← Beranda
Tempat Makan yang Wajib Dikunjungi di Pacet, Mojokerto, Dijamin Enak Anti Gagal
Intan PuspitasariSelasa, 24 Juni 2025 | 23.01 WIB
Tempat Makan yang Wajib Dikunjungi di Pacet, Mojokerto, Dijamin Enak Anti Gagal (Tangkapan Layar Tiktok/bakmiekampoengpacet)

JawaPos.com - Pacet, sebuah kawasan sejuk di Mojokerto yang terkenal dengan keindahan alamnya, ternyata juga menyimpan banyak surga kuliner yang menggoda lidah.

Tidak hanya menawarkan udara yang menyegarkan dan panorama alam yang memukau, Pacet juga punya deretan tempat makan unik dan enak yang cocok untuk kamu jadikan destinasi wisata kuliner saat liburan.

Nah, berikut ini beberapa rekomendasi tempat makan di Pacet yang anti gagal, berdasarkan review jujur dari para konten kreator kuliner lokal.

Dijamin bikin penasaran dan langsung ingin meluncur!

1. Bakmie Kampoeng: Nikmatnya Bakmi Plus View Sungai dan Hutan

Baca Juga: Pesan Akhir Juni 2025 Zodiak Libra: Ada Ujian Kecil, Tapi Rezeki Emosional Masih Terbuka

Kalau kamu suka jelajah kuliner lewat media sosial, pasti sudah tak asing lagi dengan Bakmie Kampoeng.

Tempat ini sering banget viral dan wara-wiri di feed Instagram para foodies. Salah satunya adalah dari akun @freyadoyanjajan yang menyebutkan bahwa bakmi di sini memang enak banget dan view-nya syahdu maksimal.

Bayangkan makan bakmi hangat sambil ditemani pemandangan sungai yang jernih dan hutan yang rimbun, pasti bikin betah! Harga menunya juga sangat terjangkau, mulai dari Rp12.000-an saja. Tak heran jika tempat ini selalu ramai pengunjung.

Dengan kombinasi rasa yang mantap, harga bersahabat, dan suasana yang menenangkan, Bakmie Kampoeng layak disebut sebagai salah satu kuliner wajib coba di Pacet.

Baca Juga: Gagal di Tahap I dan II SPMB Jatim 2025, Masih Ada Kesempatan di Tahap III dan IV, Ini Jadwal dan Syaratnya

2. Warung PKK Cembor, Pacet: Hidden Gem dengan Sajian Iga Bakar dan Rawon

Buat kamu yang suka mencari tempat makan tersembunyi dengan cita rasa luar biasa, Warung PKK, di Cembor Pacet wajib masuk daftar. Menurut akun @ngontenkuliner, tempat ini adalah salah satu hidden gem terbaik di kawasan ini.

Tidak hanya menyajikan makanan yang enak dan ramah di kantong, warung ini juga menawarkan pemandangan yang luar biasa, yaitu langsung menghadap ke Gunung Penanggungan.

Dua menu andalan yang paling banyak direkomendasikan adalah nasi iga bakar dan nasi rawon. Cocok untuk kamu yang ingin menikmati kuliner khas Indonesia sambil bersantai dalam suasana alam yang tenang dan adem.

3. Pasar Keramat: Sensasi Kuliner Tradisional di Tengah Hutan Bambu

Ingin pengalaman makan yang benar-benar berbeda? Kamu harus coba datang ke Pasar Keramat. Meski namanya terdengar mistis, tempat ini justru menghadirkan suasana yang sangat menyenangkan dan unik.

Terletak di Kramatjetak, Dusun Ping Boto, Warugunung, Kecamatan Pacet, pasar ini hanya buka setiap Minggu Wage dan Kliwon mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Yang membuat Pasar Keramat istimewa adalah sistem pembayarannya. Di sini, pengunjung harus menukarkan uang dengan Gobog, koin bambu yang berlaku sebagai alat tukar. Satu Gobog bernilai Rp2.000.

Menurut akun @sebelum_kenyang, semua makanan di sini adalah jajanan tradisional dan dikemas dengan daun, bukan plastik, konsep yang sangat ramah lingkungan!

Berjalan-jalan di tengah hutan bambu sambil mencicipi aneka kuliner khas nusantara tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Cocok untuk keluarga maupun pecinta kuliner yang mencari suasana berbeda.

Pacet bukan hanya destinasi wisata alam, tapi juga surga bagi para penikmat kuliner. Mulai dari sajian bakmi dengan view menenangkan, warung tersembunyi dengan masakan autentik, hingga pasar tradisional yang mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal, semuanya menawarkan pengalaman makan yang tidak biasa.

Jadi, kalau kamu sedang merencanakan liburan atau sekadar ingin kabur sejenak dari hiruk-pikuk kota, jangan lupa mampir ke deretan tempat makan di Pacet yang anti gagal ini.

Siapkan perut kosong dan hati yang bahagia, karena kamu akan disambut dengan rasa, suasana, dan kenangan yang sulit dilupakan.

EDITOR: Hanny Suwindari