JawaPos.com – Beberapa tipe MBTI lebih rentan terhadap overthinking dibandingkan dengan tipe MBTI yang lain.
Sebelum itu, mungkin ada beberapa dari kalian yang belum pernah mendengar tes kepribadian yang satu ini.
DIlansir dari Myers & Briggs Foundation, Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah alat penilaian kepribadian yang mengelompokkan individu ke dalam 16 tipe kepribadian berdasarkan kecenderungan mereka pada empat dikotomi.
Menurut psikologi kepribadian, kecenderungan ini muncul karena kombinasi introversi, intuisi, dan kecemasan sosial.
Jadi kalau kamu merasa sering “kepikiran terus” tentang sesuatu, bisa jadi memang ada hubungannya dengan tipe MBTI-mu.
Kira-kira tipe kepribadian apa sajakah yang cenderung overthinking? Simak tipe-tipenya berikut ini yang dilansir dari Youtube Psychology refresh.
1. ISTJ
Mereka yang memiliki tipe kepribadiann ISTJ (Introverted, Sensing, Thinking, Judging) memiliki julukan the inspector.
Pada umumnya adalah orang-orang yang dapat diandalkan, terorganisir dan praktis. Mereka sering terobsesi dengan detail-detail kecil pada keseharian mereka.
Hal ini terjadi karena mereka membutuhkan every little piece of information sebelum mengambil sebuah keputusan.
Hal ini tentunya membuat para ISTJ cenderung untuk overthinking karena mereka terfokus pada ketertiban dan menjaga keamanan mereka melalui pola kerja yang mereka anggap terbaik.
2. INTJ
Tipe kepribadian INTJ (Introverted, Intuitive, Thinking, and Judging) memiliki julukan The Architect. Seseorang dengan tipe kepribadian ini dikenal sebagai inovator dan strategis.
Mereka terbiasa memikirkan berbagai kemungkinan masa depan, menimbang setiap skenario, hingga terkadang terjebak dalam analisis yang tak berujung.
Kebiasaan ini membuat INTJ sering mengalami paralysis by analysis yaitu situasi di mana mereka begitu sibuk membandingkan kemungkinan, hingga sulit mengambil keputusan yang nyata.
3. INFJ
INFJ (Introverted, Intuitive, Feeling, and Judging) memiliki julukan the advocate. Sesuai namanya, mereka yang memiliki kepribadian ini cenderung idealis dan berwawasan luas.
Sifat ini membuat para INFJ menitikberatkan segala aspek untuk di cari nilai dan artinya. Tidak jarang, INFJ mengulang-ulang interaksi dan situasi dalam pikiran mereka.
Overthinking bagi INFJ sering kali melahirkan perasaan kewalahan. Pada akhirnya pikiran yang terus berulang-ulang tidak memberi hasil dan solusi yang signifikan.
Secara natural, karakteristik mereka mendorong mereka untuk menjadi pemikir yang dalam. Namun, sangat disarankan untuk para INFJ membiarkan intuisi memandu jalan.
4. INTP
Seseorang dengan tipe kepribadian INTP (Introverted, Intuitive, Thinking, and Perceiving) memiliki kemampuan yang tinggi dalam analisis.
Secara alami, mereka memiliki sifat yang penuh rasa penasaran dan pemikir yang terfokus pada struktur dan konsep. Tidak heran jika mereka memiliki julukan The Thinker.
Sebagai analis, INTP tidak pernah berhenti membongkar ide, perspektif dan teori dari berbagai sudut pandang.
INTP sering kali kesulitan dalam mengambil keputusan karena selalu mempertimbangkan setiap pilihan dan alternatifnya secara logis. Mereka cenderung mengabaikan aspek emosional dan lebih mengandalkan logika sebagai panduan utama.
5. ENFJ
Berbeda dari yang lain, kali ini ada extrovert yang ikut masuk dalam list ini.
ENJF (Extraverted, Intuitive, Feeling, and Judging) atau The Protagonist adalah sosok yang hangat dan karismatik, dengan kepedulian besar terhadap keharmonisan hubungan.
Namun, justru karena kepedulian inilah, mereka sering kali terjebak dalam overthinking. ENFJ terbiasa khawatir tentang bagaimana tindakan mereka memengaruhi orang lain.
Pertanyaan seperti “apakah ucapan mereka melukai perasaan”, atau “apakah mereka sudah memenuhi ekspektasi sosial yang ada” sering muncul di kepala para ENFJ.
Overthinking ini sering kali membuat ENFJ merasa cemas berlebihan, terutama ketika mereka membayangkan skenario konflik yang mungkin saja tidak pernah terjadi.