JawaPos.com – Ketika bertemu dengan orang baru atau kenalan lama beberapa orang mungkin bertanya-tanya apakah orang ini bisa dipercaya?
Itu karena dalam berinteraksi atau membangun ikatan kepercayaan adalah pondasi yang sangat penting.
Entah itu dalam hubungan asmara, pertemanan, atau profesional, seseorang yang dapat dipercaya selalu memberikan rasa aman.
Sedangkan jika kita bertemu dengan seseorang yang tidak dapat dipercaya, itu justru dapat menusuk kita dari belakang atau mengkhianati kita.
Menariknya, mengetahui karakter seseorang dapat dipercaya atau tidak dapat dari perilaku sehari-hari yang dilakukan.
Orang yang cenderung tidak dapat dipercaya dan suka berkhianat biasanya menunjukkan pola perilaku yang sama.
Dilansir dari Your Tango, ada tujuh sifat kepribadian seseorang yang bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak bisa dipercaya dan harus diwaspadai.
1. Egois dan Kurang Empati
Mengetahui sifat orang yang tidak bisa dipercaya bisa dari cara mereka selalu menempatkan diri sebagai pusat perhatian.
Dalam psikologi, sifat egois yang berlebihan ini sering dikaitkan dengan perilaku narsistik dan manipulatif.
Ini karena orang egois jarang memikirkan bagaimana dampak tindakan mereka terhadap perasaan orang lain.
Ketika seseorang hanya peduli pada keuntungan, kenyamanan, dan kepuasan pribadinya, mereka dengan mudah melanggar janji atau komitmen demi kepentingan pribadi.
2. Terlalu Genit
Orang yang selalu bersikap ramah dan mudah bergaul dengan semua orang selalu dianggap sebagai orang yang baik.
Namun, ada batasan yang jelas antara ramah dengan sengaja mencari perhatian lewat perilaku genit.
Jika seseorang secara sengaja menunjukkan sikap genit kepada orang lain, itu bisa menjadi tanda bahaya.
Bahkan saat sudah memiliki pasangan, orang yang tidak dapat dipercaya selalu bersikap genit kepada orang lain.
Perilaku ini menandakan bahwa mereka selalu haus akan validasi, perhatian, dan kekaguman dari luar, yang membuat mereka sulit menjaga komitmen jangka panjang.
3. Merasa Pantas Mendapat Segalanya
Beberapa dari kita mungkin pernah bertemu dengan orang yang merasa dirinya pantas mendapatkan perlakuan istimewa tanpa usaha.
Atau bahkan mereka merasa dirinya adalah orang yang harus memegang kendali di berbagai situasi.
Orang dengan kepribadian seperti ini seringkali sulit untuk membangun komitmen mendalam atau menghargai kepercayaan orang lain
Ini karena mereka merasa berhak mendapatkan segalanya yang terbaik, entah perlakuan atau rasa hormat dari orang lain
Selain itu, mereka akan mudah merasa tidak puas dan mencari celah untuk melanggar komitmen demi memenuhi keinginannya.
4. Menyembunyikan Rasa Insecure
Banyak orang tidak mengetahui bahwa orang yang tidak dapat dipercaya seringkali memiliki rasa tidak percaya diri yang mendalam.
Seseorang yang merasa tidak berharga atau takut ditolak di dalam hatinya seringkali mencari pelarian yang salah.
Untuk menutupi rasa insecure tersebut, mereka mungkin mencari validasi instan dari orang lain dengan cara-cara yang tidak jujur.
Rasa sakit atau luka emosional yang belum selesai di masa lalu membuat mereka rentan merusak kepercayaan orang lain.
5. Impulsif dan Tidak Punya Kontrol
Ada perbedaan besar antara orang yang spontan memberikan kenyamanan dengan orang yang impulsif atau tidak punya kontrol diri.
Orang yang sangat impulsif cenderung bertindak berdasarkan emosi sesaat tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjangnya.
Mereka sangat sulit untuk menjaga disiplin diri, sehingga mereka selalu bertindak atas kemauan dan kenyamanannya.
Ketika dihadapkan pada situasi yang menguji kesetiaan atau kejujuran, orang yang impulsif biasanya akan terjebak oleh nafsu atau keinginan jangka pendek mereka.
Ini membuat mereka dapat dengan mudah mengkhianati orang lain supaya mereka mendapatkan apa yang diinginkan.
6. Mewajarkan Pengkhianatan
Sikap dan ucapan seseorang adalah cerminan dari nilai hidup yang mereka pegang atau prinsip kehidupan.
Memahami orang yang tidak dapat dipercaya bisa dari cara mereka merespons kasus perselingkuhan atau kebohongan orang lain
Jika mereka cenderung memaklumi, menganggap perselingkuhan sebagai hal yang wajar, atau menyalahkan korban, ini adalah tanda bahaya.
Pandangan yang permisif atau longgar terhadap ketidaksetiaan menunjukkan bahwa standar moral mereka dalam menjaga kepercayaan memang rendah.
7. Selalu Curiga dan Menuduh Orang Lain
Seseorang yang memiliki niat buruk atau sering berbohong cenderung berpikir bahwa orang lain juga melakukan hal yang sama jahatnya dengan mereka.
Jika ada pasangan atau teman kita terus-menerus menuduhmu tidak jujur atau berselingkuh tanpa alasan yang jelas, bisa jadi itu adalah refleksi dari diri mereka sendiri.
Mereka mencurigai kita karena mereka tahu jelas bahwa seberapa mudahnya bagi diri mereka sendiri untuk mengkhianati orang lain.