← Beranda
Orang yang Sering Menggigit Kuku Saat Gugup Umumnya Memiliki 7 Karakteristik Ini, Menurut Psikologi
Rabbany WanadrianiSelasa, 7 Juli 2026 | 05.53 WIB
Ilustrasi orang yang menggigit kuku. (Freepik)

JawaPos.com - Menggigit kuku saat merasa gugup merupakan kebiasaan yang sering dilakukan sebagian orang, bahkan tanpa mereka sadari.

Di balik tindakan yang tampak sepele tersebut, psikologi menilai ada berbagai aspek kepribadian dan pola perilaku yang dapat tercermin dari kebiasaan itu.

Mengutip GE Editing, terdapat tujuh karakteristik yang kerap ditemukan pada orang yang memiliki kebiasaan menggigit kuku ketika sedang merasa cemas atau tegang.

Baca Juga: 6 Tanda Orang yang Diam-Diam Merasa Senang Ketika Rencana Mendadak Dibatalkan, Menurut Psikologi

1. Perfeksionisme

Individu perfeksionis dikenal berpikir berlebihan dan mengkhawatirkan hal-hal kecil. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman dan cemas, serta cara mengatasinya dengan menggigit kuku.

Menurut psikologi, ini adalah cara mereka mengatasi stres yang muncul karena menginginkan segalanya berjalan sebagaimana mestinya.

2. Tingkat stres tinggi

Psikologi menunjukkan bahwa menggigit kuku dapat menjadi manifestasi fisik dari stres mental.

Ini adalah cara sederhana dan bawah sadar untuk mengatasi perasaan yang sedang dialami.

3. Takut konfrontasi

Gagasan untuk membela diri, menyatakan pendapat, atau sekadar menolak bisa sangat menakutkan.

Nah, menggigit kuku menjadi cara tubuh untuk mengatasi rasa takut yang terpendam.

Perilaku ini mungkin merupakan upaya bawah sadar untuk menjaga diri tetap terkendali.

4. Kebutuhan akan stimulasi

Menggigit kuku bisa menjadi bentuk stimulasi diri, cara untuk membuat tangan tetap bergerak saat pikiran sedang sibuk.

Ini seperti mencocokkan fisik dengan mental, menjaga tubuh agar seimbang dengan pikiran yang aktif.

Perilaku ini sangat umum terjadi pada orang-orang yang energik dan gelisah.

5. Keinginan untuk kenyamanan

Dalam dunia psikologi, menggigit kuku sama dengan mengisap jempol, di mana ini merupakan perilaku mencari kenyamanan yang umum.

Anehnya, menggigit kuku bisa menjadi hal sama seperti mencengkram selimut tebal atau memeluk boneka beruang.

Ini adalah upaya tubuh untuk mencari ketenangan dan kenyamanan selama situasi yang menegangkan atau tidak nyaman.

6. Kepekaan terhadap kritik

Jika menggigit kuku saat menghadapi kritik, itu bisa jadi pertanda kepekaan terhadap pendapat orang lain.

Ini menjadi cara tubuh mengatasi ketidaknyamanan dan kecemasan yang sering ditimbulkan oleh kritik.

7. Tingkat kecerdasan yang tinggi

Menggigit kuku sering dikaitkan dengan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi.

Studi menunjukkan bahwa orang yang menggigit kuku dianggap lebih cerdas daripada orang yang tidak menggigit kuku.

Hal ini berkorelasi dengan pikiran aktif dan gelisah yang mencari rangsangan terus-menerus.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho