JawaPos.com - Pernah melihat seseorang di supermarket yang bersikeras tidak mengambil troli atau keranjang karena merasa hanya membeli “sedikit barang”? Awalnya tampak sepele—bahkan mungkin efisien. Namun, beberapa menit kemudian, tangan mereka mulai penuh, barang hampir jatuh, dan mereka terlihat kewalahan.
Fenomena sederhana ini ternyata bisa mencerminkan pola perilaku dan kecenderungan psikologis tertentu. Dalam psikologi, keputusan kecil sehari-hari sering kali menjadi cerminan dari cara seseorang berpikir, mengatur diri, dan merespons lingkungan.
Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (12/6), terdapat 9 ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan kebiasaan tersebut:
1. Cenderung Meremehkan Kebutuhan Sendiri
Orang seperti ini sering merasa “ini cukup kok” tanpa benar-benar memperhitungkan kenyataan di lapangan. Mereka menganggap kebutuhannya kecil, padahal kenyataannya lebih besar.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan underestimation bias—kecenderungan meremehkan skala atau kompleksitas sesuatu.
2. Terlalu Percaya Diri (Overconfidence)
Mereka yakin bisa membawa semua barang tanpa bantuan alat. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, tetapi kadang tidak realistis.
Kepercayaan diri yang berlebihan bisa membuat seseorang mengabaikan solusi sederhana yang sebenarnya mempermudah hidup.
3. Enggan Terlihat “Berlebihan”
Sebagian orang tidak mau mengambil troli karena takut terlihat seperti membeli banyak barang. Ini berkaitan dengan self-image dan bagaimana mereka ingin dipersepsikan orang lain.
Mereka lebih memilih terlihat “minimalis” meski harus repot sendiri.
4. Cenderung Impulsif
Awalnya mereka memang hanya ingin membeli sedikit, tetapi di tengah jalan terus menambah barang tanpa perencanaan.
Ini menunjukkan kontrol impuls yang kurang stabil—keputusan diambil secara spontan tanpa mempertimbangkan konsekuensi.
5. Kurang Perencanaan
Orang yang tidak mengambil troli sering kali tidak memiliki daftar belanja yang jelas. Mereka berjalan sambil “lihat nanti saja,” yang akhirnya berujung pada kelebihan barang.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan rendahnya executive planning skills.
6. Suka Menantang Diri Sendiri
Bagi sebagian orang, ini seperti “tantangan kecil”—membawa sebanyak mungkin tanpa bantuan.
Mereka mungkin menikmati sensasi menguji kemampuan diri, meskipun hasilnya justru merepotkan.
7. Menghindari Usaha di Awal, Menanggung di Akhir
Mengambil troli butuh usaha kecil di awal (berjalan ke tempat troli, mengambil, mendorong). Orang dengan pola ini cenderung menghindari usaha kecil tersebut, tetapi akhirnya menghadapi kesulitan yang lebih besar.
Ini dikenal sebagai effort avoidance behavior.
8. Kurang Fleksibel dalam Mengubah Keputusan
Ketika tangan sudah penuh, mereka tetap tidak kembali untuk mengambil troli. Ini menunjukkan kecenderungan mempertahankan keputusan awal, meski situasi sudah berubah.
Dalam psikologi, ini mirip dengan commitment bias—tetap bertahan pada pilihan awal walau tidak lagi optimal.
9. Cenderung Mengabaikan Kenyamanan Diri
Alih-alih memilih cara yang lebih nyaman, mereka tetap bertahan dalam kondisi tidak praktis.
Hal ini bisa menunjukkan kebiasaan mengutamakan efisiensi semu dibanding kenyamanan nyata.
Penutup
Kebiasaan kecil seperti menolak troli belanja mungkin terlihat tidak penting. Namun, seperti banyak perilaku sehari-hari lainnya, hal itu bisa menjadi jendela untuk memahami cara seseorang berpikir dan mengambil keputusan.
Tentu saja, tidak semua orang yang melakukan ini memiliki semua ciri di atas. Namun, jika pola tersebut sering terjadi, ada kemungkinan itu mencerminkan kecenderungan psikologis tertentu.
Pada akhirnya, mungkin pelajaran paling sederhana adalah: