JawaPos.com - Banyak orang mengukur keberuntungan dari hal-hal besar: gaji tinggi, rumah mewah, atau pencapaian yang terlihat oleh orang lain.
Padahal, menurut psikologi, keberuntungan tidak selalu berbentuk materi atau kesuksesan yang mencolok. Terkadang, keberuntungan hadir dalam bentuk yang lebih sederhana dan sering kali tidak kita sadari.
Cara kita berbicara kepada diri sendiri dan kepada orang lain dapat menjadi cerminan kondisi mental yang sehat, hubungan sosial yang baik, serta rasa aman yang mungkin tidak dimiliki semua orang.
Ada beberapa frasa yang terdengar biasa saja, tetapi sebenarnya menunjukkan bahwa seseorang memiliki fondasi psikologis yang kuat dan kehidupan yang lebih beruntung daripada yang disadarinya.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (14/6), jika sembilan frasa berikut terasa normal bagi Anda, mungkin Anda memiliki lebih banyak alasan untuk bersyukur daripada yang Anda kira.
1. “Saya Tidak Tahu”
Banyak orang merasa harus selalu memiliki jawaban untuk segala sesuatu. Mereka takut terlihat tidak kompeten atau khawatir dianggap kurang pintar.
Namun, psikologi menunjukkan bahwa kemampuan untuk berkata, “Saya tidak tahu,” justru merupakan tanda kerendahan hati intelektual. Orang yang nyaman mengakui keterbatasannya biasanya lebih terbuka terhadap pembelajaran dan lebih mudah berkembang.
Jika Anda dapat mengatakan kalimat ini tanpa merasa harga diri Anda runtuh, itu adalah sebuah keuntungan besar. Anda memiliki ruang untuk belajar, bertanya, dan bertumbuh.
Tidak semua orang memiliki kebebasan psikologis seperti ini.
2. “Tidak Apa-Apa, Saya Bisa Mencoba Lagi”
Kesalahan sering kali dianggap sebagai kegagalan permanen. Padahal, orang yang memiliki pola pikir berkembang (growth mindset) memandang kegagalan sebagai bagian dari proses.
Ketika Anda mampu mengatakan, “Tidak apa-apa, saya bisa mencoba lagi,” Anda sedang menunjukkan ketahanan mental yang sehat.
Banyak orang hidup dengan ketakutan besar terhadap kegagalan sehingga satu kesalahan kecil saja sudah cukup untuk membuat mereka menyerah. Sebaliknya, kemampuan untuk bangkit dan mencoba kembali merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kesuksesan jangka panjang dan kesejahteraan psikologis.
3. “Saya Butuh Istirahat”
Dalam budaya yang memuja produktivitas tanpa henti, mengakui bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan jeda terkadang dianggap sebagai kelemahan.
Padahal, kemampuan mengenali batas diri merupakan tanda kesadaran emosional yang matang.
Jika Anda bisa mengatakan, “Saya butuh istirahat,” tanpa merasa bersalah berlebihan, Anda mungkin memiliki hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.
Banyak orang baru menyadari pentingnya beristirahat setelah mengalami kelelahan fisik dan mental yang berkepanjangan.
4. “Terima Kasih”
Frasa sederhana ini memiliki kekuatan yang luar biasa.
Penelitian psikologi positif menunjukkan bahwa rasa syukur berkaitan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi, hubungan yang lebih baik, dan stres yang lebih rendah.
Jika mengucapkan “terima kasih” sudah menjadi kebiasaan alami bagi Anda, itu bukan hanya soal sopan santun. Hal tersebut menunjukkan bahwa Anda mampu menghargai hal-hal baik yang hadir dalam hidup.
Dan kemampuan untuk melihat hal-hal baik adalah bentuk keberuntungan yang sering tidak disadari.
5. “Saya Senang untukmu”
Tidak semua orang mudah merasa bahagia atas keberhasilan orang lain. Rasa iri dan perbandingan sosial sering kali membuat seseorang sulit memberikan dukungan yang tulus.
Jika Anda bisa mengatakan, “Saya senang untukmu,” dan benar-benar memaknainya, itu menunjukkan bahwa Anda tidak hidup dalam pola pikir kekurangan.
Anda percaya bahwa kesuksesan orang lain tidak mengurangi kesempatan Anda sendiri.
Perasaan aman seperti ini merupakan aset psikologis yang sangat berharga.
6. “Tidak”
Kemampuan mengatakan “tidak” merupakan salah satu keterampilan yang paling penting dalam menjaga kesehatan mental.
Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka harus selalu menyenangkan semua orang. Akibatnya, mereka sering mengorbankan kebutuhan sendiri dan hidup dalam kelelahan emosional.
Jika Anda merasa wajar untuk berkata “tidak” ketika sesuatu tidak sesuai dengan kapasitas atau nilai Anda, itu menunjukkan bahwa Anda memiliki batasan yang sehat.
Dan batasan yang sehat adalah kemewahan psikologis yang tidak semua orang miliki.
7. “Saya Membutuhkan Bantuan”
Sebagian orang menganggap meminta bantuan sebagai tanda kelemahan. Mereka terbiasa memikul semuanya sendirian.
Padahal, psikologi menunjukkan bahwa kemampuan mencari dukungan justru merupakan tanda kekuatan emosional.
Ketika Anda berkata, “Saya membutuhkan bantuan,” Anda mengakui bahwa manusia memang tidak diciptakan untuk menghadapi segala sesuatu seorang diri.
Jika kalimat ini terasa normal bagi Anda, kemungkinan besar Anda memiliki lingkungan yang cukup aman untuk mempercayai orang lain atau setidaknya keyakinan bahwa meminta bantuan bukanlah sesuatu yang memalukan.
Itu adalah keberuntungan yang sangat berharga.
8. “Saya Memaafkan Diri Saya”
Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Namun, tidak semua orang mampu berdamai dengan masa lalu.
Sebagian orang terus menghukum dirinya sendiri selama bertahun-tahun karena satu keputusan yang salah, satu kegagalan, atau satu penyesalan.
Jika Anda mampu mengatakan, “Saya memaafkan diri saya,” Anda sedang menunjukkan tingkat belas kasih terhadap diri sendiri (self-compassion) yang tinggi.
Kemampuan ini berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik, tingkat kecemasan yang lebih rendah, dan kemampuan yang lebih besar untuk bangkit dari kesulitan.
9. “Saya Baik-Baik Saja dengan Kehidupan Saya Saat Ini”
Kalimat ini tidak berarti Anda tidak memiliki ambisi. Ini berarti Anda tidak menggantungkan seluruh kebahagiaan pada sesuatu yang belum Anda miliki.
Psikologi menunjukkan bahwa kepuasan hidup lebih banyak dipengaruhi oleh kemampuan menerima keadaan saat ini daripada terus-menerus mengejar standar yang berubah.
Jika Anda dapat menikmati hidup apa adanya sambil tetap memiliki tujuan untuk masa depan, Anda mungkin sudah memiliki sesuatu yang dicari banyak orang: kedamaian batin.
Keberuntungan Tidak Selalu Terlihat dari Luar
Sering kali kita membandingkan hidup kita dengan pencapaian orang lain dan lupa bahwa banyak bentuk keberuntungan tidak dapat difoto atau dipamerkan.
Memiliki kemampuan untuk mengakui ketidaktahuan, bangkit setelah gagal, beristirahat tanpa rasa bersalah, bersyukur, mendukung orang lain, menetapkan batasan, meminta bantuan, memaafkan diri sendiri, dan merasa damai dengan kehidupan saat ini adalah anugerah yang sangat berharga.
Hal-hal tersebut mungkin terlihat biasa karena Anda sudah terbiasa dengannya. Namun, menurut psikologi, kebiasaan-kebiasaan kecil itu sering menjadi tanda bahwa Anda memiliki fondasi emosional yang sehat dan kehidupan yang lebih beruntung daripada yang Anda sadari.
Karena pada akhirnya, keberuntungan bukan hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalani hidup dan bagaimana kita memandang diri sendiri serta dunia di sekitar kita.