← Beranda
Agar Tidak Sesak Napas, Hindari 5 Hal Pemicu Gejala Asma Ini
Muhammad Irvan Aditya SudarwantoJumat, 12 September 2025 | 02.29 WIB
Ilustrasi Seseorang Mengalami Gejala Asma (Freepik.com)

JawaPos.com - Asma merupakan salah satu penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak napas, batuk, dan bunyi mengi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Dikutip dari alomedika.com, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi asma pada semua kelompok usia di Indonesia mencapai 2,4%.

Selain itu, data Riseksdas juga menunjukkan bahwa prevalensi penderita asma anak di Indonesia usia 1-4 tahun sebesar 1,6% dan usia 5-14 tahun sebesar 1,9%.

Dikutip dari alodokter.com, serangan asma dapat dipicu oleh berbagai faktor diantanya seperti, lingkungan, makanan, aktivitas sehari-hari maupun genetik.

Oleh karena itu, memahami pantangan yang memicu gejala asma merupakan hal yang penting untuk mencegah gejala tersebut. Berikut 5 hal yang harus dihindari oleh penderita asma, sebagaimana dilansir dari halodoc.com:

1, Hindari Tempat yang Terpapar Debu

Debu merupakan musuh berat bagi pengidap asma. umumnya debu yang berasal dari lingkungan sekitar dapat masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan reaksi alergi.

Pengidap asma disarankan untuk tinggal dalam lingkungan yang sehat dan terhindar dari paparan debu. Apabila ingin berpergian, pastikan menggunakan masker.

Selain itu, disarankan untuk membersihkan kamar dan rumah sesering mungkin untuk terhindar dari debu, baik itu dari perabotan yang sudah usang, maupun dari cat dinding.

2. Udara Dingin dan Lembap

Perubahan suhu yang ekstrim dapat memicu gejala asma, contohnya perpindahan dari ruangan ber-AC ke luar ruangan yang panas, begitu pun sebaliknya.

Udara yang dingin, terutama di pagi atau malam hari, serta lingkungan yang lembap dapat membuat saluran napas lebih sensitif.

Baca Juga: 7 Makanan Pemicu dan Pereda Asma yang Perlu Diketahui

3. Memelihara Hewan Berbulu

Hewan yang memiliki bulu dapat memicu gejala asma. Pasalnya bulu hewan cenderung mudah rontok dan ringan sehingga mudah melayang terbawa oleh angin, contohnya seperti bulu anjing dan kucing.

Bulu yang rontok ini, kemudian terhirup oleh pengidap asma sehingga menyebabkan gejala asma kambuh. Selain bulu hewan, partikel kotor yang berasal dari hewan seperti air liur dan kulit juga dapat memicu gejala asma.

Oleh karena itu, sebaiknya dihindari untuk memelihara hewan yang berbulu tersebut.

3. Intensitas Olahraga yang Berat

Olahraga berat dapat membuat napas menjadi terengah-engah. Intensitas aktivitas yang cukup berat ini dapat memicu gejala asma. Sebelum memutuskan olahraga, sangat dianjurkan untuk konsultasi kepada dokter untuk memastikan kegiatan fisik yang tepat.

Beberapa olahraga yang cocok dapat dilakukan oleh pengidap asma adalah olahraga yang tidak memerlukan gerakan yang berlebihan, pernapasan panjang dan membutuhkan waktu lama. misalnya seperti, jalan santai, yoga, gymnastic, hingga renang.

Sementara olahraga yang perlu dihindari di antaranya yaitu, aerobik, sepak bola, basket, lari, dan olahraga yang berada di tempat dingin seperti ski dan menyelam.

4. Stres dan Emosi yang Berlebihan

Penyakit asma ternyata tidak hanya melalui faktor dari lingkungan, namun juga dari psikis contohnya emosi yang tidak stabil. Tekanan emosi seperti cemas, rasa takut bahkan gembira dapat berpotensi timbul gejala asma.

Tekanan emosi yang terlalu kuat memicu perubahan denyut jantung yang kuat. Perubahan denyut jantung tersebut akan menyebabkan perubahan pola pernapasan dan memicu serangan asma.

Oleh karena itu, menjaga stres dan emosi tetap stabil, dapat mencegah gejala asma. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah