JawaPos.com – Fenomena hipertensi di kalangan anak muda kini menjadi perhatian serius tenaga kesehatan. Data menunjukkan, sekitar satu dari lima anak muda Indonesia sudah mengalami tekanan darah tinggi karena gaya hidup modern, pola makan tinggi garam, hingga rendahnya aktivitas fisik.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI mengatakan, kasus hipertensi pada usia muda kini semakin sering ditemukan di fasilitas kesehatan.
“Sebenarnya ini fenomena yang membuat kami di komunitas penyakit dalam cukup prihatin. Dulu, hipertensi identik dengan penyakit orang tua, pasien-pasien di atas 50 tahun. Tapi sekarang, di poliklinik kami di RSCM dan di banyak rumah sakit di Indonesia, kami semakin sering menemui pasien berusia 25, 30, 35 tahun datang dengan tekanan darah yang sudah cukup tinggi,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (19/5).
Data nasional dari Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa pada kelompok usia 18 sampai 24 tahun, prevalensi hipertensi sudah sekitar 13 persen.
Baca Juga: Konser Mahabah Allah Pakem 9 Bawa Pesan Spiritualitas
"Begitu masuk usia 25 sampai 34 tahun, angkanya melonjak menjadi sekitar 20 persen. Artinya, satu dari lima anak muda Indonesia sudah hipertensi,” katanya.
Banyak Anak Muda Tidak Sadar Sudah Hipertensi
Menurut dr. Sukamto, sebagian besar anak muda justru tidak menyadari kondisi hipertensi yang dialaminya. Mereka baru menyadari bahaya hipertensi hingga muncul komplikasi serius.
“Mereka merasa sehat, masih bisa bekerja, masih bisa berolahraga, sampai suatu hari datang ke IGD dengan stroke atau serangan jantung di usia produktif,” ucapnya.
Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu pun menegaskan bahwa hipertensi kini menjadi bagian dari perubahan besar pola penyakit di Indonesia.
“Organisasi profesi kami; PAPDI sendiri melihat tren ini sebagai bagian dari gelombang besar penyakit tidak menular yang menggeser pola penyakit di Indonesia,” katanya.
Gaya Hidup Modern Jadi Pemicu Utama
dr. Sukamto menjelaskan bahwa penyebab meningkatnya hipertensi pada anak muda bersifat multifaktorial, terutama masalah gaya hidup.
“Gaya hidup modern yang serba cepat, pola makan tinggi garam dan makanan olahan, kurang gerak karena pekerjaan kantoran, stres kronis, kurang tidur, dan konsumsi minuman manis serta kopi kekinian yang berlebihan,” tuturnya.
Baca Juga: Eks Kasudin UMKM Jaktim jadi Tersangka Korupsi Mesin Jahit Rp9 Miliar, Langsung Pakai Rompi Pink!
Ia menambahkan, bahwa faktor genetik memang berperan, tetapi gaya hidup menjadi pemicu utama meningkatnya kasus di usia muda.
“Faktor genetik tentu ada, tapi yang membuat onset hipertensi semakin muda adalah faktor lingkungan dan kebiasaan hidup ini,” katanya.
Komplikasi Bisa Lebih Berat di Usia Produktif
Selain itu, dr. Sukamto menyebut bahwa komplikasi hipertensi pada anak muda sering kali lebih berbahaya karena terjadi di usia produktif.
“Komplikasi hipertensi pada anak muda justru bisa lebih berbahaya karena terjadi di usia produktif dan sering tidak diantisipasi,” ujarnya.
“Yang paling sering kami temui adalah penyakit jantung koroner dini, stroke, gangguan ginjal kronik, dan pembesaran otot jantung,” sambung dr. Sukamto.
Perbedaan Hipertensi Anak Muda dan Lansia
Tak banyak perbedaan hipertensi pada anak muda dengan lansia. Namun, terdapat perbedaan karakteristik hipertensi antara usia muda dan lansia.
“Bedanya dengan hipertensi pada usia lanjut, pada lansia umumnya yang tinggi adalah tekanan sistolik saja karena pembuluh darahnya sudah kaku. Pada anak muda, biasanya kedua angka tinggi — baik sistolik maupun diastolik,” ujarnya.
Ia menegaskan kondisi tersebut berkaitan dengan faktor stres, obesitas, dan gangguan metabolik.
“Ini terkait dengan stres, obesitas, dan resistensi insulin,” katanya.
Perlu Waspada Hipertensi Sekunder di Usia Muda
Selain itu, dr. Sukamto menekankan bahwa hipertensi pada usia muda sering kali memiliki penyebab spesifik atau disebut hipertensi sekunder. Menurutnya, kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan organ tertentu.
Baca Juga: KPK Respons Protes Noel Ebenezer soal Tuntutan 5 Tahun Penjara: Bisa Dipertanggungjawabkan!
“Bisa karena gangguan ginjal, kelainan hormonal, atau penyempitan pembuluh darah ginjal,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan lebih lanjut pada pasien muda.
“Karena itu, hipertensi pada usia muda tidak boleh dianggap remeh atau langsung diasumsikan hipertensi biasa. Perlu pemeriksaan lebih teliti untuk mencari penyebab yang mungkin bisa diobati tuntas,” tandasnya.