JawaPos.com - Retinopati diabetik menjadi salah satu komplikasi diabetes yang dapat menyebabkan kebutaan jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Setidaknya ada empat kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi tersebut sehingga memerlukan pemeriksaan secara rutin.
Dokter Mata Konsultan Vitreoretina Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, Ph.D., M.Epid., Sp.M(K) menjelaskan, kelompok pertama yang paling berisiko adalah penyandang diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol, terutama bila disertai penyakit penyerta seperti hipertensi.
"Yang terang dengan diabetes yang tidak terkontrol, dengan faktor penyulit lain seperti hipertensi dan lain-lain," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/7).
Kelompok berikutnya yang perlu mendapat perhatian khusus adalah perempuan yang sudah menderita diabetes sebelum hamil. dr. Bayu menegaskan bahwa yang dimaksud bukan diabetes gestasional, melainkan pasien yang telah didiagnosis diabetes sebelum kehamilan.
Baca Juga: Kronologi Driver Ojol di Matraman Tertembak Maling Berpistol Hingga Diburu Polisi
"Yang mengalami diabetes sebelum hamil, kemudian melewati masa hamil dan melahirkan, progresnya sangat-sangat cepat. Setelah hamil komplikasinya memburuk, tidak hanya retinopati, tapi yang lain," katanya.
Namun begitu, ia menyebut bahwa bukan berarti harus menghindari kehamilan. Namun, justru menghindari faktor utamanya, yaitu diabetes.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PERKENI Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD, Subsp.E.M.D.(K) menambahkan bahwa kelompok yang rentan terkena retinopati diabetik adalah penyandang diabetes tipe 1 yang telah hidup dengan penyakit tersebut selama lima tahun atau lebih.
Menurutnya, setelah periode tersebut, risiko retinopati diabetik mulai meningkat sehingga pemeriksaan mata perlu dilakukan secara berkala.
Selain itu, kelompok keempat adalah pasien diabetes yang telah mengalami komplikasi pada pembuluh darah kecil, seperti gangguan ginjal maupun neuropati.
"Kalau orang sudah curiga kencingnya berbusa atau suka kesemutan di kaki, baal, tebal, jangan-jangan sudah tanda mulai kena pembuluh darah kecil, termasuk yang di mata. Saat itulah waktunya kontrol untuk memastikan retina masih normal atau tidak," ujar Prof. Yunir.
Baca Juga: 6 Buah yang Baik untuk Kesehatan Rambut, Bantu Kurangi Kerusakan Secara Alami
Ia menambahkan, apabila pada pemeriksaan awal retina masih normal, pasien tetap dianjurkan menjalani pemeriksaan ulang setiap satu hingga dua tahun.
Namun jika sudah ditemukan tanda retinopati diabetik, frekuensi kontrol harus diperketat bersamaan dengan upaya mengendalikan kadar gula darah agar perkembangan penyakit dapat diperlambat.