JawaPos.com - Banyak orang mengira pasangan yang tepat adalah seseorang yang membuat kita selalu merasa bahagia, tidak pernah bertengkar, atau selalu memiliki pemikiran yang sama. Padahal, menurut psikologi hubungan, hubungan yang sehat bukanlah hubungan yang bebas dari masalah.
Hubungan yang sehat justru ditandai oleh kemampuan dua orang untuk menghadapi perbedaan, membangun rasa aman, dan tetap saling menghargai ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.
Ketertarikan fisik mungkin menjadi alasan seseorang jatuh cinta. Kesamaan hobi mungkin membuat hubungan terasa menyenangkan. Namun, untuk membangun hubungan jangka panjang, ada hal-hal yang jauh lebih penting daripada sekadar chemistry.
Pasangan yang benar-benar tepat untuk Anda biasanya membuat Anda merasa aman untuk menjadi diri sendiri. Dia tidak selalu mengatakan apa yang ingin Anda dengar, tetapi mampu mengatakan apa yang perlu Anda dengar dengan cara yang tetap menghargai Anda.
Lalu, apa saja tanda-tandanya?
Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (23/8), terdapat enam tanda yang secara psikologis dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki kualitas yang sangat baik sebagai pasangan jangka panjang.
1. Anda merasa aman menjadi diri sendiri di dekatnya
Salah satu tanda paling penting dalam hubungan yang sehat adalah rasa aman secara emosional.
Ketika bersama pasangan yang tepat, Anda tidak merasa harus terus-menerus memainkan peran tertentu agar dicintai. Anda tidak perlu berpura-pura selalu kuat, selalu ceria, selalu sempurna, atau selalu setuju dengannya.
Anda bisa mengatakan, "Aku sedang tidak baik-baik saja."
Anda bisa mengakui kesalahan.
Anda bisa memiliki pendapat yang berbeda.
Bahkan, Anda bisa menunjukkan sisi diri yang tidak terlalu Anda sukai tanpa merasa bahwa pasangan akan langsung meninggalkan atau merendahkan Anda.
Rasa aman seperti ini sangat penting karena hubungan yang sehat membutuhkan keterbukaan. Jika seseorang terus-menerus takut bahwa kejujuran akan membuatnya dihukum, ditolak, atau ditinggalkan, lama-kelamaan dia akan belajar menyembunyikan perasaannya.
Sebaliknya, pasangan yang tepat membuat Anda merasa bahwa hubungan tersebut adalah tempat di mana Anda boleh menjadi manusia biasa.
Bukan berarti dia akan selalu menyetujui semua perilaku Anda. Pasangan yang sehat tetap dapat memberikan kritik atau batasan. Perbedaannya adalah kritik tersebut tidak bertujuan menghancurkan harga diri Anda.
Misalnya, ada perbedaan besar antara:
"Aku tidak suka cara kamu berbicara kepadaku tadi. Kita bisa membicarakannya, tetapi aku ingin kita saling menghormati."
dan:
"Kamu memang selalu menyebalkan. Tidak ada yang tahan denganmu."
Kalimat pertama membahas perilaku dan membuka ruang untuk perbaikan. Kalimat kedua menyerang identitas seseorang.
Jika bersama pasangan Anda dapat menjadi diri sendiri tanpa kehilangan rasa hormat dan keamanan, itu adalah tanda yang sangat berharga.
2. Ketika terjadi konflik, dia tidak berusaha menghancurkan Anda
Jangan menilai kualitas sebuah hubungan hanya ketika semuanya berjalan baik.
Lihat bagaimana seseorang memperlakukan Anda ketika dia marah.
Setiap pasangan pasti memiliki konflik. Dua orang dengan latar belakang, pengalaman, kebutuhan, dan cara berpikir yang berbeda tidak mungkin selalu sepakat.
Yang membedakan hubungan sehat dan tidak sehat bukan keberadaan konflik, melainkan cara menghadapi konflik tersebut.
Pasangan yang tepat tidak menjadikan pertengkaran sebagai kesempatan untuk mempermalukan Anda.
Dia tidak sengaja mengungkit semua kelemahan Anda.
Dia tidak mengancam putus setiap kali terjadi perbedaan pendapat.
Dia tidak menggunakan diam sebagai alat untuk menghukum.
Dan dia tidak merasa harus "menang" dalam setiap percakapan.
Sebaliknya, dia berusaha memahami masalah yang sebenarnya.
Kadang dia mungkin membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Itu normal. Bahkan mengambil jeda ketika emosi sedang tinggi dapat menjadi hal yang sehat jika dilakukan dengan komunikasi yang jelas.
Misalnya:
"Aku sedang terlalu emosi. Aku ingin menenangkan diri dulu. Nanti malam kita lanjutkan pembicaraan ini."
Kalimat seperti itu sangat berbeda dari menghilang berhari-hari tanpa penjelasan.
Pasangan yang tepat memahami bahwa masalah yang sedang dihadapi adalah masalah bersama, bukan pertandingan antara "aku melawan kamu."
Dalam hubungan yang matang, pertanyaannya bukan:
"Siapa yang menang?"
Melainkan:
"Bagaimana kita menyelesaikan ini tanpa saling menghancurkan?"
3. Perkataannya sesuai dengan tindakannya
Salah satu indikator penting dalam menilai seseorang adalah konsistensi.
Bukan seberapa indah dia berbicara.
Bukan seberapa sering dia mengatakan "Aku sayang kamu."
Tetapi apakah perilakunya secara konsisten menunjukkan hal yang sama.
Seseorang mungkin berkata bahwa dia menghargai Anda. Tetapi apakah dia menghargai batasan Anda?
Dia mungkin mengatakan bahwa Anda penting baginya. Tetapi apakah dia menyediakan waktu untuk hubungan tersebut?
Dia mungkin berjanji akan berubah. Tetapi apakah ada usaha nyata yang terlihat?
Dalam hubungan jangka panjang, konsistensi sering kali jauh lebih bermakna daripada gestur romantis yang sesekali.
Pasangan yang tepat tidak harus sempurna. Dia bisa lupa, melakukan kesalahan, atau mengecewakan Anda sesekali.
Yang penting adalah bagaimana dia merespons setelah melakukan kesalahan.
Apakah dia menyangkal?
Apakah dia menyalahkan Anda?
Atau dia mampu mengatakan:
"Aku salah. Aku mengerti kenapa kamu terluka. Aku akan berusaha memperbaikinya."
Perubahan nyata tidak selalu terjadi dalam satu malam. Tetapi seseorang yang serius terhadap hubungan biasanya menunjukkan kemauan untuk belajar dari kesalahannya.
Karena itu, jangan hanya mendengarkan apa yang seseorang katakan ketika sedang romantis.
Perhatikan pola perilakunya dari waktu ke waktu.
Kata-kata memberi informasi. Konsistensi memberikan bukti.
4. Dia mendukung pertumbuhan Anda, bukan merasa terancam olehnya
Pasangan yang tepat tidak merasa bahwa kesuksesan Anda adalah ancaman terhadap dirinya.
Dia tidak harus selalu menjadi orang yang paling hebat.
Dia tidak merasa kehilangan nilai hanya karena Anda berkembang.
Justru, dia dapat merasa bahagia ketika Anda mendapatkan kesempatan baru, mencapai tujuan, belajar sesuatu, atau menjadi versi diri yang lebih baik.
Hubungan yang sehat memberikan ruang bagi dua orang untuk berkembang sebagai individu.
Anda tetap memiliki teman.
Anda tetap memiliki minat pribadi.
Anda tetap memiliki tujuan.
Anda tetap memiliki kehidupan di luar hubungan.
Ini bukan berarti hubungan menjadi tidak penting.
Justru sebaliknya.
Hubungan yang sehat tidak dibangun dengan cara menghilangkan identitas masing-masing. Hubungan yang sehat memungkinkan dua individu yang utuh untuk memilih berjalan bersama.
Perhatikan bagaimana pasangan merespons ketika Anda berkembang.
Apakah dia mengatakan:
"Aku bangga sama kamu."
Atau justru:
"Sejak kamu sukses, kamu berubah."
Tentu saja, tidak semua komentar seperti itu otomatis berarti hubungan tidak sehat. Terkadang pasangan memang dapat merasa kehilangan waktu bersama atau membutuhkan penyesuaian.
Namun, jika seseorang secara konsisten meremehkan impian Anda, menghambat perkembangan Anda, atau membuat Anda merasa bersalah karena ingin maju, itu patut diperhatikan.
Pasangan yang tepat tidak ingin Anda mengecil agar dia merasa lebih besar.
Dia ingin melihat Anda tumbuh.
5. Anda bisa membicarakan hal-hal sulit tanpa merasa harus berjalan di atas kulit telur
Ada hubungan yang terlihat romantis dari luar, tetapi salah satu orang di dalamnya selalu merasa takut.
Takut mengatakan pendapat.
Takut menolak.
Takut membicarakan uang.
Takut mengatakan bahwa dirinya terluka.
Takut meminta sesuatu.
Takut membuat pasangan marah.
Jika seseorang selalu merasa harus berhati-hati agar tidak memicu reaksi pasangan, hubungan tersebut mungkin tidak memberikan keamanan emosional yang cukup.
Pasangan yang tepat tidak berarti seseorang yang selalu tenang.
Dia bisa marah.
Dia bisa kecewa.
Dia bisa memiliki emosi yang kuat.
Tetapi Anda tetap dapat membicarakan masalah tanpa merasa bahwa Anda akan dihukum karena mengungkapkan kebutuhan.
Kemampuan membicarakan topik sulit adalah salah satu fondasi penting hubungan jangka panjang.
Topik seperti keuangan, keluarga, masa depan, batasan pribadi, pekerjaan, kehidupan sosial, dan ekspektasi dalam hubungan mungkin tidak selalu menyenangkan.
Tetapi hubungan yang matang tidak menghindari semua percakapan sulit.
Pasangan yang tepat bersedia duduk bersama Anda dan berkata:
"Kita mungkin tidak sepakat, tetapi mari kita cari jalan keluarnya."
Itulah kedewasaan emosional.
Bukan tidak pernah memiliki masalah, tetapi mampu membicarakan masalah tanpa menjadikan pasangan sebagai musuh.
6. Anda merasa dicintai sekaligus dihormati
Cinta saja tidak selalu cukup.
Seseorang bisa sangat mencintai pasangannya, tetapi tetap memperlakukannya dengan cara yang tidak sehat.
Karena itu, salah satu tanda paling penting adalah ketika rasa cinta berjalan bersama rasa hormat.
Pasangan yang tepat tidak hanya menginginkan Anda berada di sisinya. Dia juga menghargai Anda sebagai individu.
Dia menghormati batasan Anda.
Dia menghargai pendapat Anda.
Dia tidak merendahkan Anda di depan orang lain.
Dia tidak menggunakan kelemahan Anda sebagai senjata.
Dia tidak merasa memiliki hak untuk mengontrol seluruh kehidupan Anda hanya karena kalian sedang menjalin hubungan.
Dan ketika Anda mengatakan "tidak", dia memahami bahwa Anda memiliki hak untuk mengatakan tidak.
Rasa hormat juga terlihat dalam hal-hal kecil.
Bagaimana dia berbicara kepada Anda ketika tidak ada orang lain yang melihat?
Bagaimana dia memperlakukan Anda ketika Anda melakukan kesalahan?
Bagaimana dia berbicara tentang Anda kepada teman-temannya?
Bagaimana dia memperlakukan waktu, pekerjaan, batasan, dan kebutuhan Anda?
Hubungan yang sehat bukan hanya tentang perasaan "aku sangat mencintainya."
Tetapi juga:
"Aku menghargai dia sebagai manusia."
Ketika dua hal tersebut hadir bersamaan, hubungan memiliki fondasi yang jauh lebih kuat.
Jadi, Apakah Enam Tanda Ini Berarti Dia Pasti "Orang yang Tepat"?
Tidak ada daftar psikologi yang dapat menjamin bahwa seseorang adalah pasangan yang sempurna untuk Anda.
Hubungan manusia terlalu kompleks untuk dinilai hanya berdasarkan enam tanda.
Seseorang bisa memiliki banyak kualitas baik tetapi tetap tidak cocok dengan Anda dalam hal nilai hidup, tujuan masa depan, atau kebutuhan tertentu.
Karena itu, lebih tepat melihat tanda-tanda di atas sebagai indikator hubungan yang sehat, bukan sebagai tes untuk menentukan apakah seseorang adalah "jodoh" Anda.
Yang juga penting adalah bagaimana Anda merasa dalam hubungan tersebut dalam jangka panjang.
Apakah Anda merasa lebih bebas menjadi diri sendiri?
Apakah Anda merasa dihargai?
Apakah Anda dapat berkembang?
Apakah konflik dapat diselesaikan?
Apakah Anda merasa aman untuk berbicara?
Apakah pasangan Anda menunjukkan cinta melalui perilaku, bukan hanya kata-kata?
Jika sebagian besar jawabannya adalah "ya", Anda mungkin sedang berada dalam hubungan yang memiliki fondasi yang sangat baik.
Jangan Mencari Pasangan yang Sempurna
Salah satu kesalahan terbesar dalam mencari pasangan adalah mencari seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan.
Orang seperti itu tidak ada.
Pasangan yang baik tetap bisa lupa.
Dia bisa salah bicara.
Dia bisa memiliki hari yang buruk.
Dia bisa memiliki kekurangan.
Dia bahkan mungkin memiliki beberapa sifat yang berbeda jauh dari Anda.
Yang lebih penting adalah apakah dia memiliki kemauan untuk memperbaiki diri dan menjaga hubungan.
Hubungan yang kuat tidak dibangun oleh dua orang yang sempurna.
Hubungan yang kuat dibangun oleh dua orang yang bersedia belajar.
Mereka belajar meminta maaf.
Mereka belajar mendengarkan.
Mereka belajar memahami kebutuhan satu sama lain.
Mereka belajar menghadapi konflik.
Mereka belajar memberikan ruang.
Dan yang paling penting, mereka belajar mencintai tanpa kehilangan rasa hormat.
Pada akhirnya, pasangan yang tepat mungkin bukan orang yang membuat hidup Anda selalu terasa seperti film romantis.
Dia adalah orang yang ketika kehidupan menjadi sulit, Anda tetap merasa:
"Aku tidak sendirian menghadapi ini."
Dan mungkin, justru itulah salah satu bentuk cinta yang paling dewasa.