← Beranda
Berbeda dengan Common Cold, Cegah Kematian Akibat Virus Influenza dengan Vaksin Trivalent Terutama pada Anak dan Lansia
Nurul Adriyana Salbiah• Senin, 27 April 2026 | 08.05 WIB
Ilustrasi seseorang terkena virus Influenza. (Istimewa)

JawaPos.com – Influenza menjadi salah satu penyakit menular di Indonesia yang terus menjadi ancaman kesehatan. Bahkan influenza bisa berdampak serius, dengan angka perkiraan 290.000 hingga 650.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Keberadaan kasus Influenza di Indonesia masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu diantisipasi secara berkelanjutan. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.  

Untuk itu, pemberian vaksin tahunan pun sangat dianjurkan guna melindungi masyarakat dari risiko infeksi dan komplikasi. Lantas, apa vaksin yang paling tepat saat ini untuk mencegah komplikasi influenza?

Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn 27 April 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

Diungkapkan Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si., selaku Satgas Imunisasi IDAI, awalnya vaksin influenza quadrivalent dikembangkan untuk melindungi dari dua galur virus flu jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta dua galur virus flu jenis B yaitu Victoria dan Yamagata. Namun, sejak 2020, virus B/Yamagata tidak ditemukan lagi di seluruh dunia.

Oleh karena itu, pada 2023, WHO menilai bahwa keberadaan komponen virus B/Yamagata dalam vaksin tidak diperlukan lagi. Sehingga, saat ini paling tepat jika menggunakan vaksin influenza Trivalent.

Baginya, perubahan rekomendasi WHO ini mencerminkan dinamika epidemiologi influenza global yang perlu direspons secara ilmiah dan adaptif.

Profil Vaksin Trivalent

Dengan perubahan komponen virus, maka vaksin influenza pun berubah. Sejumlah studi menunjukkan, vaksin influenza trivalent memiliki profil imunogenisitas, efektivitas, dan keamanan yang sebanding dengan vaksin quadrivalent. 

Prof. Soedjatmiko menerangkan, efektivitas vaksin ditentukan oleh kesesuaian antigen dengan virus yang beredar. Sehingga, vaksin influenza trivalent tetap memberikan perlindungan optimal terhadap ancaman influenza. 

“Transisi dari QIV ke TIV bukanlah bentuk pengurangan perlindungan, melainkan optimalisasi vaksin sesuai dengan bukti ilmiah terbaru,” tukasnya. 

Penularan Influenza pada Anak-anak

Diungkapkan Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu, Sp.A, anak-anak berkontribusi lebih besar terhadap penyebaran influenza di masyarakat karena daya tularnya yang tinggi. Terlebih, keberadaan virus influenza di dalam tubuh anak yang lebih lama dibandingkan orang dewasa.

 Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu, Sp.A
Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu, Sp.A

“Sehingga sudah bisa menularkan walaupun belum ada gejala atau sesudah sembuh dari sakit influenza,” ujar dr. Kanya dalam diskusi media baru-baru ini di Jakarta. 

Penularannya pun cukup mudah. Selain lewat udara, partikel virus yang menyebabkan influenza bisa menempel pada baju, hingga benda-benda disekitar. Jika dilihat berdasarkan data, tingkat kejadian influenza pada anak mencapai 20–30 persen.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Berdasarkan hasil pengolahan data surveilans Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Jawa Barat pada 2023, total jumlah kasus ILI terjadi paling banyak pada populasi anak usia 5-15 tahun, dan dapat terjadi pada kelompok usia lain.

Menurut dr. Kanya, selain penularan, masyarakat juga perlu memahami kalau influenza berbeda dengan Common cold yang berupa selesma pilek biasa.  

Dipaparkan dr. Kanya, dari gejala yang ditunjukkan pun jelas berbeda. Misalnya pada pilek biasa, gejala demam, sakit kepala, hingga nyeri itu jarang terjadi. Sedangkan jika terserang influenza  seseorang akan demam 3-4 hari disertai dengan sakit kepala hingga nyeri badan.

“Komplikasi influenza pada anak juga termasuk serius dan membahayakan, seperti pneumonia, infeksi telinga, infeksi sinus, hingga ensefalitis,” tukasnya. 

Jadwal Pemberian Vaksin Influenza Trivalent

Melihat dampak yang cukup serius, dr. Kanya pun menyarankan vaksinasi influenza tahunan yang dimulai dari usia 6 bulan sejak kelahiran. Setelah pemberian vaksin pertama, wajib diulang satu bulan kemudian untuk menguatkan efektivitas vaksin. Setelahnya bisa diulang setiap tahun, sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter.

Perlu diketahui, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis), berkomitmen memperkuat ketahanan kesehatan nasional dengan menghadirkan vaksin influenza trivalent. Langkah ini selaras dengan World Health Organization (WHO) yang merekomendasikan transisi penggunaan vaksin influenza quadrivalent (QIV) ke vaksin influenza trivalent (TIV). 

“Ketersediaan vaksin ini penting untuk untuk mencegah perburukan akibat penyakit influenza, risiko rawat inap, dan kematian. Upaya ini juga mendukung tema World Immunization Week yaitu For Every Generation, Vaccines Work yang mengingatkan kita mengenai manfaat perlindungan vaksin di segala usia demi memperpanjang harapan hidup,” ujar Vidi Agiorno, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah