← Beranda
Viral Penonton Ngaku Kena Campak Sebelum Nonton Konser F4, Kemenkes Ingatkan Penularan Lebih Cepat dari Covid
Tazkia Royyan HikmatiarSelasa, 2 Juni 2026 | 23.55 WIB
ilustrasi orang yang terkena campak. (Freepik)

 

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan viralnya pengakuan seorang penonton konser F4 di Jakarta yang mengaku sempat terkena campak sebelum menghadiri acara tersebut. Kemenkes menegaskan bahwa campak memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibanding Covid-19 dan dapat menyebar melalui airborne atau percikan air liur.

"Campak itu lebih cepat menular dibanding Covid melalui airborne atau percikan air liur/ludah,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (2/6).

Ia juga menyoroti tidak terlihatnya penggunaan masker pada unggahan viral penonton tersebut yang seharusnya sebagai salah satu langkah pencegahan penularan.

“Keliatannya yang bersangkutan juga tidak menggunakan masker untuk pencegahan penularan,” tambahnya.

Adapun pengakuan itu viral setelah diunggah akun Threads @theolawp. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku mengalami campak tiga hari sebelum konser F4 digelar.

Ia menyebut awalnya pasrah dan siap mengikhlaskan tiket konser karena kondisi kulit yang mengalami ruam dan penyakit tersebut diketahui sangat menular. Namun, ia mengaku akhirnya pulih dan tetap bisa menghadiri konser.

“Masih ga nyangka kmrn bisa punya kesempatan nonton F4 karna... h-3 aku kena campak dong dgn kondisi kulit sebadan kyk gini+menular bgt. Dah bener2 pasrah… mencoba utk menerima legowo ikhlasin aja tu tiket angus,” tulisnya.

Unggahan itu kemudian menuai perhatian publik dan memicu kekhawatiran terkait potensi penularan di tengah kerumunan konser.

Kemenkes Cek Kebenaran Kasus

Aji pun mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu memeriksa kebenaran kasus serta tindakan yang telah dilakukan tenaga kesehatan maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

“Saya harus cek dulu kasus dan kebenaran kejadiannya serta tindakan dari kami atau nakes/fasyankes,” ujar Aji.

Meski demikian, ia menegaskan Kemenkes menyesalkan apabila seseorang yang sebelumnya mengalami campak tetap berada di tempat umum meski merasa telah sembuh.

“Kalau benar sih, jelas kami menyesalkan yang bersangkutan masih berada di tempat umum walaupun merasa sudah sembuh,” tandasnya.

 

EDITOR: Estu Suryowati