← Beranda
8 Hal yang Tidak Pernah Dilakukan oleh Orang yang Tangguh secara Mental, Bahkan ketika Hidup Menjadi Sangat Sulit Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSenin, 22 Juni 2026 | 06.11 WIB
Ilustrasi seseorang yang tangguh secara mental (Magnific/Idhamdjuanda)

JawaPos.com - Ketangguhan mental bukan berarti seseorang tidak pernah sedih, kecewa, atau mengalami kegagalan. Dalam psikologi, ketangguhan mental justru berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk tetap berpikir jernih, mengelola emosi, dan terus bergerak maju meskipun menghadapi tekanan yang berat.

Orang yang tangguh secara mental tidak selalu memiliki hidup yang mudah. Mereka juga menghadapi masalah keuangan, kehilangan, tekanan pekerjaan, hingga konflik dalam hubungan. Perbedaannya terletak pada cara mereka merespons situasi tersebut.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (20/6), terdapat delapan hal yang hampir tidak pernah dilakukan oleh orang yang tangguh secara mental, bahkan ketika hidup terasa sangat sulit.

1. Mereka Tidak Menghabiskan Energi untuk Mengasihani Diri Sendiri

Saat menghadapi kegagalan atau situasi yang tidak adil, orang yang tangguh secara mental tidak terjebak dalam pola pikir sebagai korban. Mereka mengakui bahwa keadaan memang sulit, tetapi tidak membiarkan rasa kasihan terhadap diri sendiri menguasai hidup mereka.

Psikologi menunjukkan bahwa terlalu fokus pada penderitaan dapat memperkuat perasaan tidak berdaya dan meningkatkan stres. Sebaliknya, orang yang kuat secara mental lebih memilih memusatkan perhatian pada hal-hal yang masih bisa mereka lakukan untuk memperbaiki keadaan.

Mereka mungkin merasa sedih, tetapi tidak membiarkan kesedihan itu menghalangi langkah berikutnya.

2. Mereka Tidak Menyerahkan Kendali Hidup kepada Orang Lain

Orang yang tangguh memahami bahwa mereka tidak dapat mengendalikan semua keadaan, tetapi mereka bisa mengendalikan respons terhadap keadaan tersebut.

Mereka tidak membiarkan kritik, penolakan, atau komentar negatif dari orang lain menentukan harga diri mereka. Mereka juga tidak menggantungkan kebahagiaan sepenuhnya pada pengakuan atau persetujuan orang lain.

Dalam psikologi, kemampuan untuk mempertahankan kendali internal ini dikenal sebagai internal locus of control, yaitu keyakinan bahwa tindakan dan keputusan pribadi memiliki pengaruh besar terhadap hasil yang diperoleh.

3. Mereka Tidak Takut terhadap Perubahan

Perubahan sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun, orang yang memiliki ketangguhan mental melihat perubahan sebagai bagian alami dari kehidupan.

Alih-alih menolak atau menghindarinya, mereka mencoba beradaptasi dan mencari peluang baru di tengah ketidakpastian. Mereka memahami bahwa mempertahankan segala sesuatu agar tetap sama justru dapat menghambat perkembangan diri.

Sikap fleksibel ini membantu mereka lebih cepat bangkit ketika menghadapi perubahan yang tidak terduga.

Baca Juga: Menurut Psikologi, Orang yang Tersenyum di Depanmu tetapi Bergosip di Belakangmu Selalu Menunjukkan 9 Perilaku Halus

4. Mereka Tidak Menghabiskan Waktu untuk Hal-Hal yang Tidak Bisa Dikendalikan

Salah satu ciri orang yang tangguh secara mental adalah kemampuan membedakan antara apa yang bisa dan tidak bisa mereka kendalikan.

Mereka tidak terus-menerus memikirkan masa lalu, perilaku orang lain, atau keadaan yang memang berada di luar kendali mereka. Sebaliknya, mereka mengarahkan energi pada tindakan yang dapat dilakukan saat ini.

Dengan fokus pada hal-hal yang dapat dipengaruhi, mereka mampu mengurangi kecemasan dan mengambil keputusan yang lebih rasional.

5. Mereka Tidak Berusaha Menyenangkan Semua Orang

Keinginan untuk disukai adalah hal yang wajar. Namun, orang yang tangguh secara mental memahami bahwa mustahil membuat semua orang puas.

Mereka berani mengatakan "tidak" ketika diperlukan dan menetapkan batas yang sehat dalam hubungan dengan orang lain. Mereka tidak mengorbankan nilai, prinsip, atau kesehatan mental hanya demi mendapatkan penerimaan dari semua orang.

Menurut psikologi, kemampuan menetapkan batas yang jelas merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap diri sendiri yang sehat.

6. Mereka Tidak Takut Mengambil Risiko yang Diperhitungkan

Orang yang kuat secara mental bukan berarti nekat atau sembrono. Mereka tetap mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan.

Namun, mereka tidak membiarkan rasa takut membuat mereka berhenti mencoba. Mereka menyadari bahwa pertumbuhan sering kali membutuhkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

Ketika menghadapi kegagalan, mereka menganggapnya sebagai pelajaran, bukan sebagai bukti bahwa mereka tidak mampu.

Baca Juga: Mental Baja, Ini 11 Kebiasaan Orang Tangguh yang Sulit Ditiru Orang Lemah Menurut Psikologi

7. Mereka Tidak Terjebak pada Masa Lalu

Semua orang pernah membuat kesalahan atau mengalami pengalaman yang menyakitkan. Namun, orang yang tangguh secara mental tidak membiarkan masa lalu terus mengendalikan masa depan mereka.

Mereka mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut, tetapi tidak terus-menerus menyalahkan diri sendiri atau hidup dalam penyesalan.

Psikologi menunjukkan bahwa kemampuan menerima masa lalu dan fokus pada masa kini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan emosional dan mengurangi risiko stres berkepanjangan.

8. Mereka Tidak Menyerah Setelah Mengalami Kegagalan

Kegagalan bukanlah akhir bagi orang yang tangguh secara mental. Mereka memahami bahwa kesuksesan jarang terjadi secara instan.

Ketika mengalami kegagalan, mereka mengevaluasi apa yang salah, memperbaiki strategi, lalu mencoba kembali. Ketahanan untuk bangkit setelah terjatuh atau dikenal sebagai resilience merupakan salah satu aspek penting dalam kesehatan psikologis.

Mereka tidak menganggap kegagalan sebagai identitas diri, melainkan sebagai bagian dari proses belajar dan berkembang.

Baca Juga: 8 Hal yang Jarang Disia-siakan Energinya oleh Orang-Orang yang Benar-Benar Bahagia Menurut Psikologi

Kesimpulan

Ketangguhan mental bukanlah bakat bawaan yang hanya dimiliki segelintir orang. Dalam pandangan psikologi, kemampuan ini dapat dilatih melalui kebiasaan sehari-hari dan cara seseorang memandang tantangan hidup.

Orang yang tangguh secara mental tidak selalu lebih kuat atau lebih beruntung daripada orang lain. Mereka hanya memiliki pola pikir yang membantu mereka tetap bertahan ketika keadaan menjadi sulit.

Dengan tidak mengasihani diri sendiri, tidak menyerahkan kendali kepada orang lain, tidak takut pada perubahan, serta tidak menyerah pada kegagalan, seseorang dapat membangun fondasi mental yang lebih sehat dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Pada akhirnya, ketangguhan mental bukan tentang tidak pernah jatuh, melainkan tentang kemampuan untuk terus bangkit, belajar, dan melangkah maju, apa pun yang terjadi.

EDITOR: Candra Mega Sari