JawaPos.com - Ada fase dalam hidup ketika kita mulai menyadari bahwa terlalu banyak bercerita tentang rencana justru membuat kita kehilangan energi untuk benar-benar menjalankannya.
Kita mengatakan kepada orang lain bahwa ingin menjadi lebih disiplin. Kita memberi tahu teman bahwa sedang belajar keterampilan baru. Kita mengumumkan bahwa tahun ini ingin berubah, ingin lebih sehat, ingin lebih sukses, ingin memiliki kehidupan yang lebih baik.
Namun, beberapa minggu kemudian, semangat itu perlahan menghilang.
Bukan karena kita tidak mampu berubah. Bisa jadi karena terlalu banyak energi yang sudah kita keluarkan untuk membicarakan perubahan, bukan untuk melakukan perubahan.
Dalam psikologi, ada alasan mengapa proses pengembangan diri terkadang justru lebih efektif ketika dilakukan secara tenang. Bukan berarti kita harus mengisolasi diri, merahasiakan segala sesuatu, atau tidak menerima bantuan dari orang lain. Maksudnya adalah kita tidak selalu membutuhkan pengakuan, tepuk tangan, atau validasi sosial untuk terus bertumbuh.
Ada perubahan yang jauh lebih kuat ketika hanya kita yang tahu bahwa perubahan itu sedang terjadi.
Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (12/8), jika Anda sedang berada dalam fase ingin memperbaiki hidup tanpa banyak bicara, berikut enam strategi psikologis yang dapat membantu.
1. Berhenti Mengumumkan Semua Rencana Anda
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika ingin berubah adalah terlalu cepat menceritakan rencana kepada orang lain.
“Mulai bulan depan saya mau olahraga.”
“Saya ingin belajar bahasa baru.”
“Saya akan mulai membaca setiap hari.”
“Tahun ini saya harus menjadi orang yang berbeda.”
Mengatakannya tentu tidak selalu salah. Dukungan sosial bahkan dapat membantu seseorang mencapai tujuan. Tetapi ada perbedaan antara mencari dukungan yang tepat dan terlalu sering mengumumkan niat sebelum tindakan benar-benar dimulai.
Ketika kita menceritakan rencana besar kepada orang lain, kita bisa mendapatkan respons positif seperti pujian, kekaguman, atau perhatian. Respons tersebut dapat memberikan perasaan bahwa kita sudah mengalami kemajuan, padahal perubahan yang sebenarnya belum terjadi.
Inilah salah satu alasan mengapa sebagian orang merasa sangat bersemangat setelah menceritakan rencananya, tetapi beberapa hari kemudian tidak melakukan apa-apa.
Daripada mengatakan:
“Saya akan menjadi lebih disiplin.”
Cobalah menggantinya dengan tindakan kecil yang tidak perlu diketahui siapa pun.
Bangun sedikit lebih pagi.
Rapikan kamar.
Baca beberapa halaman buku.
Belajar selama 30 menit.
Berolahraga tanpa mengunggahnya.
Kerjakan pekerjaan penting tanpa memberi tahu siapa pun.
Biarkan hasilnya menjadi bukti.
Pengembangan diri tidak membutuhkan penonton.
Anda tidak harus membuat semua orang tahu bahwa Anda sedang berusaha menjadi versi diri yang lebih baik.
Terkadang, perubahan paling kuat justru terjadi ketika tidak ada yang bertepuk tangan.
2. Bangun Identitas Baru Secara Perlahan
Menurut pendekatan psikologi modern, perubahan perilaku yang bertahan lama sering kali tidak hanya berkaitan dengan target, tetapi juga dengan bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri.
Misalnya, seseorang bisa berkata:
“Saya ingin membaca 20 buku tahun ini.”
Itu adalah target.
Tetapi ada pendekatan lain:
“Saya adalah orang yang suka belajar.”
Kalimat kedua berbicara tentang identitas.
Perbedaannya terlihat kecil, tetapi dapat mengubah cara seseorang mengambil keputusan.
Ketika Anda mulai melihat diri sebagai orang yang disiplin, Anda akan lebih mudah memilih tindakan yang sesuai dengan identitas tersebut.
Ketika Anda mulai melihat diri sebagai orang yang sehat, Anda mulai mempertimbangkan makanan dan aktivitas berdasarkan identitas itu.
Ketika Anda mulai melihat diri sebagai seseorang yang menghargai waktu, Anda mulai berhenti menghabiskan berjam-jam untuk hal-hal yang tidak penting.
Namun, jangan terburu-buru mengatakan kepada semua orang bahwa Anda telah berubah.
Tidak perlu berkata:
“Sekarang saya orang yang sangat disiplin.”
Biarkan kebiasaan baru itu berbicara.
Bangun identitas tersebut secara diam-diam melalui tindakan kecil yang dilakukan berulang kali.
Hari ini Anda membaca 10 halaman.
Besok Anda membaca lagi.
Lusa Anda tetap membaca meskipun sedang tidak bersemangat.
Lama-kelamaan, Anda tidak lagi sekadar “mencoba membaca”.
Anda menjadi seseorang yang memang membaca.
Inilah kekuatan perubahan identitas: Anda tidak hanya mengejar hasil, tetapi perlahan membangun gambaran baru tentang siapa diri Anda.
3. Gunakan Prinsip “Sedikit, tetapi Konsisten”
Banyak orang gagal mengembangkan diri karena memulai dengan terlalu ekstrem.
Hari pertama olahraga dua jam.
Hari kedua membaca 50 halaman.
Hari ketiga belajar sampai tengah malam.
Hari keempat membuat jadwal yang sangat padat.
Kemudian tubuh lelah, pikiran jenuh, dan semuanya berhenti.
Masalahnya bukan selalu kurang motivasi.
Sering kali masalahnya adalah sistem yang terlalu berat untuk dipertahankan.
Pengembangan diri yang dilakukan diam-diam justru bisa menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan tanpa tekanan dari lingkungan.
Tidak perlu terlihat spektakuler.
Mulailah dengan sesuatu yang hampir terasa terlalu mudah.
Lima belas menit membaca.
Sepuluh menit olahraga.
Dua puluh menit belajar.
Lima menit merapikan ruangan.
Lima belas menit mengerjakan sesuatu yang selama ini terus ditunda.
Tujuannya bukan membuat perubahan besar dalam satu hari.
Tujuannya adalah membuat diri Anda terbiasa muncul setiap hari.
Konsistensi menciptakan sesuatu yang sering kali lebih berharga daripada motivasi: kepercayaan terhadap diri sendiri.
Setiap kali Anda menepati janji kecil kepada diri sendiri, Anda mengirimkan pesan:
“Saya bisa mengandalkan diri saya.”
Pesan tersebut sangat penting.
Sebab seseorang tidak hanya membutuhkan kepercayaan dari orang lain. Ia juga membutuhkan kepercayaan terhadap dirinya sendiri.
Dan kepercayaan itu dibangun dari tindakan yang berulang.
4. Jangan Jadikan Perkembangan Diri sebagai Pertunjukan
Di era media sosial, kita mudah terjebak dalam kebiasaan menunjukkan proses.
Sedang olahraga, difoto.
Sedang membaca, diunggah.
Sedang bekerja, diposting.
Sedang belajar, dibuat konten.
Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Media sosial bahkan dapat menjadi sarana untuk membangun komunitas dan mendapatkan dukungan.
Tetapi jika tujuan utama Anda adalah benar-benar berubah, berhati-hatilah agar proses tersebut tidak berubah menjadi pertunjukan.
Ada perbedaan antara:
“Saya melakukan ini karena ingin berkembang.”
dan
“Saya melakukan ini agar orang lain melihat bahwa saya sedang berkembang.”
Motivasi yang kedua membuat perhatian kita berpindah dari proses ke persepsi orang lain.
Kita mulai bertanya:
“Apakah mereka melihat?”
“Apakah mereka kagum?”
“Apakah ada yang memberikan komentar?”
“Apakah orang-orang menyadari perubahan saya?”
Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Apakah saya benar-benar menjadi lebih baik?”
Anda tidak perlu membuktikan setiap kemajuan.
Tidak semua pencapaian harus difoto.
Tidak semua kebiasaan harus diumumkan.
Tidak semua perjuangan harus dijelaskan.
Ada kepuasan tersendiri ketika Anda mengetahui bahwa hidup Anda perlahan berubah, sementara orang lain bahkan belum menyadarinya.
Kemudian suatu hari seseorang mungkin berkata:
“Kamu sekarang berbeda.”
Dan Anda tidak perlu menjelaskan semua proses yang terjadi di balik perubahan itu.
Anda tahu berapa banyak pagi yang Anda lewati.
Anda tahu berapa banyak godaan yang Anda tahan.
Anda tahu berapa banyak hari ketika Anda tetap melanjutkan meskipun tidak ada yang memuji.
Itulah perkembangan yang benar-benar personal.
5. Jadikan Kesendirian sebagai Ruang untuk Mengevaluasi Diri
Mengembangkan diri secara diam-diam bukan berarti menghindari semua orang.
Justru, Anda perlu memiliki waktu untuk benar-benar mendengarkan diri sendiri.
Kehidupan sehari-hari sering dipenuhi suara dari luar.
Pendapat keluarga.
Pendapat teman.
Tren media sosial.
Ekspektasi lingkungan.
Perbandingan dengan orang lain.
Kita akhirnya terlalu sibuk melihat kehidupan orang lain sampai lupa bertanya:
“Apakah kehidupan yang sedang saya bangun benar-benar saya inginkan?”
Gunakan waktu sendirian untuk melakukan evaluasi.
Tanyakan kepada diri sendiri:
Apa yang sebenarnya ingin saya perbaiki?
Kebiasaan apa yang paling banyak menghambat saya?
Hal apa yang selama ini saya lakukan hanya karena ingin mendapatkan pengakuan?
Apa yang sebenarnya penting bagi saya?
Jika tidak ada seorang pun yang bisa melihat hidup saya, seperti apa kehidupan yang ingin saya bangun?
Pertanyaan terakhir sangat penting.
Sebab terkadang kita mengejar sesuatu bukan karena kita menginginkannya, tetapi karena kita ingin terlihat sukses di mata orang lain.
Kita ingin jabatan karena status.
Kita ingin uang karena gengsi.
Kita ingin penampilan tertentu karena validasi.
Kita ingin memiliki kehidupan tertentu karena melihat orang lain memilikinya.
Kesendirian dapat membantu kita membedakan antara keinginan pribadi dan tekanan sosial.
Ketika Anda mengetahui apa yang benar-benar penting, perjalanan pengembangan diri menjadi lebih tenang.
Anda tidak lagi sibuk mengejar standar orang lain.
Anda mulai membangun kehidupan berdasarkan nilai yang Anda pilih sendiri.
6. Ukur Kemajuan Berdasarkan Diri Anda yang Dulu
Salah satu hal paling merusak dalam proses pengembangan diri adalah perbandingan tanpa akhir.
Anda melihat seseorang yang lebih kaya.
Kemudian merasa tertinggal.
Anda melihat seseorang yang lebih sehat.
Merasa tidak cukup baik.
Anda melihat seseorang yang lebih sukses.
Mulai mempertanyakan hidup sendiri.
Anda melihat seseorang yang lebih produktif.
Lalu merasa gagal.
Masalahnya, kita sering membandingkan proses hidup kita dengan hasil hidup orang lain.
Padahal kita tidak mengetahui seluruh cerita di belakangnya.
Jika Anda ingin berkembang secara tenang, ubah standar pengukuran.
Jangan selalu bertanya:
“Apakah saya lebih baik daripada mereka?”
Tanyakan:
“Apakah saya lebih baik daripada diri saya beberapa bulan yang lalu?”
Apakah Anda sekarang lebih disiplin?
Apakah Anda lebih mampu mengendalikan emosi?
Apakah Anda lebih bijak menggunakan waktu?
Apakah Anda lebih berani mengatakan tidak?
Apakah Anda lebih mampu menyelesaikan sesuatu?
Apakah Anda lebih konsisten?
Apakah Anda lebih memahami diri sendiri?
Kemajuan seperti itu mungkin tidak terlihat spektakuler di media sosial.
Tetapi justru itulah jenis kemajuan yang dapat mengubah kehidupan dalam jangka panjang.
Jangan Takut Jika Orang Lain Tidak Mengetahui Perjuangan Anda
Ada satu kenyataan yang perlu diterima ketika Anda memilih berkembang secara diam-diam:
Tidak semua orang akan mengetahui seberapa keras Anda berusaha.
Dan itu tidak masalah.
Anda tidak membutuhkan semua orang untuk memahami perjuangan Anda.
Anda tidak membutuhkan pengakuan untuk setiap langkah kecil.
Anda tidak membutuhkan validasi untuk setiap perubahan.
Bayangkan seseorang yang selama berbulan-bulan diam-diam belajar keterampilan baru.
Tidak ada yang mengetahui.
Tidak ada yang memuji.
Tidak ada yang memberikan perhatian.
Tetapi ia terus melakukannya.
Enam bulan kemudian, kemampuan yang dulu tidak dimilikinya sudah menjadi bagian dari dirinya.
Itulah keuntungan dari bekerja dalam diam.
Anda memindahkan fokus dari terlihat berkembang menjadi benar-benar berkembang.
Namun, tetap ingat bahwa “diam-diam” bukan berarti Anda harus menolak bantuan.
Jika Anda membutuhkan mentor, teman yang mendukung, konselor, guru, atau komunitas yang sehat, carilah mereka. Meminta bantuan bukan tanda kelemahan.
Yang perlu dihindari adalah ketergantungan pada pengakuan orang lain sebagai bahan bakar utama perubahan.
Pada Akhirnya, Biarkan Hasil yang Berbicara
Anda tidak perlu memberi tahu semua orang bahwa Anda sedang berubah.
Tidak perlu mengumumkan bahwa Anda sedang belajar menjadi lebih disiplin.
Tidak perlu menjelaskan bahwa Anda sedang berusaha meninggalkan kebiasaan buruk.
Tidak perlu menunjukkan setiap langkah yang Anda ambil.
Kerjakan saja.
Sedikit demi sedikit.
Hari demi hari.
Ketika gagal, evaluasi.
Ketika berhasil, lanjutkan.
Ketika tidak ada yang memperhatikan, tetap lakukan.
Sebab tujuan utama pengembangan diri bukanlah membuat orang lain berkata:
“Wah, kamu sudah berubah.”
Tujuannya adalah suatu hari Anda sendiri menyadari:
“Saya tidak lagi menjadi orang yang sama seperti dulu.”
Dan mungkin itulah salah satu bentuk keberhasilan yang paling tenang.
Tidak banyak suara.
Tidak banyak pengumuman.
Tidak banyak pembuktian.
Hanya diri Anda, kebiasaan baru, dan kehidupan yang perlahan menjadi lebih baik.
Kembangkan diri Anda secara diam-diam. Bukan karena Anda takut diketahui orang lain, tetapi karena Anda ingin memastikan bahwa perubahan itu benar-benar terjadi sebelum Anda membicarakannya.