← Beranda
Nakes Nyinyirin Pasien BPJS, Menkes Akui Ada Masalah SDM Kesehatan
Tazkia Royyan HikmatiarKamis, 6 Agustus 2026 | 18.33 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

 

JawaPos.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui masih ada kekurangan dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan. Hal itu ia sampaikan menanggapi kasus banyaknya tenaga kesehatan (nakes) yang melontarkan komentar nirempati terhadap pasien BPJS Kesehatan di media sosial yang kemudian meninggal dunia.

"Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki, baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya," ujar Budi kepada wartawan, Kamis (6/8).

Ia menyampaikan penyesalannya atas kasus kematian pasien BPJS tersebut. Apalagi, pasien tersebut masih tergolong muda. Hal yang membuatnya merasa gagal karena ditugaskan untuk menaikkan rata-rata harapan hidup orang Indonesia.

"Buat saya sebagai Menteri Kesehatan, tugas saya adalah dari Bapak Presiden menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia dari 72 ke 76. Jadi setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih, apalagi kalau meninggalnya muda," tutur Budi.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun, Harapan Damai AS-Iran Redam Kekhawatiran Pasar

"Saya merasa saya sebagai Menkes itu gagal kok teman-teman kita tuh ada yang meninggal muda. Jadi harusnya memang kita usahakan memberikan layanan terbaiklah agar mereka bisa usianya lanjut sampai ke 76," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang sempat melontarkan komentar tidak etis terhadap unggahan seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan di Threads ramai-ramai menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Hal itu setelah diketahui pemilik utas tersebut meninggal dunia dan netizen meneror mereka.

Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltreach yang mengeluhkan belum mendapatkan ruang perawatan selama delapan jam. Dalam unggahannya, ia menulis, "8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs."

Alih-alih mendapat tanggapan memuaskan, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar yang dinilai tidak berempati. Beberapa akun yang mengaku sebagai tenaga kesehatan melontarkan komentar bernada sinis, bahkan ada yang menyarankan pasien masuk ke ruang jenazah hingga mengucapkan kalimat yang mengarah pada tindakan menyakiti diri sendiri.

Perbincangan berubah drastis setelah akun @hilperd yang mengaku sebagai sepupu pemilik utas, mengabarkan bahwa Yurizal telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

"Yurizal sender ini sepupu saya, sudah meninggal 31 Juli kemarin, karena terlambat ditanganin RS karena sudah gawat bgt. Maafin sepupu saya kalau curhat gini di Threads. Sebelumnya dia sakit enggak pernah cerita ke mana-mana bahkan ke keluarga, apa-apa disimpan sendiri. Sudah ya jangan ada hate lagi di sini," tulis akun tersebut.

Kabar itu memicu gelombang reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial kemudian menelusuri akun-akun yang sebelumnya memberikan komentar tidak pantas kepada korban. Setelah identitas mereka ramai diperbincangkan, sejumlah nakes akhirnya muncul ke publik untuk menyampaikan permintaan maaf.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan