← Beranda
Indonesia Peringkat Kelima Terbanyak Penyakit Diabetes
Dimas Nur ApriantoSelasa, 16 Januari 2024 | 04.57 WIB
Ilustrasi peringatan bahaya Diabetes

JawaPos.com–Penderita diabetes di Indonesia mencapai 19,47 juta jiwa berdasar data Internasional Diabetes Federation pada 2021. Angka itu diprediksi akan terus bertambah menjadi 23 juta orang pada 2030.

Indonesia menduduki pasien diabetes peringkat kelima di dunia. Jumlah itu belum termasuk angka pengidap pra diabetes.

Faktor pencetus meningkatnya penderita diabetes terutama tipe 2 antara lain karena perilaku kesehatan yang buruk, konsumsi berlebihan kalori, karbohidrat, lemak, dan gula sederhana. Selain itu, kurang aktif bergerak, merokok, minum alkohol, dan tingkat stres yang tinggi.

Dokter residen spesialis okupasi dr Olive Indri Leksmana menuturkan, komplikasi diabetes dapat menyebabkan retinopati (katarak dan kebutaan), stroke, amputasi tangan atau kaki, kerusakan saraf, disfungsi ereksi, penyakit jantung dan pembuluh darah, gagal ginjal, sampai kematian.

”Ada banyak cara melawan diabetes,” kata dr Olive saat acara peluncuran produk Milchrom PT KK Indonesia di Hotel Santika Gubeng, Surabaya.

Cara melawan diabetes itu, lanjut dia, seperti memberikan asupan gizi seimbang, mengurangi makanan dan minuman tinggi gula, karbohidrat, serta lemak jenuh. Kemudian juga memperbanyak vitamin, mineral, lemak sehat, maupun makanan berserat.

”Jangan lupa cek gula darah secara berkala, tidak sering duduk lama, berhenti merokok, dan berhenti minum alkohol, perbanyak minum air putih, dan kelola stres dengan rutin berolahraga,” sambung Olive.

Dia menambahkan, obat dan suplemen bisa dikonsumsi apabila diperlukan. Dia juga menyarankan pentingnya konsumsi kromium dan Vitayang Milchrom. Vitayang Milchrom merupakan food supplement berbahan organik yang mampu membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan aktivitas insulin.

Terpisah, Founder PT KK Indonesia Dato Dr Andrew Ho mengungkapkan, Milchrom merupakan produk jenis food supplement untuk mencegah hingga mengobati diabetes bahkan dapat dikonsumsi vegetarian.

”Karena produk ini organik dan alamiah, bukan obat. Tetapi memberikan kesan obat yang sangat luar biasa," kata Dato Andrew Ho.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah