JawaPos.com–Alergi pada anak sering kali dianggap sepele karena gejalanya mirip dengan gangguan kesehatan biasa. Padahal, kondisi seperti ruam kulit, muntah, diare, atau perut kembung bisa menjadi tanda awal alergi yang perlu diperhatikan sejak dini.
Dokter spesialis anak Ian Suteja melalui kontennya di TikTok sering mengingatkan bahwa naluri orang tua, terutama ibu, saat melihat perubahan pada kondisi anak bukan sekadar rasa khawatir berlebihan. Pengamatan tersebut justru bisa menjadi sinyal penting untuk mendeteksi risiko alergi lebih awal.
Kini, perkembangan teknologi kesehatan juga mulai mempermudah orang tua dalam memantau risiko alergi anak melalui pendekatan berbasis data keluarga dan riwayat kesehatan.
Baca Juga: Fakta-Fakta Penting Hantavirus yang Perlu Diketahui: Gejala, Penularan hingga Tingkat Kematian
Mengapa Risiko Alergi Anak Perlu Dikenali Sejak Awal?
Alergi pada anak, termasuk Alergi Susu Sapi (ASS), masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi di masa awal tumbuh kembang. Deteksi dini dinilai penting agar orang tua dapat mengambil langkah penanganan dan pemilihan nutrisi yang lebih tepat.
Berikut beberapa alasan mengapa deteksi dini alergi penting dilakukan
1. Gejala Alergi Sering Mirip Penyakit Ringan
Ruam merah, gangguan pencernaan, batuk berkepanjangan, hingga kulit gatal sering dianggap masalah biasa. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi indikasi alergi yang muncul akibat makanan atau faktor tertentu.
Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi anak, terutama bila gejala muncul berulang.
2. Riwayat Keluarga Berpengaruh Besar
Faktor genetika memiliki peran penting terhadap risiko alergi pada anak. Jika ayah, ibu, atau saudara kandung memiliki riwayat alergi, kemungkinan anak mengalami kondisi serupa juga bisa meningkat.
Melalui pemetaan riwayat kesehatan keluarga, orang tua dapat mengetahui potensi risiko alergi lebih awal sehingga lebih siap menentukan langkah pencegahan.
3. Deteksi Dini Membantu Menentukan Pola Nutrisi
Mengenali risiko alergi lebih cepat membantu orang tua memilih asupan makanan yang sesuai bagi anak. Langkah ini penting agar tumbuh kembang anak tetap optimal tanpa memicu reaksi alergi yang berulang.
Baca Juga: Angka Harapan Hidup dengan Denmark Beda 10 Tahun, Menkes Singgung Tingkat Obesitas
Health Communicator Kalbe Nutritionals Laurencia Ardi menjelaskan, pemetaan riwayat alergi keluarga dapat menjadi dasar awal untuk memahami kondisi anak sebelum berkonsultasi lebih lanjut dengan tenaga medis.
4. Teknologi Digital Mulai Membantu Skrining Awal
Saat ini, orang tua juga mulai dimudahkan dengan hadirnya layanan digital untuk memetakan risiko alergi anak berdasar data keluarga. Salah satunya melalui Allergy Smart Solution yang diperkenalkan Kalbe Nutritionals lewat brand Morinaga Soya.
Platform ini memungkinkan orang tua melakukan pengecekan awal hanya dengan mengisi data diri dan riwayat alergi keluarga melalui smartphone. Hasil skrining tersebut bukan diagnosis medis, melainkan gambaran awal risiko alergi yang bisa dijadikan bahan diskusi saat berkonsultasi dengan dokter.
Baca Juga: DBD di Anak-Anak: Kematian Tinggi Karena Daya Tahan Tubuh Lemah
5. Konsultasi dengan Dokter Tetap Jadi Langkah Utama
Meski teknologi digital dapat membantu skrining awal, diagnosis alergi tetap harus dilakukan oleh tenaga medis profesional. Orang tua disarankan segera berkonsultasi apabila anak mengalami gejala alergi yang berulang atau semakin berat.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab alergi sekaligus menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak.
Orang Tua Perlu Lebih Waspada terhadap Gejala Alergi
Kesadaran orang tua terhadap gejala alergi dinilai menjadi langkah awal penting untuk menjaga kualitas tumbuh kembang anak. Dengan mengenali tanda-tanda sejak dini, risiko komplikasi akibat alergi juga dapat ditekan.
Senior Brand Manager Morinaga IFFO & Specialties Fitria Dewi Astari mengatakan, ingin membantu orang tua lebih percaya diri dalam memahami kebutuhan nutrisi anak yang sensitif terhadap susu sapi.
Baca Juga: Perkuat Pendamping Pasien, CISC dan AstraZeneca Genjot Edukasi Kanker Paru di Indonesia
”Kami percaya setiap anak berhak tumbuh optimal dan meraih mimpinya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kondisi anak sejak dini agar bisa memberikan dukungan nutrisi yang tepat,” ujar Fitria Dewi Astari di Jakarta.
Selain memperhatikan asupan nutrisi, orang tua juga dianjurkan rutin memantau perubahan kondisi anak dan tidak ragu mencari bantuan medis bila menemukan gejala yang mencurigakan.