← Beranda
7 Hal yang Dilakukan Orang yang Secara Alami Penasaran sehingga Membuat Orang Lain Ingin Terus Berbicara Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSenin, 13 Juli 2026 | 17.56 WIB
seseorang yang membuat orang lain terus berbicara./Magnific/freepik

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang membuat percakapan terasa begitu nyaman? Tanpa perlu menjadi orang yang paling lucu atau paling banyak bicara, kehadiran mereka mampu membuat orang lain terus bercerita.

Rahasianya sering kali bukan terletak pada kemampuan berbicara, melainkan pada rasa penasaran yang tulus terhadap orang lain.

Dilansir dari Hack Spirit pada Sabtu (11/7), dalam psikologi, rasa ingin tahu atau curiosity merupakan salah satu karakter yang dapat mempererat hubungan sosial.

Ketika seseorang menunjukkan ketertarikan yang autentik terhadap pengalaman, pemikiran, dan perasaan lawan bicara, orang lain cenderung merasa dihargai, dipahami, dan diterima. Akibatnya, percakapan menjadi lebih hidup dan hubungan pun berkembang secara alami.

Lalu, apa saja kebiasaan yang dimiliki orang-orang yang secara alami penasaran sehingga membuat orang lain ingin terus berbicara? Berikut penjelasannya.

1. Mereka Mengajukan Pertanyaan Terbuka

Orang yang memiliki rasa penasaran tinggi jarang mengajukan pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak". Sebaliknya, mereka lebih sering bertanya dengan kalimat yang mengundang cerita.

Misalnya, dibanding bertanya, "Apakah pekerjaanmu menyenangkan?", mereka akan bertanya, "Apa bagian paling menarik dari pekerjaanmu?"

Pertanyaan terbuka memberikan ruang bagi lawan bicara untuk menjelaskan pengalaman, pendapat, maupun emosinya. Dalam psikologi komunikasi, pertanyaan seperti ini membantu membangun percakapan yang lebih mendalam karena membuat seseorang merasa kisahnya benar-benar layak didengarkan.

Selain itu, orang yang mendengar pertanyaan terbuka akan merasa bahwa lawan bicaranya benar-benar ingin mengenal dirinya, bukan sekadar mengisi keheningan.

2. Mereka Mendengarkan untuk Memahami, Bukan Sekadar Menunggu Giliran Bicara

Salah satu ciri orang yang penasaran adalah kemampuan mendengarkan secara aktif (active listening). Mereka tidak sibuk menyusun jawaban ketika orang lain sedang berbicara.

Sebaliknya, mereka fokus memahami isi pembicaraan, bahasa tubuh, hingga emosi yang tersirat.

Psikologi menjelaskan bahwa ketika seseorang merasa didengarkan dengan sungguh-sungguh, otaknya merasakan pengalaman sosial yang positif. Hal ini meningkatkan rasa percaya sehingga orang tersebut terdorong untuk membuka lebih banyak cerita.

Mereka biasanya memberikan respons sederhana seperti mengangguk, menjaga kontak mata, atau mengulang poin penting yang baru saja disampaikan lawan bicara sebagai tanda bahwa mereka benar-benar memperhatikan.

3. Mereka Menindaklanjuti Cerita dengan Pertanyaan yang Relevan

Orang yang benar-benar penasaran tidak melompat ke topik baru begitu saja. Mereka menggali lebih dalam apa yang sedang diceritakan.

Misalnya ketika seseorang mengatakan baru saja pindah pekerjaan, mereka mungkin bertanya:

"Apa yang membuatmu memutuskan pindah?"

atau

"Bagaimana rasanya beradaptasi di tempat baru?"

Pertanyaan lanjutan seperti ini menunjukkan bahwa perhatian mereka bukan dibuat-buat.

Dalam psikologi interpersonal, perilaku ini meningkatkan kedekatan karena lawan bicara merasa setiap bagian ceritanya dianggap penting.

4. Mereka Tidak Terburu-buru Menghakimi

Salah satu alasan orang enggan bercerita adalah takut dihakimi.

