JawaPos.com - Ada jenis kesepian yang sulit dijelaskan kepada orang lain.
Bukan sekadar tidak memiliki teman untuk diajak pergi. Bukan hanya karena tidak ada pesan yang masuk ke ponsel. Kadang, kesepian terasa jauh lebih dalam: Anda pulang ke rumah dan tidak ada siapa-siapa.
Anda menjalani hari tanpa ada orang yang benar-benar menanyakan kabar. Ketika sesuatu yang menyenangkan terjadi, Anda tidak tahu harus menceritakannya kepada siapa. Ketika sesuatu yang menyakitkan terjadi, Anda bahkan mungkin memilih diam karena merasa tidak ada gunanya bercerita.
Pada saat-saat seperti itu, pikiran dapat mulai membawa kita ke tempat yang gelap.
"Sepertinya tidak ada yang peduli."
"Mungkin saya memang ditakdirkan sendirian."
"Orang lain punya kehidupan yang lebih berarti."
"Kalau saya menghilang dari kehidupan mereka, mungkin tidak ada yang menyadarinya."
Perasaan tersebut bisa terasa sangat nyata. Namun, satu hal penting yang perlu diingat adalah perasaan bukan selalu gambaran lengkap tentang kenyataan.
Kesepian juga dapat memengaruhi cara kita mengingat masa lalu, menilai diri sendiri, dan membayangkan masa depan. Ketika sedang kesepian, otak cenderung lebih mudah memperhatikan pengalaman yang mendukung perasaan ditolak atau tidak dibutuhkan. Karena itu, mungkin ada baiknya berhenti sejenak dan mengingat kembali beberapa pengalaman yang pernah membuktikan bahwa hidup Anda tidak selalu sekelam yang terasa saat ini.
Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (12/8), terdapat tujuh memori penting yang bisa Anda ingat ketika sedang benar-benar sendirian.
1. Ingatlah saat seseorang pernah memilih untuk tetap berada di sisi Anda
Cobalah mengingat satu orang yang pernah hadir dalam hidup Anda.
Mungkin seorang teman lama.
Mungkin saudara.
Mungkin guru.
Mungkin rekan kerja.
Atau bahkan seseorang yang sudah lama tidak Anda temui.
Tidak harus orang yang sekarang masih dekat dengan Anda.
Yang penting adalah mengingat sebuah momen ketika seseorang memilih untuk hadir.
Mungkin mereka pernah duduk bersama Anda ketika Anda sedang mengalami hari yang buruk. Mungkin mereka pernah menelepon hanya untuk menanyakan keadaan. Mungkin mereka pernah menunggu Anda. Mungkin mereka pernah membantu tanpa meminta imbalan.
Kenangan sederhana seperti itu mudah diremehkan.
Namun sebenarnya, kenangan tersebut memiliki pesan penting:
Anda pernah berarti bagi seseorang.
Kesepian sering membuat pikiran menggunakan keadaan saat ini untuk menulis ulang seluruh cerita hidup.
Karena hari ini tidak ada yang menghubungi Anda, pikiran berkata, "Tidak ada yang pernah peduli."
Padahal kedua hal itu berbeda.
Tidak ada pesan hari ini bukan berarti tidak pernah ada seseorang yang peduli.
Tidak sedang ditemani sekarang bukan berarti Anda tidak layak ditemani.
Hubungan manusia juga berubah. Orang berpindah kota, menikah, sibuk bekerja, membangun keluarga, mengalami konflik, atau sekadar kehilangan kontak. Berakhirnya sebuah kedekatan tidak otomatis menghapus kenyataan bahwa kedekatan itu pernah nyata.
Karena itu, ketika kesepian datang, jangan hanya bertanya:
"Siapa yang ada untuk saya sekarang?"
Coba tanyakan juga:
"Siapa yang pernah ada untuk saya?"
Jawabannya mungkin mengubah cara Anda memandang diri sendiri.
2. Ingatlah masa ketika Anda berhasil melewati sesuatu yang dulu terasa mustahil
Ada masa dalam hidup yang mungkin pernah membuat Anda berpikir:
"Saya tidak akan sanggup melewati ini."
Tetapi Anda melewatinya.
Mungkin itu masa ketika Anda gagal dalam sesuatu yang sangat penting.
Mungkin kehilangan seseorang.
Mungkin mengalami penolakan.
Mungkin harus memulai kembali dari nol.
Mungkin pernah merasa sangat bingung tentang masa depan.
Saat sedang kesepian, manusia mudah lupa bahwa dirinya sebenarnya telah melalui banyak hal.
Kita sering mengingat luka, tetapi melupakan kemampuan kita untuk bertahan melewati luka tersebut.
Karena itu, ingatlah satu periode sulit dalam hidup Anda.
Ingat bagaimana rasanya pada waktu itu.
Ingat ketakutannya.
Ingat malam-malam ketika Anda tidak tahu apa yang akan terjadi.
Kemudian lihat posisi Anda sekarang.
Anda masih di sini.
Itu bukan berarti semua masalah sudah selesai. Itu juga bukan berarti Anda harus selalu kuat.
Namun pengalaman tersebut menunjukkan sesuatu yang sangat berharga:
Anda pernah bertahan ketika Anda sendiri tidak yakin bisa bertahan.
Kenangan semacam ini dapat menjadi bukti bahwa perasaan hari ini juga akan berubah.
Bukan karena semuanya pasti langsung menjadi indah, tetapi karena manusia tidak selalu merasa dengan cara yang sama sepanjang hidupnya.
Perasaan bergerak.
Situasi berubah.
Hubungan datang dan pergi.
Dan diri kita pun berkembang.
Jadi ketika pikiran mengatakan, "Saya akan merasa seperti ini selamanya," ingatlah bahwa hidup Anda sudah berkali-kali membuktikan bahwa keadaan dapat berubah.
3. Ingatlah satu momen ketika Anda merasa benar-benar diterima
Ada perbedaan besar antara sekadar berada di sekitar orang lain dan merasa diterima oleh mereka.
Anda mungkin pernah berada di sebuah ruangan yang penuh orang tetapi tetap merasa sendirian.
Sebaliknya, Anda mungkin pernah mengalami satu percakapan sederhana dengan seseorang yang membuat Anda berpikir:
"Saya tidak perlu berpura-pura di depan orang ini."
Cobalah mengingat momen seperti itu.
Mungkin ketika Anda tertawa tanpa memikirkan bagaimana Anda terlihat.
Mungkin ketika Anda menceritakan sesuatu yang sangat pribadi dan orang tersebut tidak menghakimi.
Mungkin ketika Anda melakukan kesalahan tetapi tetap diperlakukan dengan baik.
Mungkin ketika seseorang membuat Anda merasa bahwa kehadiran Anda memang diinginkan.
Kenangan tersebut penting karena kesepian sering membuat seseorang menyimpulkan:
"Tidak ada seorang pun yang bisa memahami saya."
Padahal pengalaman diterima di masa lalu menunjukkan bahwa hubungan semacam itu pernah mungkin terjadi.
Dan sesuatu yang pernah mungkin terjadi tidak otomatis menjadi mustahil hanya karena saat ini Anda belum menemukannya kembali.
Jangan memaksa diri untuk segera mencari pengganti orang tersebut.
Cukup izinkan diri Anda mengakui:
"Saya pernah merasakan hubungan seperti itu."
Kadang pengakuan sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa kebutuhan kita untuk terhubung dengan orang lain bukanlah kelemahan.
Itu bagian dari menjadi manusia.
4. Ingatlah kenangan kecil ketika Anda merasa hidup
Tidak semua memori penting harus berhubungan dengan orang lain.
Kadang, ketika kesepian, kita terlalu fokus pada apa yang tidak kita miliki sampai lupa pada hal-hal yang pernah membuat kita merasa hidup.
Pikirkan sebuah pagi yang tenang.
Aroma makanan yang Anda sukai.
Perjalanan dengan kendaraan sambil mendengarkan lagu favorit.
Hujan yang turun ketika Anda berada di tempat yang nyaman.
Matahari sore.
Tawa yang muncul tiba-tiba.
Sebuah film yang membuat Anda terharu.
Makanan sederhana yang terasa luar biasa setelah hari yang panjang.
Atau mungkin sebuah perjalanan yang tidak pernah Anda lupakan.
Kenangan kecil seperti itu mungkin tampak tidak penting.
Tetapi hidup sebenarnya tersusun dari banyak momen kecil.
Kesepian sering membuat dunia terasa kosong karena perhatian kita hanya tertuju pada satu pertanyaan:
"Siapa yang tidak ada?"
Cobalah menggantinya dengan:
"Apa yang pernah membuat saya merasa hidup?"
Pertanyaan kedua membuka ruang yang berbeda.
Anda mulai menyadari bahwa kehidupan Anda bukan hanya kumpulan hubungan.
Anda juga memiliki pengalaman, rasa ingin tahu, tempat, suara, aroma, kebiasaan, impian, dan hal-hal kecil yang memiliki makna pribadi.
Anda tidak harus memiliki kehidupan yang sempurna untuk menemukan kembali momen-momen tersebut.
Kadang cukup dengan mengingatnya.
Kemudian, perlahan, menciptakan satu lagi.
5. Ingatlah versi diri Anda yang pernah memiliki harapan
Mungkin sekarang Anda tidak terlalu yakin dengan masa depan.
Itu bisa terjadi ketika seseorang terlalu lama merasa sendirian.
Ketika masa depan terasa kosong, kita cenderung menganggap keadaan saat ini sebagai gambaran permanen tentang kehidupan.
Namun cobalah mengingat diri Anda beberapa tahun yang lalu.
Apa yang dulu Anda inginkan?
Apa yang pernah membuat Anda bersemangat?
Apa yang pernah Anda pikir akan Anda lakukan suatu hari nanti?
Mungkin beberapa impian tersebut sudah tidak relevan.
Tidak masalah.
Manusia berubah.
Tetapi ingatlah bahwa pernah ada versi diri Anda yang percaya bahwa masa depan layak ditunggu.
Versi diri itu mungkin belum tahu bagaimana hidup akan berjalan.
Namun dia tetap melangkah.
Dan mungkin Anda tidak perlu memiliki harapan besar hari ini.
Anda tidak perlu langsung tahu apa tujuan hidup Anda.
Untuk sementara, harapan bisa dibuat sangat kecil.
"Besok saya ingin bangun dan berjalan sebentar."
"Minggu depan saya ingin mencoba sesuatu yang baru."
"Saya ingin menghubungi seseorang yang sudah lama tidak saya ajak bicara."
Harapan tidak selalu berbentuk impian besar.
Kadang harapan hanyalah alasan kecil untuk melihat hari berikutnya.
6. Ingatlah bahwa Anda pernah berubah
Jika Anda merasa terjebak dalam kesepian, ingatlah bahwa Anda bukan orang yang sama seperti lima atau sepuluh tahun lalu.
Cara berpikir Anda berubah.
Selera Anda berubah.
Orang-orang yang Anda kenal berubah.
Hal-hal yang dulu sangat penting mungkin sekarang tidak lagi penting.
Bahkan masalah yang dulu terasa menghancurkan mungkin sekarang hanya menjadi bagian dari cerita hidup.
Ini adalah pengingat yang penting:
Diri Anda masih bisa berubah.
Keadaan Anda sekarang bukan identitas permanen.
Kesepian bukan kepribadian.
Kesendirian bukan takdir.
Tidak memiliki hubungan tertentu hari ini tidak berarti Anda tidak akan memiliki hubungan baru di masa depan.
