← Beranda
Bahaya Cemaran Timbal di Rumah Bagi Kesehatan, Penurunan Kognitif Anak hingga Masalah Ginjal
Tazkia Royyan HikmatiarKamis, 9 April 2026 | 02.48 WIB
Paparan timbal di lingkungan rumah tangga menjadi ancaman serius bagi kesehatan.

 

JawaPos.com - Paparan timbal di lingkungan rumah tangga menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Terutama pada anak-anak karena dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif hingga meningkatkan risiko penyakit ginjal pada orang dewasa.

“Pada anak, paparan timbal berdampak pada perkembangan otak, sehingga dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, prestasi belajar yang lebih rendah, berkurangnya rentang perhatian, serta gangguan perilaku,” ujar Dokter Spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A, Rabu (8/4).

Selain berdampak pada anak, ia menerangkan bahwa paparan timbal juga berisiko bagi orang dewasa dan ibu hamil. Logam berat ini dapat memicu penyakit ginjal hingga gangguan kardiovaskular seperti hipertensi dan penyakit jantung. Bahkan pada ibu hamil, timbal dapat menembus plasenta dan meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, serta berat badan lahir rendah.

“Hal ini bisa meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah,” tegas dr. Reza.

Ahli Kimia dari Universitas Indonesia Yuni Krisyuningsih Krisnandi menjelaskan, timbal merupakan logam berat yang banyak digunakan di berbagai sektor industri karena sifatnya stabil, mudah dibentuk, dan tahan korosi. Namun, paparan timbal dalam kadar tinggi dapat berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.

“Cat sebenarnya tidak berbahaya. Namun, kadar timbal yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang,” jelas Prof. Yuni.

Prof. Yuni menyebut bahwa paparan timbal dapat terjadi melalui debu rumah, serpihan cat lama, tanah terkontaminasi, hingga material bangunan tertentu. Zat ini masuk ke tubuh melalui pernapasan atau tertelan, kemudian menyebar ke berbagai organ seperti tulang, ginjal, dan sistem saraf.

“Karena sifatnya yang akumulatif, paparan jangka panjang meskipun dalam kadar rendah tetap dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh,” imbuhnya

Sementara itu, Arsitek dari KIND Architects, Adjie Negara, mengingatkan pentingnya pemilihan material bangunan yang aman, termasuk cat bebas timbal, untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

“Pesatnya pembangunan dan aktivitas renovasi turut menjadikan pemilihan material bangunan sebagai faktor yang semakin relevan dalam mendukung kesehatan jangka panjang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya inspeksi rutin pada bangunan, karena material seperti cat dapat mengalami kerusakan seiring waktu dan berpotensi menjadi sumber paparan timbal jika mengelupas.

“Seiring waktu, akibat pengaruh usia, cuaca, maupun intensitas penggunaan, kualitas material bangunan bisa mengalami penurunan. Misalnya, cat yang mengelupas atau rusak,” kata Adjie.

Data surveilans nasional menunjukkan bahwa 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah di atas ambang batas 5 µg/dL. Kondisi ini memperkuat pentingnya pengawasan lingkungan rumah, terutama dalam memilih material yang aman dan melakukan perawatan secara berkala.

“Pemilihan material bangunan yang sesuai standar dan aman mencerminkan tanggung jawab profesional sekaligus kepatuhan terhadap standar dan regulasi,” pungkas Adjie.

EDITOR: Estu Suryowati