JawaPos.com - Penyakit asam urat dewasa ini semakin masif dialami masyarakat di berbagai rentang usia.
Jika dulu asam urat dikenal sebagai penyakit orang tua atau lansia, kini asam urat bisa menyerang siapa saja tak terkecuali anak-anak di usia yang masih sangat muda.
Seperti salah satu pasien yang dikisahkan di laman Alodokter misalnya, umurnya baru menginjak 18 tahun tetapi ia positif terkena asam urat.
Diketahui, anak muda tersebut memiliki hasil kadar asam urat melebihi batas normal, yaitu 8 (maksimal 6,5 untuk wanita dan 7 untuk pria).
Lantas, apa penyebab asam urat yang mulai harus diwaspadai anak muda?
Apa Itu Asam Urat?
Menurut dr. Andrew Lienata melalui channel Youtube Halodoc, penyakit asam urat adalah sebuah kondisi yang bisa menyebabkan rasa sakit yang tidak tertahankan, bengkak, dan rasa panas pada area sendi.
"Semua bagian tubuh sebenarnya bisa terkena asam urat, tetapi asam urat biasanya sering terjadi pada sendi jari tangan, jari kaki, dan pergelangan kaki", ujarnya.
Kenapa Asam Urat Bisa Terjadi?
Secara alamiah, lanjut dr. Andrew, tubuh kita sebenarnya memproduksi sendiri senyawa asam urat untuk menguraikan purin. Purin tersebut nantinya akan dikeluarkan melalui urin saat buang air kecil.
Namun, pola hidup tidak sehat seperti kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi purin serta makanan-minuman manis bisa memicu peningkatan kadar asam urat.
"Nah, ketika hal itu terjadi, asam urat akan menumpuk dan mulailah terbentuk kristal asam urat tajam seperti jarum yang akan berkumpul di persendian dan jaringan sekitarnya", ujarnya.
Hal tersebutlah yang akan menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, hingga peradangan.
Gejala Asam Urat Itu Gimana?
Dr. Andrew menjelaskan, gejala umum penyakit asam urat adalah sendi tiba-tiba terasa nyeri, terutama di malam hari.
"Nyeri tersebut bisa sampai mengganggu aktivitas seperti berjalan. Dalam hitungan jam, rasa nyeri bisa berkembang semakin parah disertai pembengkakan, kemerahan, serta rasa panas", pungkasnya.
Setelah gejalanya mereda, pembengkakan pun mengempis dan kulit di area sendi bisa tampak bersisik, mengelupas, hingga terasa gatal.
Meskipun gejalanya dapat sembuh dengan sendirinya, pengobatan tetap diperlukan untuk mencegah kekambuhan di kemudian hari.
Penyebab dan Kondisi yang Berisiko Terkena Asam Urat
Berdasarkan laman RS Pondok Indah, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami peningkatan kadar asam urat, antara lain:
1. Pola Makan Tidak Seimbang
Ketika seseorang sering mengonsumsi makanan tinggi purin, maka hal ini bisa menyebabkan peningkatan kadar asam urat. Contoh makanan tinggi purin adalah daging merah, jeroan, seafood, kacang-kacangan, makanan serta manis.
2. Berat Badan Berlebih
Berat badan berlebih juga bisa menyebabkan peningkatan produksi asam urat. Selain itu, beban kerja ginjal juga meningkat untuk mengeluarkan zat sisa ini. Kondisi ini bisa memicu hyperuricemia atau tingginya kadar asam urat dalam darah.
3. Jenis Kelamin
Laki-laki diketahui lebih berisiko mengalami peningkatan asam urat, sedangkan perempuan berisiko mengalaminya ketika sudah menopause. Namun, tidak menutup kemungkinan siapa pun bisa terkena jika tidak menjaga pola hidup sehat.
4. Riwayat Keluarga
Jika salah satu anggota keluarga mengalami asam urat tinggi, maka peluang seseorang mengalami hal serupa juga lebih besar.
5. Kondisi Kesehatan
Orang yang mengalami hipotiroid, hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal lebih rentan mengalami peningkatan kadar asam urat, karena kondisi ini bisa mengganggu fungsi ginjal dalam mengeluarkan asam urat.
6. Konsumsi Obat Tertentu
Konsumsi obat tertentu seperti obat antihipertensi akan menyebabkan kadar asam urat makin pekat, sehingga kadar asam urat pun makin meningkat.
Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyakit asam urat yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak muda. Mulai dari sekarang, yuk jaga kondisi tubuh dengan menjaga pola hidup sehat agar tubuh tetap fit dan terhindar dari berbagai penyakit.