Terkadang kita mengatakan:
"Beginilah hidup saya."
Padahal yang sebenarnya kita maksud adalah:
"Beginilah hidup saya sekarang."
Dua kalimat tersebut terdengar mirip, tetapi maknanya sangat berbeda.
Yang pertama menutup pintu.
Yang kedua menyisakan kemungkinan.
Ketika sedang sendirian, cobalah menggunakan bahasa yang memberi ruang bagi perubahan.
Bukan:
"Saya akan selalu sendirian."
Tetapi:
"Saat ini saya sedang mengalami masa yang sepi."
Bukan:
"Tidak ada yang membutuhkan saya."
Tetapi:
"Saat ini saya belum menemukan tempat di mana saya merasa benar-benar dibutuhkan."
Perubahan kata-kata mungkin tampak sederhana, tetapi cara kita berbicara kepada diri sendiri dapat memengaruhi cara kita memahami pengalaman kita.
7. Ingatlah bahwa satu bab kehidupan bukan keseluruhan cerita
Ini mungkin memori yang paling penting untuk diingat:
Hidup Anda belum selesai ditulis.
Ketika seseorang merasa sangat kesepian, pikirannya sering membuat kesimpulan berdasarkan kondisi sekarang.
Hari ini sepi.
Maka besok pasti sepi.
Bulan ini tidak memiliki hubungan yang berarti.
Maka hidup selamanya akan seperti ini.
Namun kita tidak pernah benar-benar mengetahui semua yang akan terjadi.
Anda belum bertemu semua orang yang akan Anda temui.
Anda belum mengalami semua tempat yang akan Anda datangi.
Anda belum mendengar semua percakapan yang akan mengubah cara Anda berpikir.
Anda belum mengetahui semua versi diri Anda yang mungkin muncul setelah melalui pengalaman baru.
Bahkan jika hari ini terasa sangat kosong, itu tetap hanya satu bagian dari cerita.
Dan cerita manusia sering berubah justru ketika kita tidak menduganya.
Orang baru muncul.
Kesempatan baru datang.
Persahabatan terbentuk dari percakapan yang awalnya terlihat biasa.
Sebuah pekerjaan membawa Anda ke lingkungan baru.
Sebuah hobi memperkenalkan Anda kepada orang-orang yang memiliki minat sama.
Atau Anda menemukan kembali seseorang yang dulu pernah dekat.
Kita tidak dapat menjamin kapan perubahan itu terjadi.
Tetapi kita juga tidak dapat menyimpulkan bahwa perubahan itu tidak akan pernah terjadi.
Kesepian Tidak Selalu Berarti Anda Tidak Dicintai
Ada satu hal yang perlu dibedakan.
Merasa sendirian tidak selalu berarti tidak ada seorang pun yang mencintai Anda.
Kadang seseorang bisa dicintai tetapi tetap merasa kesepian.
Kadang seseorang memiliki keluarga tetapi tidak merasa dipahami.
Kadang seseorang memiliki banyak teman tetapi tidak memiliki satu pun hubungan yang terasa mendalam.
Dan kadang memang seseorang benar-benar sedang berada dalam fase hidup yang sangat sepi.
Semua pengalaman itu valid.
Karena itu, jangan memarahi diri sendiri hanya karena merasa kesepian.
Kesepian bukan bukti bahwa Anda lemah.
Kesepian adalah sinyal bahwa ada kebutuhan akan koneksi, kedekatan, makna, atau kebersamaan yang belum terpenuhi.
Dan sinyal tidak harus menjadi hukuman.
Ia bisa menjadi informasi.
Jika Anda menyadari bahwa Anda membutuhkan koneksi, mungkin langkah pertama tidak harus mencari banyak orang.
Mulailah dari satu.
Satu pesan.
Satu percakapan.
Satu kegiatan.
Satu tempat baru.
Satu keputusan kecil untuk keluar dari pola yang sama.
Tidak perlu mengubah seluruh kehidupan dalam satu malam.
Ketika Malam Terasa Sangat Sepi
Ada alasan mengapa kesepian sering terasa lebih berat pada malam hari.
Ketika aktivitas berhenti, perhatian kita kembali kepada pikiran sendiri.
Tidak ada pekerjaan yang mengalihkan perhatian.
Tidak ada suara ramai.
Tidak ada tuntutan sosial.
Dan pikiran memiliki ruang untuk memutar ulang segala sesuatu.
Jika itu terjadi, cobalah membuat ritual kecil.
Matikan layar untuk beberapa waktu.
Minum air.
Mandi.
Buka jendela.
Dengarkan musik yang menenangkan.
Tuliskan apa yang sedang Anda rasakan.
Kemudian tuliskan tiga hal yang pernah Anda lewati.
Tidak perlu hal besar.
Contohnya:
"Saya pernah melewati hari yang sangat sulit."
"Saya pernah kehilangan seseorang dan tetap melanjutkan hidup."
"Saya pernah merasa tidak mampu, tetapi ternyata saya bisa."
Tujuannya bukan memaksa diri menjadi positif.
Tujuannya adalah mengingat bahwa pikiran kita saat ini bukan satu-satunya sumber kebenaran tentang kehidupan kita.
Dan Jika Anda Benar-Benar Tidak Memiliki Siapa-Siapa Saat Ini
Jika kenyataannya memang Anda sedang benar-benar sendirian, jangan mempermalukan diri sendiri karena itu.
Ada periode kehidupan ketika seseorang memang harus menjalani banyak hal sendirian.
Namun "sendirian" dan "tidak berharga" adalah dua hal yang berbeda.
Anda tetap memiliki nilai meskipun tidak ada orang yang sedang melihatnya.
Anda tetap memiliki masa depan meskipun belum tahu bentuknya.
Anda tetap layak mendapatkan hubungan yang sehat meskipun hubungan Anda saat ini sedang berantakan atau kosong.
Dan Anda tetap boleh berharap meskipun harapan itu sekarang hanya sebesar satu langkah kecil.
Jika kesepian sudah berlangsung lama dan mulai mengganggu tidur, pekerjaan, aktivitas sehari-hari, atau membuat Anda merasa tidak sanggup menjalani hidup, berbicara dengan psikolog atau profesional kesehatan mental dapat menjadi langkah yang sangat masuk akal. Meminta bantuan bukan tanda bahwa Anda gagal menghadapi hidup.
Penutup: Simpan 7 Memori Ini
Jadi, ketika suatu hari Anda duduk sendirian dan merasa dunia begitu sunyi, coba ingat kembali tujuh hal ini:
Seseorang pernah memilih untuk berada di sisi Anda.
Anda pernah melewati sesuatu yang dulu Anda kira tidak akan sanggup Anda lewati.
Anda pernah merasakan bagaimana rasanya diterima.
Anda pernah mengalami momen-momen kecil yang membuat Anda merasa hidup.
Pernah ada versi diri Anda yang memiliki harapan.
Anda sudah berubah berkali-kali, dan Anda masih bisa berubah lagi.
Kondisi Anda sekarang hanyalah satu bab, bukan keseluruhan cerita.
Mungkin malam ini Anda masih sendirian.
Tidak apa-apa untuk mengakui itu.
Anda tidak perlu berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
Tetapi jangan biarkan kesunyian hari ini meyakinkan Anda bahwa seluruh hidup Anda akan selalu sunyi.
Ada perbedaan antara "saya sedang sendirian" dan "saya akan selalu sendirian."
Yang pertama adalah keadaan.
Yang kedua adalah ramalan.
Dan Anda tidak harus mempercayai setiap ramalan yang dibuat oleh pikiran ketika sedang terluka.
Untuk malam ini, mungkin cukup mengingat satu hal:
Anda sudah sampai sejauh ini.
Dan selama cerita Anda masih berjalan, masih ada halaman yang belum Anda baca.