← Beranda
Jangan Anggap Remeh Kaki Bengkak! Ini 9 Gejala Asam Urat pada Lansia yang Sering Diabaikan.
Naila Putri SaragihSabtu, 6 Juni 2026 | 02.53 WIB
Ilustrasi orang mengalami asam urat. (Marque Medical)

Jawapos.com - Mengenali karakteristik serangan radang sendi akibat penumpukan asam urat sangat penting bagi lansia agar tidak salah dalam menentukan terapi pengobatan.

Deteksi dini terhadap bentuk peradangan ini mencegah pembentukan benjolan permanen yang merusak struktur estetika dan fungsi sendi.

Melansir dari Hellosehat, dan Halodoc berikut adalah sembilan gejala asam urat pada lansia yang wajib dipahami:

Baca Juga: 10 Penyebab Asam Urat Tinggi yang Perlu Diwaspadai, Mulai dari Pola Makan hingga Gaya Hidup

  1. Nyeri Sendi Mendadak yang Sangat Intens di Malam Hari:

Serangan radang biasanya bergejala berupa nyeri tajam menusuk yang memuncak di tengah malam atau dini hari secara mendadak. Kondisi ini dipicu oleh penurunan suhu tubuh dan tingkat hidrasi saat tidur yang mempercepat kristalisasi asam urat.

  1. Pembengkakan pada Jempol Kaki atau Pergelangan Kaki: 

Penumpukan kristal paling sering terlokalisir di sendi metatarsofalangeal atau pangkal jempol kaki, diikuti pergelangan kaki. Sendi yang meradang akan membengkak besar, kencang, dan membuat lansia kesulitan melangkah atau memakai sandal.

  1. Sendi Terasa Panas, Merah, dan Sangat Sensitif:

 Kulit di atas sendi yang terserang akan tampak merah mengkilap, terasa panas saat diraba, dan mengalami hiperalgesia ekstrem. Bahkan gesekan ringan dari selembar kain selimut tipis pun dapat memicu rasa nyeri yang luar biasa.

  1. Keterbatasan Gerak pada Sendi yang Terkena: 

Efek kongesti cairan radang dan rasa nyeri hebat memicu kekakuan mekanis yang mengunci pergerakan sendi. Lansia akan mengalami kesulitan untuk sekadar menekuk jari kaki atau menumpu berat badan saat mencoba berdiri.

  1. Serangan Berlangsung Beberapa Hari hingga Beberapa Minggu: 

Tanpa intervensi obat antiinflamasi yang tepat, masa puncak rasa sakit dapat bertahan selama berhari-hari sebelum mereda perlahan. Walau nantinya nyeri hilang, kristal purin sebenarnya masih mengendap di dalam rongga sendi.

  1. Muncul Benjolan Keras (Tophi) di Sekitar Sendi: 

Pada stadium kronis, akumulasi kristal asam urat yang mengeras akan membentuk gumpalan padat di bawah kulit yang disebut tophi. Benjolan ini sering muncul di siku, jemari, atau daun telinga dan berisiko merusak jaringan tulang.

  1. Rasa Lelah dan Demam Ringan Saat Serangan Berlangsung: 

Reaksi inflamasi sistemik yang masif akibat pelepasan sitokin peradangan dapat memicu gejala konstitusional pada lansia. Manifestasinya berupa badan terasa meriang, demam ringan, serta rasa lelah menyeluruh seperti gejala flu.

  1. Nyeri Menyebar ke Sendi Lain Setelah Beberapa Waktu: 

Jika kadar purin dalam darah terus dibiarkan tinggi tanpa diet ketat, serangan akan bermigrasi menjadi gout poliartikular. Rasa nyeri mulai menjalar menyerang sendi lutut, pergelangan tangan, hingga sendi-sendi jari tangan.

  1. Kulit di Atas Sendi Mengelupas Setelah Serangan Mereda: 

Ketika fase peradangan akut mulai teratasi dan pembengkakan menyusut, kulit yang sempat meregang ekstrem akan mengalami deskuamasi. Kulit di sekitar sendi menjadi kering, gatal, dan mengelupas sebagai proses regenerasi sel epitel.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho