← Beranda
Gejala HIV Bisa Berbeda pada Pria dan Wanita, Kenali Tanda-tandanya Sejak Dini
Betty Khasandra PujayantiRabu, 3 September 2025 | 04.05 WIB
ILUSTRASI: Nyeri panggul berlebihan bisa jadi tanda HIV pada wanita. (Canva)

JawaPos.com - Gejala Human Immunodeficiency Virus atau HIV pada pria dan wanita cukup berbeda, terutama pada fase awal infeksi.

Deteksi dini terhadap tanda-tanda HIV sangat penting agar penanganan infeksi dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Kesadaran akan perbedaan gejala HIV pada pria dan wanita membantu masyarakat lebih waspada dan memotivasi individu untuk melakukan pemeriksaan secara rutin.

Dirangkum dari laman Halodoc.com, berikut ini perbedaan gejala HIV pada pria dan wanita yang penting dikenali sejak fase awal infeksi.

Tanda-tanda HIV pada Pria

Tanda HIV pada pria yang pertama meliputi nyeri testis yang muncul sebagai respons tubuh terhadap infeksi virus yang menyerang sistem reproduksi.

Gangguan ereksi juga dapat menjadi gejala awal HIV pada pria karena virus memengaruhi sirkulasi darah dan fungsi hormon yang normal.

Lalu, pria juga mengalami infeksi jamur secara berulang karena sistem kekebalan pria mulai melemah akibat aktivitas virus sehingga tubuh kesulitan melawan infeksi.

Mereka juga akan mendapat ruam pada kulit, berupa bercak merah atau bintik kecil di berbagai bagian tubuh sebagai respons tubuh terhadap infeksi HIV.

Baca Juga: 6 Shio Paling Beruntung Menarik Kekayaan dan Kelimpahan Mulai 3 September 2025, Menurut Ramalan Astrologi Tiongkok

Tanda-tanda HIV pada Wanita

Dilansir dari laman Alodokter.com, tanda HIV pada wanita meliputi menstruasi tidak teratur yang dapat muncul akibat perubahan hormonal atau respons tubuh terhadap infeksi.

Keputihan abnormal juga menjadi salah satu tanda infeksi HIV pada wanita, biasanya disertai rasa gatal atau bau tidak sedap.

Tanda lain yang bisa dialami adalah infeksi jamur karena tubuh wanita sulit melawan mikroorganisme akibat penurunan daya tahan tubuh.

Gejala yang paling sering dialami oleh wanita ketika terinfeksi virus ini adalah nyeri panggul atau perut bagian bawah yang menandakan adanya peradangan internal.

Mengenali gejala HIV secara spesifik pada pria dan wanita membantu deteksi lebih dini sehingga penanganan dapat segera dijalankan dengan efektif.

Pemeriksaan rutin menjadi langkah penting bagi individu yang berisiko, sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga sistem kekebalan tubuh mereka.

Dengan memahami perbedaan gejala HIV, masyarakat dapat lebih waspada, meminimalkan risiko penularan, dan meningkatkan peluang kesembuhan bagi pengidap sejak tahap awal.

EDITOR: Hanny Suwindari