dan segar menciptakan sensasi yang seimbang.

5. Tengkleng Bu Edi

Kuliner legendaris yang berlokasi di dekat Pasar Klewer ini selalu dipenuhi antrean. Tengkleng merupakan olahan tulang kambing dengan sedikit daging yang dimasak dalam kuah rempah.

Kuahnya ringan namun kaya rasa, dengan sentuhan pedas yang menggugah selera. Sensasi makan langsung dari tulangnya menjadi pengalaman tersendiri.

6. Timlo Sastro

Timlo adalah sup khas Solo yang cocok dinikmati kapan saja. Kuahnya bening dan ringan, namun memiliki cita rasa yang hangat dan menenangkan.

Isiannya beragam, mulai dari sosis Solo, telur, hingga ati ampela. Kombinasi tersebut membuat hidangan ini terasa lengkap dan mengenyangkan.

7. Gudeg Ceker Margoyudan

Berbeda dengan gudeg Jogja, gudeg Solo cenderung lebih gurih dengan kuah yang melimpah. Di tempat ini, ceker ayam menjadi menu andalan.

Ceker dimasak hingga sangat empuk sehingga mudah lepas dari tulangnya. Rasanya gurih manis dengan tekstur yang lembut dan kaya kolagen.

8. Serabi Notosuman

Jajanan tradisional ini tetap mempertahankan cara memasak menggunakan tungku arang. Hal ini memberikan aroma khas yang sulit ditiru.

Teksturnya unik, bagian pinggir renyah sementara bagian tengahnya lembut. Varian rasa original dan cokelat menjadi favorit banyak orang.

9. Dawet Telasih Bu Dermi

Minuman segar ini sangat cocok dinikmati saat siang hari. Isinya cukup lengkap, mulai dari cendol, bubur sumsum, ketan hitam, hingga biji selasih.

Dipadukan dengan santan dan gula merah cair, rasanya manis, segar, dan tidak berlebihan. Sensasi dinginnya mampu menyegarkan tubuh.

10. Gempol Pleret

Minuman tradisional ini terdiri dari gempol yang gurih dan pleret yang manis. Keduanya dibuat dari tepung beras dengan tekstur kenyal.

Disajikan dengan kuah santan dan gula aren, menciptakan perpaduan rasa sederhana namun autentik. Sangat cocok sebagai penutup kuliner.

Kuliner Solo bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang warisan budaya yang terus hidup hingga kini. Setiap hidangan membawa cerita panjang yang memperkaya pengalaman kuliner Anda.

Dengan beragam pilihan tersebut, tidak heran jika Solo selalu dirindukan oleh para pencinta makanan. Jadi, pastikan Anda memasukkan daftar ini dalam perjalanan berikutnya ke kota Bengawan.

Baca Juga: Malam Tak Pernah Sepi: 10 Kuliner Legendaris Bandung yang Wajib Anda Cicipi Saat Lapar Melanda

EDITOR: Candra Mega Sari