Sebaliknya, individu yang memiliki rasa ingin tahu tinggi cenderung menunda penilaian. Mereka lebih memilih memahami alasan di balik tindakan seseorang sebelum memberikan pendapat.

Misalnya ketika mendengar keputusan yang tidak biasa, mereka tidak langsung berkata, "Itu salah."

Mereka lebih mungkin bertanya,

"Apa yang membuatmu memilih keputusan itu?"

Sikap ini menciptakan rasa aman secara emosional (psychological safety). Ketika seseorang merasa tidak dihakimi, ia lebih nyaman mengungkapkan pikiran maupun pengalaman yang lebih pribadi.

5. Mereka Mengingat Detail Kecil dari Percakapan Sebelumnya

Orang yang penasaran biasanya memiliki perhatian terhadap detail.

Mereka mungkin mengingat nama anak lawan bicara, hobi yang pernah diceritakan, atau proyek yang sedang dikerjakan.

Di pertemuan berikutnya mereka akan bertanya,

"Bagaimana hasil wawancara yang waktu itu kamu persiapkan?"

atau

"Jadi, apakah kucingmu sudah sembuh?"

Hal sederhana seperti ini memiliki dampak psikologis yang besar. Lawan bicara merasa dirinya dianggap penting dan tidak sekadar menjadi bagian dari percakapan yang mudah dilupakan.

Perasaan dihargai tersebut membuat hubungan terasa lebih hangat dan mendorong orang lain untuk berbagi cerita lagi.

6. Mereka Nyaman dengan Keheningan Singkat

Banyak orang merasa canggung ketika percakapan berhenti beberapa detik.

Namun, orang yang secara alami penasaran tidak terburu-buru mengisi setiap jeda.

Dalam psikologi komunikasi, keheningan singkat justru memberi kesempatan bagi lawan bicara untuk berpikir sebelum melanjutkan cerita.

Sering kali, setelah beberapa detik hening, seseorang akan mengungkapkan informasi yang lebih mendalam daripada sebelumnya.

Orang yang penasaran memahami bahwa percakapan yang baik tidak harus berlangsung cepat. Terkadang, jeda justru menjadi ruang bagi munculnya kejujuran.

7. Mereka Benar-Benar Tertarik pada Manusia, Bukan Hanya Topik Pembicaraan

Pada akhirnya, ciri terbesar orang yang secara alami penasaran adalah mereka lebih tertarik memahami manusia dibanding sekadar mengumpulkan informasi.

Mereka ingin mengetahui bagaimana seseorang berpikir, apa yang memotivasinya, bagaimana ia menghadapi tantangan, dan pelajaran apa yang diperoleh dari pengalaman hidupnya.

Pendekatan seperti ini membuat percakapan terasa lebih personal dan bermakna.

Psikologi menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dasar untuk merasa dipahami dan diterima. Ketika seseorang bertemu dengan individu yang benar-benar ingin mengenalnya tanpa kepentingan tersembunyi, hubungan sosial biasanya berkembang lebih cepat dan lebih kuat.

Penutup

Menjadi pribadi yang membuat orang lain nyaman berbicara ternyata bukan soal memiliki kemampuan berbicara yang luar biasa. Justru, kemampuan untuk menunjukkan rasa penasaran yang tulus sering kali jauh lebih berpengaruh.

Dengan mengajukan pertanyaan terbuka, mendengarkan secara aktif, menggali cerita lebih dalam, tidak mudah menghakimi, mengingat detail kecil, menghargai jeda dalam percakapan, serta benar-benar tertarik pada pengalaman hidup orang lain, Anda dapat menciptakan interaksi yang lebih hangat dan bermakna.

Pada akhirnya, orang tidak selalu mengingat apa yang Anda katakan. Namun, mereka cenderung mengingat bagaimana Anda membuat mereka merasa didengar, dipahami, dan dihargai. Itulah kekuatan rasa penasaran yang tulus dalam membangun hubungan yang lebih dekat menurut psikologi.

EDITOR: Hanny Suwindari