← Beranda
Bukan Sekadar Kebiasaan, 7 Alasan Orang Suka Mendengarkan Lagu Berulang Kali
Mohammad Maulana IqbalJumat, 21 Agustus 2026 | 00.38 WIB
ciri perilaku orang yang mendengarkan lagu berulang kali menurut Psikologi

JawaPos.com - Musik memiliki tempat yang berbeda dalam kehidupan setiap orang. Ada yang mendengarkannya sekadar sebagai hiburan, ada pula yang menjadikannya teman ketika sedang bekerja, bersantai, atau menghadapi suasana hati tertentu.

Menariknya, sebagian orang memiliki kebiasaan memutar lagu yang sama berkali-kali. Bahkan, satu lagu bisa didengarkan berulang tanpa merasa bosan. Dalam psikologi musik, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai pengalaman emosional, ingatan, serta cara seseorang mengatur suasana hatinya.

Namun, kebiasaan ini tidak bisa digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang secara pasti. Alasan seseorang menyukai lagu tertentu sangat personal dan dapat berbeda antara satu orang dengan lainnya.

Dilansir dari Geediting, berikut tujuh kemungkinan ciri atau alasan psikologis di balik kebiasaan mendengarkan lagu yang sama berulang kali.

Baca Juga: 7 Kualitas yang Sering Dimiliki Orang yang Banyak Bicara Saat Gugup Menurut Psikologi

1. Menyukai Hal yang Familiar dan Memberikan Rasa Aman

Orang yang sering mengulang lagu favorit mungkin menikmati rasa nyaman dari sesuatu yang sudah dikenalnya.

Ketika melodi, lirik, dan ritme sudah diketahui, otak tidak perlu beradaptasi dengan kejutan dari lagu baru. Hal tersebut dapat menciptakan pengalaman yang terasa lebih mudah diprediksi dan menyenangkan.

Dalam kondisi tertentu, terutama ketika kehidupan sedang terasa penuh tekanan atau tidak menentu, lagu yang familiar bisa menjadi salah satu bentuk kenyamanan sederhana.

Karena itu, kebiasaan memutar lagu berulang kali tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami masalah. Bisa jadi ia hanya menemukan rasa senang dari musik yang sudah disukainya.

2. Memiliki Hubungan Emosional dengan Sebuah Lagu

Ada lagu yang terasa begitu dekat dengan perasaan seseorang. Liriknya mungkin menggambarkan pengalaman pribadi, sedangkan melodinya mampu membangkitkan emosi tertentu.

Ketika lagu tersebut terus diputar, seseorang mungkin sedang menikmati hubungan emosional yang terbentuk dengan musik itu.

Musik juga dapat membantu seseorang mengekspresikan perasaan yang sulit disampaikan secara langsung. Karena itulah, lagu tertentu terkadang menjadi teman ketika seseorang sedang mencoba memahami atau menerima emosinya sendiri.

3. Mudah Terbawa Nostalgia

Satu lagu bisa menjadi pengingat terhadap suatu masa dalam kehidupan. Mendengarnya kembali mungkin membuat seseorang teringat pada teman lama, keluarga, perjalanan, hubungan, masa sekolah, atau pengalaman tertentu.

Musik memang memiliki hubungan yang kuat dengan ingatan autobiografis. Sebuah melodi dapat memunculkan kembali kenangan yang sudah lama tersimpan.

Jika seseorang berulang kali mendengarkan lagu tertentu karena mengingat masa lalu, musik tersebut bisa berfungsi seperti “mesin waktu” pribadi yang membawanya kembali pada pengalaman yang memiliki arti khusus.

4. Menggunakan Musik untuk Memperbaiki Mood

Musik juga sering digunakan sebagai alat untuk mengatur suasana hati.

Ketika sedang lelah atau kehilangan semangat, seseorang mungkin memilih lagu yang ceria dan penuh energi. Sebaliknya, ketika ingin menenangkan diri, lagu dengan tempo lebih lembut mungkin terasa lebih sesuai.

Penelitian mengenai musik dan suasana hati menunjukkan bahwa pilihan musik dapat berhubungan dengan pengalaman emosional pendengarnya. Karena itu, menekan tombol replay pada lagu favorit bisa menjadi cara sederhana untuk mempertahankan suasana hati yang menyenangkan.

5. Membutuhkan Waktu untuk Diri Sendiri

Kebiasaan mendengarkan lagu berulang kali juga bisa muncul ketika seseorang sedang menikmati waktu sendirian.

Lagu yang sudah familiar dapat menemani aktivitas seperti membaca, bekerja, berkendara, berjalan santai, atau sekadar duduk sambil berpikir.

Bagi sebagian orang, musik memberikan suasana yang membuat mereka lebih nyaman ketika melakukan introspeksi. Lagu yang sama dapat menjadi latar yang konsisten ketika seseorang sedang mengevaluasi pengalaman atau memikirkan berbagai hal dalam hidupnya.

6. Menyukai Lagu Sedih karena Memberikan Pengalaman Emosional

Mendengarkan lagu sedih berulang kali bukan berarti seseorang pasti sedang bersedih. Justru, sebagian orang mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dari musik bernuansa melankolis.

Penelitian dalam Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa musik sedih dapat memunculkan pengalaman positif tertentu, termasuk perasaan tersentuh, nostalgia, dan pengalaman emosional yang mendalam.

Penelitian lainnya juga menemukan bahwa kenikmatan terhadap musik sedih dapat berkaitan dengan pengalaman emosional seperti being moved atau merasa tersentuh.

Dengan demikian, lagu sedih bisa menjadi ruang yang aman bagi seseorang untuk menikmati emosi tanpa harus mengalami peristiwa menyedihkan secara langsung.

7. Menjadikan Lagu sebagai Bagian dari Identitas dan Kenangan

Ada orang yang memiliki lagu tertentu untuk hampir setiap fase kehidupannya. Sebuah lagu bisa mengingatkan pada masa ketika sedang mengejar cita-cita, menjalani hubungan, menghadapi perubahan, atau melewati masa sulit.

Karena memiliki cerita di baliknya, lagu tersebut akhirnya terasa lebih personal dibandingkan musik lainnya.

Ketika diputar berulang kali, lagu itu seolah menjadi soundtrack kehidupan yang merekam pengalaman dan emosi tertentu. Itulah sebabnya seseorang mungkin tetap kembali pada lagu yang sama meskipun sudah mendengarnya berkali-kali.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho