JawaPos.com - Kalau ke Yogyakarta pasti bakal ingat dengan angkringan, tempat sederhana yang justru jadi pusat kehidupan malam, dari mahasiswa sampai seniman lokal.
Menunya yang khas, yaitu nasi kucing, kopi jos, dan obrolan panjang jadi kombinasi wajib yang bikin banyak angkringan hidup 24 jam tanpa henti. Bahkan beberapa tempat dikenal sebagai titik kumpul komunitas kreatif hingga dini hari.
Berikut 7 angkringan nasi kucing di Yogyakarta yang buka 24 jam dan populer jadi tempat nongkrong santai.
1. Angkringan Item
Angkringan ini termasuk yang paling sering direkomendasikan buat begadang. Lokasinya dekat kawasan kampus seni, jadi tak heran kalau banyak mahasiswa, musisi, hingga seniman visual berkumpul di sini. Suasananya santai, dengan konsep angkringan tradisional tapi tetap nyaman untuk nongkrong lama.
Baca Juga: AS Buka Opsi Serang Kembali Iran Jika Kesepakatan Gagal
Menu di sini cukup lengkap, mulai dari nasi kucing dengan berbagai lauk hingga minuman hangat khas angkringan. Karena buka 24 jam, tempat ini sering jadi “basecamp” diskusi ide kreatif sampai subuh.
Alamat: Jalan Jogoripon, Glondong, Panggungharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
2. Angkringan Pocinangun
Kalau cari angkringan yang benar-benar hidup sepanjang hari, Pocinangun wajib masuk list. Tempatnya sederhana di teras rumah, tapi justru di situlah daya tariknya. Suasana jadi terasa hangat, akrab, dan terasa seperti ruang publik terbuka.
Pilihan lauknya banyak, dari sate-satean sampai mi instan berbagai rasa. Banyak pelanggan datang bukan cuma untuk makan, tapi juga ngobrol santai bahkan berdiskusi soal karya dan kehidupan.
Alamat: Jalan Rejowinangun No.314, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta
3. Angkringan Jaman Edan
Berada tak jauh dari kawasan Tugu Jogja, angkringan ini dikenal sebagai spot nongkrong lintas kalangan mulai dari driver ojek online sampai wisatawan dan pekerja kreatif.
Konsepnya lebih modern dibanding angkringan tradisional, tapi tetap mempertahankan menu khas seperti nasi kucing, sate usus, hingga baceman. Karena buka 24 jam, tempat ini hampir tak pernah sepi, terutama malam hari.
Alamat: Jalan Margo Utomo No.30, Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta
4. Angkringan Pak OKE
Angkringan ini punya area yang lebih luas dibanding kebanyakan angkringan lain, lengkap dengan tempat duduk lesehan dan meja kursi. Sering jadi titik kumpul komunitas motor, mahasiswa, hingga seniman jalanan.
Baca Juga: AS Buka Opsi Serang Kembali Iran Jika Kesepakatan Gagal
Menu nasi kucing di sini variatif, mulai dari sambal teri sampai oseng tempe, dengan harga yang tetap ramah kantong. Karena buka hingga larut bahkan cenderung 24 jam, suasananya selalu hidup.
5. Angkringan Taizu
Berada di kawasan Malioboro, angkringan ini punya vibe yang sedikit berbeda karena membawa nuansa yang lebih modern dan sering ada live music. Cocok buat kamu yang ingin merasakan angkringan dengan sentuhan hiburan.
Meski lebih “premium”, tetap tersedia nasi kucing dan menu khas lainnya. Lokasinya strategis membuat tempat ini sering jadi titik kumpul wisatawan dan pelaku seni jalanan.
Alamat: Jalan Pasar Kembang, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta
6. Angkor Uri - Angkringan Korea
Kalau ingin pengalaman berbeda, angkringan ini menawarkan konsep unik perpaduan angkringan dan kuliner Korea. Meski konsepnya modern, tetap ada menu nasi kucing yang jadi andalan.
Tempat ini sering jadi pilihan anak muda kreatif yang ingin nongkrong dengan suasana berbeda. Perpaduan budaya membuat obrolan di sini terasa lebih variatif dan seru.
Alamat: Jl. Ahmad Wahid, Palem, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta
7. Angkringan Pusat Kota (sekitar Tugu Jogja area)
Kawasan Tugu Jogja dikenal sebagai “jantung” angkringan malam. Banyak angkringan di area ini yang buka 24 jam dan jadi tempat berkumpul seniman, fotografer, hingga komunitas jalanan.
Di sini, kamu bisa menemukan suasana Jogja yang paling otentik: duduk lesehan, minum kopi, dan ngobrol sampai pagi. Nasi kucing jadi menu wajib yang menemani obrolan panjang tanpa batas.
Alamat: Sekitar Jalan Margo Utomo dan kawasan Tugu Pal Putih, Kota Yogyakarta
Penutup
Angkringan di Yogyakarta bukan sekadar tempat makan murah, tapi juga ruang sosial yang hidup mulai dari tempat ide lahir, karya didiskusikan, dan pertemanan terbentuk.
Dengan banyaknya pilihan yang buka 24 jam, kamu bisa datang kapan saja dan tetap merasakan atmosfer khas Jogja yang hangat dan egaliter.