← Beranda
Penyebab Pusing Setelah Makan Daging, Ini 9 Faktor yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya
Fatah ElhuseinJumat, 17 April 2026 | 05.42 WIB
Ilustrasi makan daging (Freepik)

JawaPos.com – Pusing setelah makan daging sering dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami reaksi tertentu terhadap makanan yang dikonsumsi. Banyak orang mengaitkannya dengan kolesterol atau tekanan darah, namun penyebabnya ternyata jauh lebih kompleks.

Mengutip dari laman kesehatan Halosehat dan Apotek K24, pusing setelah makan daging dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari alergi, cara pengolahan, hingga kondisi kesehatan individu. Bahkan, dalam beberapa kasus, gejala ini bisa muncul akibat respons tubuh terhadap kandungan tertentu dalam daging.

Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebabnya agar tidak salah langkah dalam mengatasi. Berikut adalah 9 penyebab pusing setelah makan daging yang perlu Anda waspadai.

Baca Juga: 11 Cara Menyimpan Daging Kurban agar Awet dan Tidak Bau, Bisa Tahan Setahun!

1. Alergi terhadap Daging

Meskipun jarang terjadi, alergi terhadap daging bisa menjadi penyebab utama pusing. Reaksi ini muncul karena tubuh memproduksi histamin sebagai respons terhadap zat yang dianggap berbahaya. Selain pusing, gejala lain seperti gatal, mual, dan bersin juga bisa muncul.

2. Keracunan Makanan

Daging yang tidak diolah dengan benar berisiko terkontaminasi bakteri seperti Salmonella atau E. coli. Kondisi ini dapat menyebabkan keracunan makanan yang ditandai dengan pusing, mual, muntah, hingga diare. Gejalanya bisa muncul beberapa jam setelah konsumsi.

3. Konsumsi Zat Besi Berlebihan

Daging merah dikenal sebagai sumber zat besi. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, zat besi dapat menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan keracunan. Kondisi ini dapat memicu pusing, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan.

4. Kandungan Tiramin dalam Daging

Beberapa jenis daging, terutama daging olahan, mengandung tiramin. Senyawa ini dapat memicu pelepasan hormon yang meningkatkan tekanan darah. Akibatnya, seseorang bisa mengalami pusing, mual, bahkan jantung berdebar.

5. Sindrom Sendi Rahang (TMJ)

Mengunyah daging yang alot dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi rahang. Kondisi ini dikenal sebagai TMJ (temporomandibular joint syndrome). Selain nyeri rahang, TMJ juga bisa menyebabkan pusing dan sakit kepala.

6. Tekanan Darah Meningkat

Daging, terutama yang diolah dengan banyak garam dan lemak, dapat meningkatkan tekanan darah. Lonjakan tekanan darah inilah yang sering memicu rasa pusing setelah makan, terutama pada penderita hipertensi.

7. Asupan Lemak Jenuh Berlebih

Makanan seperti rendang atau gulai mengandung lemak jenuh tinggi. Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi aliran darah dan memicu peradangan ringan dalam tubuh, yang pada akhirnya menimbulkan sensasi pusing.

8.  Dehidrasi Setelah Makan

Makanan berbahan dasar daging sering kali tinggi garam dan bumbu. Jika tidak diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan yang ditandai dengan pusing dan lemas.

9. Beban Pencernaan yang Berat

Daging membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan makanan lain. Saat Anda makan dalam porsi besar, sistem pencernaan bekerja lebih keras dan mengalihkan aliran darah ke perut. Hal ini bisa menyebabkan pasokan darah ke otak berkurang sementara, sehingga muncul rasa pusing.

Baca Juga: 10 Syarat Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat, Wajib Dipahami Sebelum Idul Adha

EDITOR: Candra Mega Sari