← Beranda
Bikin Nagih, Tapi Ternyata Makanan Pedas Miliki 6 Bahaya Negatif Bagi Kesehatan Lho
Hanny SuwindariSabtu, 15 Juni 2024 | 14.30 WIB
Resep Mie Pedas Gacoan ala Henji Wong. (TikTok Henjiwong)

JawaPos.com - Mengonsumsi makanan pedas bisa memiliki beberapa efek samping potensial tergantung pada individu dan seberapa pedas makanan tersebut.

Beberapa bahaya atau efek negatif yang mungkin timbul termasuk:

1. Iritasi Lambung

Makanan pedas dapat menyebabkan iritasi pada lambung bagi beberapa orang, terutama jika mereka memiliki masalah pencernaan seperti gastritis atau tukak lambung.

2. Sembelit atau Diare

Makanan pedas dapat mempengaruhi pola buang air besar seseorang. Beberapa orang mungkin mengalami sembelit, sementara yang lain bisa mengalami diare.

3. Peningkatan Produksi Asam Lambung

Makanan pedas dapat merangsang produksi asam lambung, yang bisa memperburuk gejala bagi mereka yang menderita penyakit refluks asam atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

4. Risiko Gangguan Pencernaan

Beberapa orang dapat mengalami ketidaknyamanan pencernaan seperti kembung, perut mulas, atau gas setelah mengonsumsi makanan pedas.

5. Respon Alergi

Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele, Ternyata Meditasi Sangat Bermanfaat Bagi Kesehatan Mental Lho

Meskipun jarang terjadi, ada kemungkinan seseorang bisa memiliki reaksi alergi terhadap bahan-bahan tertentu dalam makanan pedas.

6. Efek pada Mulut dan Bibir

Mengonsumsi makanan yang sangat pedas dapat menyebabkan rasa terbakar yang kuat pada mulut dan bibir, bahkan hingga terjadi luka kecil atau peradangan.

Meskipun demikian, tidak semua orang akan mengalami masalah ini setiap kali mereka mengonsumsi makanan pedas.

Beberapa orang bahkan menikmati manfaat kesehatan dari makanan pedas, seperti peningkatan metabolisme atau efek analgesik ringan.

Penting untuk diingat bahwa respons tubuh terhadap makanan pedas dapat bervariasi secara signifikan antar individu.

Jika Anda memiliki kekhawatiran kesehatan tertentu terkait konsumsi makanan pedas, konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk saran yang lebih spesifik.

EDITOR: Hanny Suwindari