← Beranda
Jarang Disadari, 8 Kuliner Favorit Indonesia Ini Ternyata Adaptasi dari Belanda
Novia HerawatiSabtu, 6 September 2025 | 15.25 WIB
Ilustrasi masakan semur. (Tangkapan layar kanal YouTube Ceceromed Kitchen)

JawaPos.com - Indonesia menyimpan jejak sejarah melalui kulinernya. Banyak hidangan khas ternyata hasil adaptasi masakan penjajah Belanda. Proses akulturasi itu melahirkan sajian populer yang masih dinikmati hingga kini.

Beberapa kuliner Indonesia hasil adaptasi penjajah bahkan begitu lekat dalam keseharian masyarakat. Dari menu sederhana hingga hidangan istimewa, semua memperkaya khazanah kuliner Nusantara.

Apa saja kah itu? berikut kuliner Indonesia hasil adaptasi penjajah Belanda:

1. Semur

Semur berasal dari bahasa Belanda yakni smoor atau smoren, yang berarti merebus. Resep orisinal Belanda mengolah daging dengan tomat dan bawang, kemudian direbus lama.

Di Indonesia, semur berkembang dengan penambahan bumbu khas Nusantara seperti pala, ketumbar, kayu manis, dan tentu saja kecap manis serta rempah lainnya. Hasilnya, cita rasa manis dan gurih yang mendalam ada dalam masakan ini. 

2. Perkedel

Berakar dari makanan Belanda bernama frikadeller atau frikadel, perkedel diadaptasi di Indonesia dengan menggunakan kentang sebagai pengganti daging karena lebih murah. 
Olahannya serupa dengan cara menghaluskan kentang, bentuk bulat, balur telur, lalu digoreng. 

3. Kroket

Kroket merupakan adaptasi dari croquette Belanda. Awalnya diisi daging cincang berbalut tepung panir, namun versi Indonesia sering menggunakan ragout dengan berbagai isi seperti sayuran dan digemari sebagai camilan sore hari. 

4. Lapis Legit

Versi lokal dari spekkoek Belanda. Kue lapis legit terkenal karena lapisan adonan yang tipis dan kaya rempah (cengkeh, kayu manis, pala). Teksturnya lembut, rasanya manis rempah, menjadikannya ikon saat perayaan Lebaran dan pertemuan keluarga. 

5. Kue Cubit

Makanan ini terinspirasi dari poffertjes Belanda, kue kecil bulat. Kue cubit lebih dikenal di Indonesia dengan berbagai bentuk kreatif dan topping seperti meses atau keju. 

6. Selat Solo

Sajian yang terinspirasi dari biefstuk Belanda alias steak. Selat Solo hadir dengan sentuhan lokal yang menyajikan daging empuk dengan saus mustard, kentang, sayur blansir, dan sentuhan manis.

Hidangan ini menjadi contoh harmonisasi kuliner kerajaan Jawa dan kentalnya pengaruh Belanda. 

7. Kaasstengels (Kastengel) dan Nastar

Kastengel berasal dari bahasa Belanda “kaas” (keju) dan “stengel” (batangan), adalah kue kering keju yang biasanya hadir saat Lebaran. 

Sementara Nastar diadaptasi dari annanas taart (tart nanas). Di Indonesia, selai nanas menjadi isi khas nastar, tampil nyaman sebagai camilan khas Lebaran. 

8. Sup Brenebon

Sup kacang merah ini berasal dari bruine bonensoep (sup kacang cokelat) Belanda. Di Indonesia nama dan tampilannya disesuaikan menjadi sup bening yang populer di kalangan masyarakat.

Itulah beberapa makanan yang diadaptasi dari penjajah. Secara keseluruhan, kuliner hasil adaptasi di atas tentunya menyimpan cerita sejarah Indonesia. 

Daftar kuliner ini menjadi bukti nyata bahwa penjajahan tak hanya membawa tekanan politik, tetapi juga meninggalkan warisan budaya yang masih dinikmati hingga kini. 

EDITOR: Edy Pramana