← Beranda
Jangan Sepelekan! Tidur di Mobil Bisa Berujung Maut, Ini Penjelasan Dokter soal Gas CO
Nanda PrayogaKamis, 26 Maret 2026 | 02.34 WIB
Ilustrasi tidur dalam kabin perlu waspada bisa keracunan CO. (Istimewa)

JawaPos.com - Tidur di dalam mobil dengan keadaan pintu tertutup rapat dan mesin menyala memang sangat berbahaya. Sebab, penumpang yang berada di dalam bisa mengalami keracunan karbon monoksida (CO).

Hal ini pula yang diduga jadi penyebab meninggalnya pasangan suami istri (pasutri) pada saat berada di dalam mobil, tepatnya di Gampong Keude Lueng Putu, Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

dr. Adam Prabata, dokter peraih gelar Ph.D Medical Science dari Kobe University pun menjelaskan mengenai mekanisme keracunan gas karbon monoksida yang bisa terjadi saat penumpang tertidur di mobil.

Menurutnya, pembakaran mesin di mobil dapat menghasilkan karbon monoksida, yang mana jika terdapat kebocoran pada sistem knalpot, gas ini bisa menyebar ke dalam kabin.

Akan lebih bahaya pula jika jendela dan pintu mobil tertutup rapat. Sebab, hal tersebut bisa membuat gas menumpuk di kabin mobil.

“Karbon monoksida (CO) adalah gas tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, sehingga sangat berbahaya karena orang sering tidak sadar sedang menghirupnya. Gejala awal keracunan CO itu tidak khas, antara lain sakit kepala, pusing, lemas, mual, bingung, atau rasa mengantuk. Bahkan orang yang keracunan CO saat sedang tidur dapat meninggal sebelum sempat merasakan atau mengenali gejalanya,” kata dr. Adam pada akun X-nya, Rabu (25/3).

Dia menjelaskan bahwa keracunan karbon monoksida bisa terjadi karena gas tersebut akan terhirup dan berikatan dengan hemoglobin, sehingga membentuk carboxyhemoglobin (COHb).

Ikatan ini tentunya sangat kuat, sekitar lebih dari 200 kali afinitas oksigen, sehingga hemoglobin tidak lagi efektif mengangkut oksigen. Akibatnya, jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen atau hipoksia, terutama pada organ yang paling sensitif, seperti otak dan jantung.

“Selain itu, CO juga membuat hemoglobin yang masih membawa oksigen menjadi lebih tidak mau untuk melepas oksigennya ke jaringan, sehingga pengantaran oksigen makin buruk, dan penggunaan oksigen di tingkat sel terganggu,” ungkap dia.

Pada saat keracunan, kondisi seseorang bisa cepat memburuk, dengan gangguan sistem saraf, nyeri dada, gangguan irama jantung (aritmia), penurunan kesadaran, sampai kematian.

dr. Adam pun memberikan saran agar para pengendara terhindar dari kemungkinan ini. Salah satunya untuk tidak tidur di mobil dengan kondisi mesin menyala dan dalam kondisi benar-benar tertutup, yang bisa mengakibatkan tak adanya pertukaran udara.

“Bila ada kecurigaan paparan CO, tindakan pertama adalah segera keluar ke udara segar, matikan sumber CO bila aman dilakukan, dan cari pertolongan medis segera,” tegasnya.

Sebagai informasi, ditemukannya pasutri yang meninggal dalam mobil di Gampong Keude Lueng Putu, Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh salah satunya diunggah oleh akun X @MiskinTV_. Meski begitu belum tampak jelas waktu tepatnya pasutri tersebut ditemukan.

“Pasangan suami istri ditemukan meninggal di dalam mobil. Dugaan sementara keduanya mengalami keracunan AC saat sedang istirahat dari mudik. Lokasi kejadian di gampong keude luengputu, kecamatan bandar baru, kabupaten pidie jaya, Aceh,” tulis caption unggahan akun tersebut, Rabu (25/3).

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra