JawaPos.com – Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan bertemu dengan banyak orang dan sebagian di antaranya berkembang menjadi hubungan pertemanan. Namun, tidak semua pertemanan membawa pengaruh positif.
Menurut psikologi, ada beberapa tipe individu yang justru lebih banyak memberikan dampak buruk dibandingkan manfaat dalam kehidupan seseorang. Kehadiran mereka dapat memengaruhi emosi, pikiran, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.
Dilansir dari Geediting, terdapat delapan tipe orang yang dinilai kurang layak dijadikan teman karena berpotensi membawa pengaruh negatif dalam hubungan pertemanan.
Baca Juga: 6 Ciri Orang yang Menawan dengan Kepribadian Magnetis, Salah Satunya Optimis!
1. Si pengeluh
Kita semua pernah mengalami hari-hari buruk dan wajar jika kita curhat kepada teman-teman.
Tapi ada juga teman-teman yang sepertinya menjadikan mengeluh sebagai kebiasaan mereka.
Psikologi menunjukkan bahwa paparan negatif yang terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan mental Anda.
Jika Anda merasa lelah setelah menghabiskan waktu dengan teman yang hanya mengeluh, mungkin sudah saatnya mengakhiri pertemanan tersebut.
2. Teman yang bertepuk sebelah tangan
Pertemanan itu tentang memberi dan menerima.
Jika Anda terus-menerus merasa kebutuhan dan perasaan diabaikan, mungkin sudah saatnya untuk mundur sejenak dan mengevaluasi kembali pertemanan tersebut.
3. Tukang drama
Selalu ada teman yang selalu dikelilingi kekacauan dan drama. Mereka tampaknya menikmati hal itu.
Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa kepribadian yang cenderung konfliktif sering kali tertarik pada drama karena ini memenuhi kebutuhan mereka akan perhatian dan pengakuan.
Berada di tengah kekacauan yang terus-menerus ini bisa melelahkan dan merusak kedamaian batin Anda.
4. Pesaing yang selalu ada
Persaingan sehat antar teman bisa menyenangkan dan memotivasi.
Namun, ada beberapa teman yang tampaknya menjadikan segala sesuatu sebagai kontes, selalu berusaha mengungguli Anda atau selangkah lebih maju.
Mulai dari prestasi pribadi hingga harta benda, mereka terus-menerus membandingkan. Hal ini dapat membuat Anda merasa tidak mampu dan stres, selalu merasa perlu untuk mengimbangi.
5. Teman yang hanya ada saat senang
Anda akan menghargai teman-teman yang selalu ada untukmu di saat-saat tergelap, menawarkan dukungan ketika sangat membutuhkannya.
Namun, beberapa teman hanya hadir di saat-saat bahagia, menghilang ketika keadaan menjadi sulit.
Tipe teman seperti ini dapat membuat Anda merasa ditinggalkan dan dikhianati ketika Anda paling membutuhkannya.
6. Penyebar gosip
Berbagi rahasia dan cerita pribadi dapat memperkuat pertemanan.
Namun, ada perbedaan mencolok antara berbagi dan bergosip.
Psikologi mengatakan bahwa pertemanan yang dibangun di atas gosip bersifat dangkal dan dapat menyebabkan kecemasan dan ketidakpercayaan.
Jika terus-menerus khawatir tentang apa yang mungkin dikatakan teman Anda di belakang Anda, mungkin sudah saatnya mengakhiri tersebut.
7. Teman yang egois
Pertemanan seharusnya bersifat timbal balik, di mana kedua pihak menunjukkan minat pada kehidupan satu sama lain.
Namun, beberapa teman tampaknya hanya peduli pada diri mereka sendiri.
Perilaku egois ini dapat membuat Anda merasa tidak dihargai dan diabaikan.
8. Pengaruh negatif
Lingkungan pergaulan bisa memengaruhi perilaku dan sikap Anda. Beberapa teman dapat membawa Anda ke jalan yang tidak bermanfaat.
Jika mendapati diri Anda terlibat dalam perilaku yang membuat Anda tidak nyaman, sudah saatnya untuk mempertimbangkan kembali pertemanan tersebut.