← Beranda
Perempuan Lebih Berisiko Alami Masalah Nyeri Lutut, Dokter Beberkan Penyebabnya
Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 26 April 2026 | 19.51 WIB
Ilustrasi nyeri lutut (Freepik)

 

JawaPos.com - Keluhan nyeri lutut masih kerap dianggap sepele oleh banyak perempuan. Padahal secara medis, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi awal gangguan muskuloskeletal yang memerlukan perhatian lebih serius.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Perawat, Siloam Hospitals Mampang mengangkat isu ini melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat sekaligus memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran, khususnya bagi perempuan usia produktif yang rentan mengalami gangguan tulang dan sendi.

Di tengah aktivitas yang padat, banyak perempuan menjalani berbagai peran sekaligus, mulai dari pekerjaan profesional hingga aktivitas fisik sehari-hari. Namun, tanpa disadari, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem muskuloskeletal yang berkembang secara perlahan sejak usia muda.

Gejala seperti nyeri saat naik tangga, pegal berkepanjangan, atau rasa tidak nyaman saat berolahraga sering dianggap wajar. Padahal, tanda-tanda tersebut bisa menjadi sinyal awal adanya masalah pada sendi atau ligamen yang membutuhkan evaluasi medis.

Dokter Spesialis Ortopaedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Mampang, dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT, menjelaskan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan tertentu, seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis.

“Secara medis, perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa gangguan muskuloskeletal tertentu, seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis," ujarnya kepada wartawan, Minggu (26/4).

Hal ini, kata dr. Yudi, dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormonal perempuan seperti peran estrogen terhadap kekuatan ligamen dan kepadatan tulang, serta faktor anatomi dan biomekanik, termasuk perbedaan struktur panggul dan pola gerakan tubuh.

"Karena itu, keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu dievaluasi sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterlambatan dalam penanganan dapat memperburuk kondisi hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, deteksi dini menjadi kunci penting untuk menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.

Sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan, Siloam Hospitals Mampang menghadirkan booth edukasi interaktif yang terbuka untuk masyarakat. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai kesehatan tulang dan sendi, sekaligus mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara menarik.

Selain itu, masyarakat juga berkesempatan mendapatkan voucher layanan kesehatan serta memahami langkah pencegahan dan penanganan dini gangguan muskuloskeletal. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif.

Untuk memperluas dampak kegiatan, Siloam Hospitals Mampang turut melibatkan pelaku UMKM melalui penyediaan booth khusus. Langkah ini tidak hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga mendorong keterlibatan komunitas dalam meningkatkan kesadaran kesehatan.

Kegiatan tersebut juga didukung berbagai mitra strategis melalui rangkaian pre-event sejak 21 April 2026 dengan kampanye apresiasi tenaga kesehatan pada momentum Hari Kartini. Dukungan dari media perempuan serta kehadiran atlet Pelita Jaya, seperti Reza Guntara dan Russel Nyoo, turut memperkuat pesan pentingnya menjaga kesehatan fisik dengan cara yang tepat.

EDITOR: Estu Suryowati