← Beranda
Banyak Orang Tidak Tahu, Begini Ciri-Ciri Saraf Kejepit yang Harus Diwaspadai
Betty Khasandra PujayantiSabtu, 30 Agustus 2025 | 17.30 WIB
Ilustrasi penderita saraf kejepit di area leher punggung. (Canva)

JawaPos.com - Banyak orang tidak tahu bahwa ciri-ciri saraf kejepit bisa sangat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup seseorang.

Saraf kejepit umumnya terjadi pada satu sisi tubuh saja yang bisa memengaruhi kemampuan bergerak, menoleh, hingga melakukan peregangan tubuh.

Dilansir dari laman Halodoc.com, saraf kejepit harus segera dikenali sejak awal agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Berikut ini merupakan ciri-ciri dari kondisi saraf kejepit yang perlu diwaspadai agar tidak semakin parah.

Baca Juga: Tak Hanya di Punggung, Ini 6 Jenis Saraf Kejepit yang Bisa Dialami Tubuh

1. Rasa Nyeri yang Intens

Ciri pertama saraf kejepit adalah munculnya rasa nyeri yang intens, sering disertai sensasi terbakar di area tertentu.

Rasa sakit ini dapat mengganggu tidur sehingga istirahat cukup sangat penting untuk membantu proses pemulihan alami tubuh.

Pengidap juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri ringan, termasuk obat antiinflamasi nonsteroid, sesuai anjuran dokter apabila gejala semakin parah.

Baca Juga: Sakit Kepala Tak Kunjung Reda? Waspadai Gejala yang Harus Diperiksakan ke Dokter Saraf

2. Mati Rasa dan Penurunan Kepekaan

Ciri kedua saraf kejepit adalah mati rasa, kebas, atau menurunnya kepekaan pada area atau bagian tubuh tertentu.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh postur tubuh buruk yang memberi tekanan berlebihan pada tulang belakang maupun otot.

Postur tubuh bisa diubah dengan penggunaan kursi, meja, atau perangkat kerja ergonomis bisa membantu mengurangi tekanan dan gejala tersebut.

Selain itu, meninggikan layar komputer setara mata atau memakai workstation berdiri membantu menjaga tulang belakang lebih fleksibel.

3. Sensasi Kesemutan atau Tertusuk Jarum

Ciri saraf kejepit berikutnya adalah munculnya kesemutan atau sensasi seperti tertusuk jarum pada area tubuh tertentu.

Cara sederhana meredakannya adalah mengompres hangat selama beberapa menit untuk memperlancar aliran darah serta fungsi saraf.

Pengulangan kompres hangat secara rutin tiga kali sehari efektif membantu mengurangi kesemutan akibat saraf kejepit.

4. Ketegangan hingga Kesulitan Bergerak

Ciri lainnya adalah ketegangan otot yang membuat tangan atau kaki sulit digerakkan secara normal, bahkan tak jarang hingga terasa nyeri.

Untuk itu, perlu melakukan peregangan ringan atau yoga sehingga tekanan pada area saraf bisa mereda, tetapi tidak disarankan dilakukan secara berlebihan.

Jika nyeri muncul saat peregangan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter saraf agar tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut.

Dilansir dari laman RS Pondok Indah, diagnosis saraf kejepit umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik, termasuk penilaian kekuatan otot, refleks, dan sensasi pada tubuh.

Tes tambahan seperti studi konduksi saraf (NCS) atau elektromiografi (EMG) digunakan untuk mengetahui tingkat keparahan dan lokasi masalah.

Selain itu, metode pencitraan seperti MRI, CT scan, atau rontgen dapat membantu dokter menemukan penyebab saraf kejepit dengan lebih jelas.

Jika tidak segera ditangani, saraf kejepit dapat menimbulkan komplikasi yang berdampak pada kualitas hidup penderitanya.

Maka dari itu, penting untuk mengenali ciri-ciri saraf kejepit sejak awal agar segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho