JawaPos.com - Tes ilusi optik tidak hanya membingungkan mata. Tapi, lebih dari itu, diam-diam mencerminkan apa yang terjadi di dunia batin Anda.
Dilansir JawaPos.com dari timesofindia pada Selasa (2/6), seperti apa yang pertama kali terlihat dari ilusi optik ini, sosok lelaki tua atau tangan yang mengepal?
Jawabannya mampu ungkap cara Anda dalam mengatasi rasa sakit dan ketidakpastian. Berikut selengkapnya...
1. Sosok Lelaki Tua
Anda lebih memilih untuk menyimpan banyak hal di dalam diri daripada harus menunjukkannya.
Ada beban emosional, pengalaman masa lalu, ketakutan, atau perasaan yang belum terselesaikan disana.
Anda mengalihkan perhatian dengan pekerjaan, kendali, atau rutinitas untuk menghindari hal-hal yang terasa terlalu berat untuk dihadapi.
Mungkin di permukaan tampak stabil. Tapi, dibaliknya ada kerentanan, kelelahan, atau rasa sakit yang tidak terucapkan.
Dalam situasi ini, mulailah perhatikan dimana Anda memilih untuk mengendalikan.
1. Sosok Lelaki Tua
Anda lebih memilih untuk menyimpan banyak hal di dalam diri daripada harus menunjukkannya.
Ada beban emosional, pengalaman masa lalu, ketakutan, atau perasaan yang belum terselesaikan disana.
Anda mengalihkan perhatian dengan pekerjaan, kendali, atau rutinitas untuk menghindari hal-hal yang terasa terlalu berat untuk dihadapi.
Mungkin di permukaan tampak stabil. Tapi, dibaliknya ada kerentanan, kelelahan, atau rasa sakit yang tidak terucapkan.
Dalam situasi ini, mulailah perhatikan dimana Anda memilih untuk mengendalikan.
Ungkapkan apa yang Anda rasakan, meski terasa tidak nyaman.
Pahamilah, tidak semua hal perlu ditangani, sering kali beberapa hanya perlu dirasakan.
2. Tangan yang Mengepal
Anda terbiasa untuk memegang kendali, mengandalkan logika, struktur, dan prediktabilitas.
Itu membuat Anda merasa lebih aman, karena semuanya menjadi jelas dan terkendali.
Tapi, di waktu yang sama hal ini dapat menghalangi hubungan yang lebih dalam dengan diri sendiri maupun orang lain, karena menimbulkan perasaan tidak nyaman bahkan tidak aman.
Pahamilah, tidak semua hal perlu ditangani, sering kali beberapa hanya perlu dirasakan.
2. Tangan yang Mengepal
Anda terbiasa untuk memegang kendali, mengandalkan logika, struktur, dan prediktabilitas.
Itu membuat Anda merasa lebih aman, karena semuanya menjadi jelas dan terkendali.
Tapi, di waktu yang sama hal ini dapat menghalangi hubungan yang lebih dalam dengan diri sendiri maupun orang lain, karena menimbulkan perasaan tidak nyaman bahkan tidak aman.
Padahal, beberapa bagian kehidupan hanya membutuhkan kelembutan, kepercayaan, dan keterbukaan emosional.
Itu sebabnya, Anda menghindari hal yang sebenarnya bisa membuat Anda bahagia, bukan hal-hal yang buruk.
Untuk situasi ini, Anda perlu memerhatikan saat-saat Anda terlalu berpikir daripada saat-saat Anda mengambil langkah.
Izinkan diri Anda untuk tidak mengetahui semuanya terlebih dahulu, karena pertumbuhan sejati sering kali dimulai pada titik dimana kendali tidak ada atau berakhir.***