JawaPos.com – Menjelang Hari Vitiligo Sedunia yang diperingati setiap 25 Juni, masyarakat diajak untuk menghentikan stigma terhadap penyandang vitiligo dan menggantinya dengan empati. Dukungan lingkungan dinilai penting agar penyandang vitiligo tetap percaya diri, produktif, dan mampu mengembangkan potensi mereka.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi-Imunologi Klinik Dr. dr. Sukamto Koesno, Sp.PD-KAI, FINASIM, menegaskan bahwa vitiligo tidak seharusnya menjadi penghalang seseorang untuk berprestasi maupun menjalani kehidupan secara normal.
Menurut dr. Sukamto, sejumlah tokoh dunia telah membuktikan bahwa vitiligo tidak membatasi seseorang untuk berkarya dan mencapai kesuksesan. Hal itu mesti diikuti dengan lingkungan yang mendukung.
Baca Juga: Negosiasi AS-Iran di Swiss Catat Kemajuan Positif, Target Kesepakatan Final dalam 60 Hari
Baca Juga: Sering Kena Stigma Buruk, Ini 5 Mitos Soal Vitiligo yang Banyak Dipercaya Padahal Keliru
"Tokoh seperti Michael Jackson, atau model internasional Winnie Harlow yang justru menjadikan vitiligo sebagai identitas membuktikan bahwa vitiligo tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (20/6).
Fokus pada Potensi dan Karya
dr. Sukamto mengingatkan agar penyandang vitiligo tidak menjadikan bercak pada kulit sebagai pusat perhatian dalam hidup mereka.
"Saya selalu sampaikan yang menentukan nilai seseorang bukan warna kulitnya, melainkan apa yang ia berikan bagi sesama," tegasnya.
Ganti Prasangka dengan Empati pada Hari Vitiligo Sedunia
Menjelang Hari Vitiligo Sedunia yang diperingati setiap 25 Juni, dr. Sukamto juga mengajak masyarakat untuk lebih menerima penyandang vitiligo dan menghentikan berbagai stigma yang masih melekat.
"Kepada masyarakat luas, saya mengajak kita semua untuk mengganti tatapan dengan rangkulan, dan prasangka dengan empati. Penyandang vitiligo tidak perlu dijauhi — mereka butuh diterima sebagaimana adanya," tuturnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para penyandang vitiligo agar tetap percaya diri dan tidak merasa rendah diri akibat kondisi yang dialami.
"Kepada para penyandang vitiligo: bercak di kulit tidak pernah mengurangi kemuliaan diri Anda. Yakinlah, setiap manusia diciptakan dengan keindahan dan tujuannya masing-masing," pungkasnya.