← Beranda
Kenali Influenza Tipe A, Kerap Terjadi Saat Peralihan Musim dan Kualitas Udara yang Buruk
Shania Vivi Armylia Putri• Senin, 21 September 2026 | 18.31 WIB
Ilustrasi memakai masker. (Magnific)

 

 

JawaPos.com - Influenza merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Meskipun kerap dianggap sebagai penyakit ringan, influenza tetap perlu diwaspadai karena dapat menyerang kelompok rentan

Kelompok rentan yang dimaksud seperti ibu hamil, anak-anak di bawah usia 59 bulan (5 tahun), lansia berusia 65 tahun ke atas, orang dengan dengan penyakit kronis seperti HIV/AIDS, asma, penyakit jantung, paru-paru, dan diabetes, serta orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus, termasuk tenaga kesehatan yang juga perlu mendapat perhatian.

Influenza memiliki beberapa tipe seperti A, B, C, dan D. Sementara itu, di Indonesia kasus influenza yang paling sering ditemukan adalah influenza tipe A.   

Menurut laporan dari jawapos Influenza tipe A cenderung mengalami peningkatan menjelang akhir tahun. Faktor lain yang turut mempengaruhi kondisi tersebut adalah perubahan lingkungan akibat erupsi gunung berapi, karhutla, merta musim kemarau panjang yang dapat menyebabkan penurunan kualitas udara. 

Gejala influenza umumnya muncul secara tiba-tiba, seperti demam, batuk (umumnya batuk kering), sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, serta hidung berair. Batuk juga dapat menjadi berat dan kadang dapat terjadi dua minggu atau lebih.

Kemudian, menurut informasi dari laman kemkes.go.id yang dikutip pada (21/9) pengobatan influenza tipe A ini dapat dilakukan dengan beristirahat yang cukup,minum paracetamol atau penurun demam, penggunaan obat antiviral, serta memenuhi asupan cairan tubuh.     

Sementara itu, untuk mengurangi risiko penularannya diperlukan sejumlah langkah-langkah pencegahan. Beberapa kebiasaan berikut dapat diterapkan untuk membantu mencegah penularan influenza tipe A. 

Kenali langkah pencegahan influenza tipe A dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) 

PHBS dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, memastikan sirkulasi udara tetap baik, mengkonsumsi makanan bergizi, serta membiasakan diri mencuci tangan dengan benar. 

  1. Mencuci tangan dengan benar

Di tengah maraknya kasus influenza, cuci tangan menggunakan sabun (CTPS). Cuci tangan secara rutin dapat membantu menghilangkan anda dari debu, virus, dan kotoran pada tangan sehingga mengurangi risiko penularan influenza. Jika air dan sabun tidak tersedia, hand sanitizer dapat digunakan sebagai alternatif untuk membersihkan tangan 

  1. Menggunakan masker bagi orang sakit dan saat berada di tempat umum

Masker menjadi pelindung diri bagi orang yang sedang sakit dan orang disekitar agar tidak tertular virus influenza. Terutama saat anda berada di tempat umum ataupun ruang yang ramai. 

  1. Menerapkan etika batuk dan bersin 

Etika batuk dan bersin dilakukan dengan menutup mulut serta hidung menggunakan tisu ataupun bagian dalam siku untuk mencegah penyebaran percikan virus saat seseorang yang sakit sedang bersin. 

  1. Menghindari kontak terlalu dekat 

Orang yang sedang mengalami gejala influenza, seperti batuk dan bersin, sebaiknya menjaga jarak dengan kelompok rentan untuk mengurangi risiko penularan. Jika tetap harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker untuk membantu mencegah penyebaran virus kepada orang lain. 

  1. Menjaga daya tahan tubuh

Sistem kekebalan tubuh dapat dijaga dengan menerapkan pola makan sehat dan bergizi, rutin melakukan aktivitas fisik, serta mendapatkan waktu tidur dan istirahat yang cukup.

  1. Melakukan vaksinasi influenza

Kelompok rentan yang lebih rentan terhadap infeksi, seperti tenaga kesehatan, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis. Vaksin influenza dapat diberikan setiap tahun sebagai salah satu upaya untuk mencegah influenza musiman.  

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti