JawaPos.com – Mindfulness bukan sekadar duduk diam dan mencari ketenangan, melainkan cara nyata untuk menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Secara psikologi, pikiran yang terus-menerus terpecah dan penuh kekhawatiran menguras energi layaknya aplikasi ponsel yang lupa ditutup.
Kebiasaan kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran terbukti lebih efektif mengubah suasana hati dibandingkan suplemen atau sistem produktivitas apa pun.
Energi yang kamu miliki setiap hari bukan kuantitas tetap, melainkan sesuatu yang dibentuk oleh kualitas perhatian yang kamu berikan.
Baca Juga: Anti Drama! Ini 6 Kebiasaan Orang yang Penuh Kedamaian Jauh dari Stres Menurut Psikologi
Dilansir dari laman Hack Spirit pada Jumat (24/4), berikut lima kebiasaan mindfulness sederhana yang secara diam-diam mengubah cara seseorang merasakan hidupnya dari pagi hingga malam.
1. Jangkar pagi hari
Beberapa menit pertama setelah bangun tidur menentukan bagaimana seluruh hari akan berjalan bagi seseorang.
Sebelum menyentuh ponsel, ambil lima napas sadar dan tetapkan satu niat sederhana untuk hari ini, misalnya "sabar" atau "fokus."
Langkah kecil yang memakan waktu kurang dari enam puluh detik ini menggeser pikiran dari mode reaktif menjadi lebih terarah.
2. Reset perhatian di tengah hari
Studi Harvard menemukan bahwa orang menghabiskan hampir separuh waktu terjaga mereka memikirkan hal lain selain yang sedang dilakukan.
Pikiran yang terus berpindah-pindah tanpa pernah benar-benar hadir mengonsumsi lebih banyak energi kognitif dibandingkan pekerjaan yang paling berat sekalipun.
Atur tiga pengingat acak di ponsel dan gunakan masing-masing untuk berhenti sejenak selama sepuluh detik, menarik napas, dan kembali hadir sepenuhnya.
3. Pemeriksaan tubuh secara rutin
Banyak rasa lelah yang dirasakan di siang hari bukan berasal dari kurang tidur, melainkan dari ketegangan tubuh yang tidak disadari dan terakumulasi.
Tubuh selalu berada di momen saat ini dan terus mengirimkan sinyal seperti rahang yang menegang, bahu yang membungkuk, atau napas yang dangkal.
Tiga kali sehari, luangkan tiga puluh detik untuk memindai tubuh dari kepala hingga kaki dan lepaskan sedikit ketegangan yang ditemukan.
4. Memberi nama pada emosi
Satu interaksi buruk bisa merusak suasana hati sepanjang sore bukan karena kejadiannya serius, melainkan karena residunya menempel tanpa disadari.
Teknik kuno dalam meditasi Vipassana yang disebut "noting" mengajarkan bahwa sekadar memberi nama pada emosi seperti "frustrasi" atau "kecewa" sudah cukup melemahkan cengkeramannya.
Penamaan emosi mengaktifkan bagian otak yang berbeda sehingga seseorang bergeser dari berada di dalam emosi menjadi mengamatinya dari luar.
5. Penutupan malam dengan rasa syukur
Jika dibiarkan berjalan sendiri, pikiran akan mengakhiri hari dengan cara yang sama ia menjalaninya, yaitu memindai masalah dan mengkhawatirkan hari esok.
Dalam tradisi Buddhis, malam hari adalah waktu untuk metta atau cinta kasih, bukan karena hari berjalan sempurna tetapi karena mengakhiri dengan niat baik mengubah apa yang dikonsolidasi otak saat tidur.
Sebelum tidur, sebutkan tiga momen kecil yang benar-benar baik dari hari ini, lalu katakan dalam hati bahwa hari ini sudah cukup.