← Beranda
Pahami 7 Pola Keringat Berdasarkan Situasi dan Kondisi, Bisa Ungkap Kesehatan Anda
Rabbany WanadrianiSenin, 23 Maret 2026 | 15.51 WIB
Ilustrasi orang yang berkeringat (Freepik)

JawaPos.com - Berkeringat adalah cara alami tubuh Anda untuk menjaga suhu tubuh tetap terkontrol.

Keringat diproduksi oleh kelenjar keringat yang ada di kulit, termasuk dahi, ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.

Keringat tidak hanya mengandung air tetapi juga garam.

Ketika keringat menguap dari kulit Anda, permukaan menjadi dingin, yang akhirnya membantu menjaga suhu tubuh.

Anda mungkin berpikir bahwa keringat hanyalah cara tubuh mendinginkan diri, namun, lebih dari itu.

Pola keringat mengungkapkan banyak hal tentang kesehatan Anda, seperti dilansir dari ndtv.

Baca Juga: Atasi Gejala PCOS dengan 6 Makanan Sehat Ini, Wanita Harus Tahu

1. Keringat berlebihan di seluruh tubuh (hiperhidrosis)

Jika Anda berkeringat banyak bahkan saat beristirahat, di ruangan yang sejuk atau tanpa berolahraga, ini mungkin merupakan tanda hyperhidrosis.

Penyebab umum adalah hipertiroidisme, diabetes, infeksi, menopause, atau kanker tertentu seperti limfoma.

Jika Anda mengalami keringat berlebih yang terus-menerus, membuat pakaian basah atau mengganggu kehidupan sehari-hari, Anda harus mengunjungi dokter.

2. Berkeringat terutama dari tangan, kaki, atau wajah

Keringat berlebih yang terlokalisasi di telapak tangan, telapak kaki, atau wajah biasanya disebut hiperhidrosis fokal primer.

Meskipun biasanya tidak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan sosial.

Pada beberapa orang, pola ini juga dapat memburuk dengan obat-obatan tertentu atau perubahan hormonal.

3. Keringat malam tanpa demam

Terbangun dengan tubuh basah kuyup oleh keringat, bahkan ketika ruangan sejuk dan Anda tidak berolahraga, bisa menjadi tanda bahaya.

Jika keringat malam terjadi berulang kali, disertai dengan penurunan berat badan, kelelahan, atau demam, hal itu tidak boleh diabaikan.

4. Berkeringat lebih sedikit dari normal atau anhidrosis

Beberapa orang berkeringat jauh lebih sedikit dari yang diharapkan, bahkan dalam cuaca panas atau saat berolahraga.

Ini dikenal sebagai anhidrosis atau hipohidrosis, terjadi karena kondisi yang merusak saraf.

Berkurangnya keringat meningkatkan risiko kelelahan akibat panas dan serangan panas karena tubuh tidak dapat mendinginkan dirinya sendiri dengan baik.

5. Keringat yang sangat asin

Jika keringat Anda terasa sangat asin, meninggalkan kerak putih di kulit, atau membuat mata perih, ini mungkin menandakan kehilangan elektrolit yang tinggi.

Hal ini dapat meningkatkan risiko hiponatremia (kekurangan natrium) pada orang yang banyak berkeringat dalam waktu lama, seperti mereka yang tinggal di iklim panas.

Baca Juga: Intip 6 Trik Menghindari Bercak Keringat di Baju saat Cuaca Panas

6. Keringat bersemangat dengan jantung berdebar atau wajah merah

Keringat berlebihan yang tiba-tiba dan hebat disertai detak jantung cepat, wajah memerah dapat mengindikasikan masalah hormonal atau vaskular.

Pola ini sering disertai dengan tekanan darah tinggi, sakit kepala, atau penurunan berat badan.

7. Perubahan bau keringat

Bau badan yang kuat, persisten, atau tidak biasa disertai keringat berlebih atau keringat yang lebih banyak dapat menjadi tanda perubahan metabolisme atau hormonal.

Misalnya, beberapa pengidap diabetes atau penyakit ginjal menggambarkan bau seperti logam atau amonia.

Di sisi lain, obat-obatan atau infeksi tertentu juga dapat mengubah bau keringat.

Baca Juga: 6 Tips Mengatasi Keringat Berlebih saat Cuaca Panas

EDITOR: Candra Mega Sari