JawaPos.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat dari 72 tahun menjadi 76 tahun dalam rencana jangka panjang pemerintah. Selain itu, pemerintah juga ingin meningkatkan usia harapan hidup sehat atau Healthy Adjusted Life Expectancy (HALE) dari 60 tahun menjadi 65 tahun.
Budi menjelaskan, saat ini rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia berada di kisaran 73 hingga 74 tahun. Karena itu, pemerintah menargetkan kenaikan hingga mencapai 76 tahun.
“Targetnya saya di rencana jangka panjang pemerintah Republik Indonesia adalah menaikkan rata-rata usia hidup dari 72 ke 76,” ujarnya, Rabu (13/5).
Ia menyebut, negara-negara maju memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi. Amerika Serikat berada di kisaran 77–78 tahun, China 78–79 tahun, sementara Singapura dan Jepang sudah mencapai 84 tahun.
Pemerintah Juga Kejar Target Usia Harapan Hidup Sehat
Selain life expectancy, pemerintah juga menargetkan kenaikan harapan hidup sehat atau Healthy Adjusted Life Expectancy (HALE) dari 60 menjadi 65 tahun.
Menkes menjelaskan, HALE berbeda dengan usia harapan hidup biasa. Jika life expectancy dihitung sampai seseorang meninggal dunia, HALE dihitung sampai seseorang mulai mengalami gangguan kesehatan serius yang memengaruhi kualitas hidupnya.
Ia mencontohkan, seseorang yang harus menjalani cuci darah pada usia 55 tahun berarti memiliki HALE 55 tahun. Begitu pula jika seseorang terkena stroke dan mengalami gangguan berjalan pada usia 60 tahun, maka usia sehatnya dihitung sampai 60 tahun.
“Targetnya kita adalah naikin jadi 60 ke 65. Life expectancy-nya dari 72 ke 76,” tutur Budi.
Stroke hingga Ginjal Jadi Penyebab Kematian Usia Muda
Untuk mencapai target tersebut, Budi menegaskan pemerintah harus menekan angka kematian akibat penyakit yang menyerang usia produktif.
Ia menyebut bahwa stroke menjadi penyebab kematian usia muda nomor satu, disusul penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal.
Menurutnya, faktor konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih menjadi penyebab utama meningkatnya risiko penyakit tersebut.
“Karena gula, garam, lemak itu sangat berpengaruh by scientific proof untuk stroke, jantung, ginjal,” tuturnya.
Oleh karena itu, langkah kebijakan penerapan label nutri-level pada kemasan minuman dan makanan diharapkan bisa menjadi gaya hidup baru yang lebih sehat. Dengan begitu, konsumen bisa memilih konsumsi minuman atau makanan yang lebih sehat.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena Diduga Palsukan Gelar Akademis
“Kalau kita bisa nurunin gula, garam, lemak konsumsinya kita ke level normal, itu insyaallah teman-teman nggak ada yang usianya di bawah 76 tahun,” tandas Budi. (*)