← Beranda
Terdampak Karhutla, Kalimantan Selatan Catat Kasus ISPA Tertinggi hingga 73.392 Kasus
Tazkia Royyan Hikmatiar• Rabu, 14 Oktober 2026 | 00.34 WIB
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (Dok Kemenhut)

 

JawaPos.com - Kalimantan Selatan mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terbanyak sebagai salah satu wilayah paling terdampak kebakaran hutan lahan (karhutla) yang terjadi belakangan. 

Berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga 12 Oktober 2026, sebanyak 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di enam provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari jumlah tersebut, sebanyak 62.400 kasus dialami anak berusia 0–5 tahun.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 12 Oktober 2026 itu mencakup 63 kabupaten/kota di enam provinsi. Pada tanggal yang sama, tercatat 4.486 kasus ISPA baru di wilayah terdampak karhutla.

Berdasarkan data tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan mencatat jumlah kasus ISPA tertinggi dengan 73.392 kasus.

Baca Juga: KPK Sita Land Cruiser Milik Tangan Kanan Nusron Wahid, Diduga Dipakai Kumpulkan Uang

"Disusul Sumatera Selatan sebanyak 72.335 kasus dan Kalimantan Barat sebanyak 52.201 kasus," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (13/10).

Selanjutnya, terdapat 31.285 kasus di Riau, 24.101 kasus di Kalimantan Tengah, serta 23.761 kasus di Kalimantan Timur.

Distribusi kasus menurut kelompok usia menunjukkan bahwa anak-anak berusia di atas lima tahun mendominasi laporan ISPA di seluruh enam provinsi yang ditampilkan dalam grafik. 

Di Kalimantan Selatan, misalnya, tercatat 56.404 kasus pada kelompok usia di atas lima tahun dan 16.988 kasus pada anak berusia di bawah lima tahun.

Pola serupa terlihat di Sumatera Selatan dengan 55.766 kasus pada kelompok usia di atas lima tahun dan 16.569 kasus pada anak di bawah lima tahun. Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat 41.276 kasus pada kelompok usia di atas lima tahun dan 10.925 kasus pada anak di bawah lima tahun.

Selain ISPA, Kemenkes mencatat sejumlah penyakit lain yang dilaporkan di wilayah terdampak karhutla. Penyakit tersebut meliputi pneumonia, diare akut, penyakit kulit, sakit mata, influenza-like illness (ILI), heat stroke, dan keracunan pangan.

Untuk pneumonia, Kalimantan Selatan mencatat 1.229 kasus, tertinggi dibandingkan wilayah lain dalam grafik. Sumatera Selatan berada di urutan berikutnya dengan 678 kasus, disusul Riau sebanyak 406 kasus.

Baca Juga: 277.075 Kasus ISPA Terdeteksi di 6 Wilayah Terdampak Karhutla, 62.400 Kasus Dialami Usia 0-5 Tahun

Sementara itu, kasus diare akut terbanyak tercatat di Kalimantan Barat dengan 3.894 kasus, diikuti Kalimantan Tengah sebanyak 1.415 kasus. Untuk penyakit kulit berupa gatal-gatal dan kudis, Riau mencatat 667 kasus, sedangkan Sumatera Selatan melaporkan 224 kasus.

Data tersebut menunjukkan bahwa dampak kesehatan yang dilaporkan di wilayah terdampak karhutla tidak hanya berupa gangguan pernapasan. Berbagai penyakit lain juga tercatat dengan jumlah yang berbeda-beda di setiap provinsi.

EDITOR: Sabik Aji Taufan