JawaPos.com – Menolong orang lain merupakan salah satu bentuk perilaku sosial yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Sikap ini tidak hanya membantu orang yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat.
Dalam psikologi, perilaku membantu orang lain sering disebut sebagai perilaku prososial. Perilaku ini mencakup berbagai tindakan positif seperti membantu, berbagi, bekerja sama dan menunjukkan empati kepada orang lain.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Annual Review of Psychology, perilaku menolong sesama berkaitan erat dengan empati,kepedulian sosial dan nilai moral yang dimiliki seseorang.
Selain itu, penelitian dari Greater Good Science Center di University of California menunjukkan bahwa membantu orang lain juga dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis seseorang.
Orang yang suka menolong biasanya memiliki karakter tertentu yang membuat mereka lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Karakter tersebut sering berkembang melalui pengalaman hidup, nilai moral serta empati yang kuat.
Berikut beberapa ciri kepribadian yang dimiliki oleh orang yang senang menolong orang lain sebagaimana dilansir dari laman Greater Good Science Center, Kamis (12/3) :
1. Memiliki empati yang tinggi
Empati merupakan kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. Orang yang memiliki empati tinggi biasanya lebih mudah menyadari ketika seseorang membutuhkan bantuan.
Individu dengan empati tinggi cenderung mampu menempatkan diri pada posisi orang lain. Hal ini membuat mereka terdorong untuk memberikan bantuan secara tulus.
Penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa empati memiliki hubungan yang kuat dengan perilaku prososial dan keinginan untuk membantu orang lain.
2. Memiliki kepedulian sosial yang tinggi
Orang yang suka menolong biasanya memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga memperhatikan kondisi orang lain.
Kepedulian sosial membuat seseorang lebih peka terhadap masalah yang terjadi di sekitarnya. Hal ini mendorong mereka untuk berkontribusi dalam membantu orang lain.
Penelitian tentang perilaku prososial menunjukkan bahwa individu dengan kepedulian sosial tinggi lebih sering terlibat dalam aktivitas sukarela dan bantuan sosial.
Sikap peduli ini membantu menciptakan hubungan yang lebih harmonis dalam masyarakat. Orang yang memiliki kepedulian sosial sering menjadi sosok yang dihargai dalam lingkungan sosial.
3. Memiliki hati yang tulus
Kepribadian yang suka menolong biasanya didasari oleh ketulusan hati. Mereka membantu orang lain bukan karena ingin mendapatkan pujian atau imbalan.
Ketulusan membuat bantuan yang diberikan terasa lebih bermakna. Orang yang menerima bantuan pun akan merasa dihargai dan diperhatikan.
Menurut penelitian dalam Journal of Social Psychology, niat tulus untuk membantu orang lain merupakan faktor utama dalam perilaku prososial.
4. Memiliki kemampuan kerjasama yang baik
Orang yang suka menolong biasanya memiliki kemampuan kerja sama yang baik. Mereka mampu berinteraksi dengan berbagai jenis orang dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.
Penelitian dari APA menunjukkan kerja sama dan perilaku prososial memiliki hubungan yang kuat dalam membangun hubungan sosial yang sehat.
5. Memiliki rasa syukur yang tinggi
Orang yang suka membantu biasanya memiliki rasa syukur yang tinggi terhadap kehidupan mereka. Perasaan bersyukur membuat mereka lebih menghargai apa yang dimiliki.
Rasa syukur juga mendorong seseorang untuk berbagi dengan orang lain. Mereka merasa bahwa membantu orang lain merupakan salah satu cara untuk memberikan kebaikan kembali kepada dunia.
Penelitian dari Harvard Health Publishing menunjukkan bahwa rasa syukur dapat meningkatkan empati dan perilaku prososial seseorang.***