JawaPos.com – Minuman manis memang nikmat dikonsumsi ketika sedamg haus. Terlebih diminum ketika dingin disaat cuaca panas. Tapi, meminum minuman manis ternyata tidak dianjurkan untuk anak-anak.
Penelitian dari Scientific Advisory Committee on Nutrition menunjukkan, pola makan tinggi gula cenderung tinggi kalori dan bisa berdampak pada kesehatan jantung. Minuman manis menjadi sumber gula terbesar bagi anak-anak dan remaja.
Umumnya minuman manis tidak mengandung nutrisi apapun, hanya kalori dan kandungan gula yang terkandung di dalamnya. Berikut ini efek yang ditimbulkan oleh tubuh, ketika rutin mengonsumsi minuman manis terutama pada anak-anak.
1. Penyakit hati
Ketika mengonsumsi terlalu banyak minuman manis yang mengandung gula, akan memberikan tekanan berlebih pada hati kita. Menurut Journal of Hepatology, meningkatkan konsumsi gula dalam bentuk sirup jagung memiliki kaitan langsung dengan meningkatnya angka penyakit dan kegagalan hati. Dalam jurnal Nutrients menunjukkan, bahwa gula pun menyebabkan penyakit hati berlemak non alkohol.
2. Meningkatkan penyakit jantung
Mengonsumsi minuman manis berpotensi meningkatkan risiko komplikasi jantung dan kardiovaskular. Menurut Journal of Nutrition, peningkatan asupan gula berkaitan langsung dengan masalah jantung.
Baik orang dewasa maupun anak-anak yang mengonsumsi minuman dengan kandungan gula berlebih menyebabkan penumpukan lemak yang menyebabkan masalah jantung.
Penelitian lain dalam The Journal of Endocrinology and Metabolism, lemak visceral yang sama berhubungan dengan penyakit jantung, resistensi insulin yang menyebabkan diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.
3. Kecanduan gula
Minuman ringan yang mengandung pemanis membantu melepaskan dopamine, menciptakan efek merangsang, hingga membuat ketagihan sampai menjadi ketergantungan. Penelitian di jurnal Clinical Nutrition and Metabolic Care mengungkapkan, makanan dan minuman seperti soda dan jus memiliki peluang yang tinggi untuk membuat kecanduan gula. Kecanduan ini dapat menyebabkan individu mengalami obesitas dan berbagai masalah kesehatan lainnya di kemudian hari.
4. Kerusakan gigi
Anak-anak yang gemar mengonsumsi minuman manis, akan merasakan gigi berlubang. Kandungan sukrosa dalam minuman manis dapat membahayakan gigi dan mulut. Studi di American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, adanya hubungan jelas antara asupan gula dan kerusakan gigi.
5. Penambahan berat badan
Fruktosa dalam kandungan minuman manis tidak menurunkan hormon kelaparan, sehingga ketika mengonsumsi minuman manis tidak membuat merasa lebih kenyang. Penelitian menunjukkan, bahaya minuman manis bagi orang yang mengonsumsi secara teratur mengalami kenaikan berat badan lebih. Selain itu, studi pada anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas sebanyak 60 persen.
6. Risiko kanker pankreas
Pankreas adalah bagian tubuh yang menanggung beban berat ketika kita mencoba memproses semua gula dalam tubuh. Menurut studi dari Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, peningkatan konsumsi minuman ringan menyebabkan peningkatan risiko terkena kanker pankreas.
7. Diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 ditandai dengan peningkatan kadar gula darah karena resistensi atau kekurangan insulin. Hal ini karena terlalu banyak fruktosa sehingga meningkatkan resistensi insulin.
Sebuah studi menunjukkan, dengan mengonsumsi gula sebanyak 150 kalori per hari meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 1,1 persen.