← Beranda
Kemenkes Targetkan Jangkau 4,9 Juta Ibu Hamil, Perusahaan Jerman Siapkan MMS
Ryandi ZahdomoJumat, 21 Agustus 2026 | 06.15 WIB
Kemenkes pacu pemenuhan nutrisi bagi 4,9 juta ibu hamil tekan risiko masalah kesehatan sejak dini. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan pacu pemenuhan nutrisi bagi 4,9 juta ibu hamil guna menekan risiko masalah kesehatan sejak dini.

Langkah ini mendapat dukungan penuh lewat penguatan kapasitas manufaktur lokal dan sinergi lintas negara antara Indonesia dan Jerman.

Penguatan kerja sama tersebut tercermin saat Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan memboyong delegasi meninjau fasilitas manufaktur PT Bayer Indonesia di Cimanggis, Depok.

Baca Juga: Pesan Dokter Kanker: 3 Hal Sederhana yang Wajib Dilakukan untuk Menurunkan Risiko Kanker

Kunjungan ini didampingi Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, serta Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste.

Fasilitas kesehatan di Cimanggis ini tak sekadar melayani kebutuhan medis dalam negeri, tetapi juga menjadi pusat produksi strategis yang mengekspor produknya ke lebih dari 42 negara.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta demi memperkuat ketahanan industri kesehatan nasional.

Baca Juga: Cara Membaca Kandungan Gula pada Kemasan, Begini Tips Membaca Label Makanan dan Minuman

”Saya percaya bahwa kehadiran Bayer di Indonesia adalah contoh nyata dari kemitraan jangka panjang yang kokoh antara pemerintah dan sektor industri, yang secara langsung mampu mendorong prioritas kesehatan nasional kita,” ujar Dante.

Dia menambahkan, Kementerian Kesehatan kini mematok target besar untuk menjangkau jutaan ibu hamil di seluruh Indonesia setiap tahunnya demi menjaga kesehatan generasi mendatang.

”Melalui program nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan untuk menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahun. Guna mewujudkan target ini, kita tentu memerlukan pasokan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten,” tegas Dante.

Investasi Rp99 Miliar dan Produksi 1,2 Miliar Tablet MMS

Guna mendukung kebutuhan vital tersebut, Bayer menggelontorkan investasi senilai Rp 99 miliar. Dana ini dialokasikan untuk pengembangan lini produksi fasilitas Research and Development (R&D) serta pembuatan Multiple Micronutrient Supplements (MMS).

Pabrik Cimanggis kini mampu memproduksi hingga 1,2 miliar tablet MMS per tahun, baik dalam kemasan botol maupun blister.

Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza menyampaikan, investasi ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian kesehatan nasional.

Baca Juga: Penemuan Obat Bisa Makin Cepat, AI Dimanfaatkan dari Riset hingga Uji Klinis

”Melalui inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan yang esensial bagi kebutuhan domestik maupun pasar global,” jelas Priscilla.

Dia menambahkan, Jerman berkomitmen terus membangun kemitraan strategis yang melibatkan sektor swasta secara sistematis.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah