← Beranda
8 Kuliner Khas Makassar yang Wajib Masuk Bucket List Wisatawan Saat Liburan ke Sulawesi Selatan
Leni Setya WatiSabtu, 7 Maret 2026 | 00.01 WIB
Ilustrasi kuliner khas Makassar (Freepik/Dewi Ambarwati)

 

 

JawaPos.com - Kalau berbicara tentang wisata ke Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, banyak orang langsung membayangkan keindahan Pantai Losari atau kemegahan Benteng Rotterdam.

Namun bagi pecinta kuliner, kota ini sebenarnya adalah surga makanan yang tidak boleh dilewatkan.

Makassar dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia. Ragam hidangannya terkenal dengan cita rasa yang kuat, kaya rempah, dan porsi yang mengenyangkan.

Mulai dari makanan berkuah gurih, hidangan berbumbu kacang yang kental, sampai jajanan manis yang menyegarkan, semuanya bisa ditemukan dengan mudah di kota ini.

Tidak heran jika banyak wisatawan rela datang jauh-jauh hanya untuk mencicipi berbagai kuliner khasnya. Setiap makanan punya karakter rasa yang khas dan sulit dilupakan.

Jika kamu sedang merencanakan liburan ke Makassar, pastikan untuk mencicipi berbagai hidangan legendaris berikut ini.

Dilansir dari YouTube 10 BEST ID, berikut 8 kuliner khas Makassar yang wajib masuk bucket list kamu.

1. Coto Makassar

Belum lengkap rasanya berkunjung ke Makassar tanpa mencicipi Coto Makassar. Hidangan ini bisa dibilang sebagai ikon kuliner paling terkenal dari kota ini.

Berbeda dengan soto dari daerah Jawa yang biasanya berkuah bening atau menggunakan santan ringan, kuah coto Makassar berwarna gelap dan memiliki tekstur kental.

Rahasia kelezatannya terletak pada penggunaan kacang tanah yang disangrai lalu dihaluskan, serta air cucian beras yang membuat kuahnya semakin kaya rasa.

Menurut banyak cerita kuliner, bumbu coto Makassar bahkan menggunakan puluhan jenis rempah, sehingga aromanya sangat kuat dan menggugah selera.

Isiannya pun cukup beragam. Kamu bisa memilih daging sapi murni atau campuran jeroan seperti paru goreng, babat, hati, hingga otak.

Coto Makassar biasanya disajikan bersama burasa, yaitu lontong khas Bugis-Makassar yang dimasak dengan santan. Tambahan perasan jeruk nipis dan sambal tauco membuat rasanya semakin sempurna.

2. Pallubasa

Sekilas, tampilan pallubasa memang mirip dengan coto Makassar. Namun jika dicicipi, rasanya sangat berbeda.

Jika coto mengandalkan kacang tanah sebagai bahan utama kuahnya, pallubasa menggunakan kelapa parut yang disangrai hingga kecokelatan. Inilah yang memberikan rasa gurih khas dan tekstur sedikit berpasir pada kuahnya.

Daging sapi yang digunakan dimasak dalam waktu lama hingga benar-benar empuk.

Cara makan pallubasa yang paling autentik biasanya dengan tambahan “alas”, yaitu kuning telur mentah yang dimasukkan langsung ke dalam kuah panas.

Telur tersebut akan setengah matang dan memberikan sensasi creamy yang membuat rasanya semakin kaya. Pallubasa paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat.

3. Sop Konro dan Konro Bakar

Bagi pecinta daging, konro adalah hidangan yang wajib dicoba saat berada di Makassar.

Konro dibuat dari iga sapi berukuran besar dengan daging yang tebal dan empuk. Ada dua jenis olahan konro yang populer, yaitu sop konro dan konro bakar.

Sop konro memiliki kuah berwarna hitam pekat yang berasal dari buah kluwek, mirip dengan rawon dari Jawa Timur. Namun bumbunya lebih tajam dan kaya rempah.

Sementara itu, konro bakar dibuat dari iga sapi yang telah direbus hingga empuk, kemudian dibakar di atas arang. Proses pembakaran ini menghasilkan aroma smokey yang menggoda.

Konro bakar biasanya disajikan dengan saus kacang yang gurih, manis, dan sedikit pedas. Dagingnya sangat empuk hingga bisa terlepas dari tulang hanya dengan sendok.

4. Mie Titi

Jika ingin mencoba hidangan mie khas Makassar, kamu wajib mencicipi mie titi.

Mie titi sebenarnya terinspirasi dari hidangan Chinese food yang kemudian beradaptasi dengan selera lokal. Tampilannya mirip dengan ifumi, yaitu mie goreng kering yang disiram dengan kuah kental.

Namun mie yang digunakan dalam mie titi biasanya lebih tipis dan sangat renyah.

Saat disajikan, mie kering akan disiram dengan kuah panas yang berisi campuran ayam, udang, bakso, telur, hati ayam, serta sayuran seperti sawi hijau.

Agar rasanya semakin segar, mie titi biasanya dinikmati dengan tambahan jeruk nipis, kecap, dan sambal khas Makassar.

Perpaduan tekstur mie yang garing dan kuah kental membuat hidangan ini sangat cocok disantap saat malam hari atau ketika cuaca sedang hujan.

5. Kapurung

Nama kapurung mungkin belum terlalu familiar bagi sebagian orang di luar Sulawesi. Namun bagi masyarakat setempat, hidangan ini termasuk makanan tradisional yang cukup populer.

Kapurung berasal dari daerah Palopo dan Luwu, tetapi kini mudah ditemukan di berbagai tempat di Makassar.

Makanan ini berbahan dasar sagu yang dibentuk menjadi bola-bola kecil. Teksturnya mirip papeda, tetapi lebih padat karena dibentuk seperti bakso.

Bola sagu tersebut kemudian disajikan dengan kuah kaldu ikan atau ayam yang memiliki rasa asam, pedas, dan gurih.

Isiannya juga cukup sehat, biasanya terdiri dari ikan bakar seperti bandeng atau cakalang, sayuran hijau, kacang panjang, dan irisan jantung pisang.

Perpaduan tekstur kenyal dari sagu dan kuah segar membuat kapurung terasa unik dan menyegarkan.

6. Jalangkote

Jika sedang mencari camilan khas Makassar, jalangkote adalah pilihan yang tepat.
Sekilas bentuknya memang mirip dengan pastel yang populer di Jawa. Namun kulit jalangkote biasanya lebih tipis, renyah, dan bergelembung.

Isiannya terdiri dari tumisan wortel, kentang, tauge, soun, dan potongan telur rebus.

Yang membuat jalangkote semakin istimewa adalah sambalnya. Berbeda dengan pastel yang biasanya dimakan dengan cabai rawit atau saus kacang, jalangkote disajikan dengan saus cuka pedas manis yang segar.

Perpaduan rasa renyah dan sambal asam pedas membuat camilan ini sangat sulit ditolak.

7. Pisang Epe

Jika kamu berkunjung ke Pantai Losari pada malam hari, hampir pasti akan menemukan penjual pisang epe.

Dalam bahasa Makassar, “epe” berarti dipipihkan. Pisang yang digunakan biasanya pisang kepok setengah matang agar teksturnya tetap padat saat dibakar.

Pisang tersebut kemudian dipanggang di atas arang lalu dipipihkan menggunakan alat penjepit khusus.

Setelah matang, pisang disiram dengan gula merah cair yang harum. Kini variasi toppingnya semakin beragam, mulai dari saus durian, cokelat, hingga taburan keju.

Rasanya manis, hangat, dan sangat cocok dinikmati sambil menikmati angin laut di malam hari.

8. Es Pisang Ijo

Sebagai penutup wisata kuliner di Makassar, jangan lewatkan es pisang ijo.

Hidangan penutup ini sangat populer karena rasanya manis dan menyegarkan, cocok untuk cuaca Makassar yang cukup panas.

Es pisang ijo dibuat dari pisang raja yang dibungkus adonan berwarna hijau dari campuran daun pandan dan daun suji.

Pisang tersebut dipotong-potong lalu disajikan dengan es serut, bubur sumsum, santan, dan sirup merah khas Makassar.

Sirup yang sering digunakan adalah sirup pisang ambon lokal yang memiliki aroma khas.

Jika ingin variasi lain, kamu juga bisa mencoba es palu butung, yaitu versi pisang ijo tanpa balutan adonan hijau.

Makassar memang memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Dari hidangan berat seperti coto Makassar dan konro, hingga camilan dan dessert seperti pisang epe dan es pisang ijo, semuanya menawarkan cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Tidak berlebihan jika banyak orang mengatakan bahwa wisata ke Makassar belum lengkap tanpa mencicipi kulinernya.

Jadi, jika suatu saat kamu berlibur ke Sulawesi Selatan, jangan lupa memasukkan delapan kuliner khas Makassar ini ke dalam daftar wajib coba.

 
 
EDITOR: Novia Tri Astuti