← Beranda
Punya Empati dan Intuisi Kuat, Berikut 5 Tipe MBTI yang Cocok dengan Dunia Konseling dan Alasannya
Nida Salma AdenSelasa, 7 Oktober 2025 | 15.46 WIB
Seseorang yang punya empati tinggi. (Pexels)

JawaPos.com - Untuk terjun ke dunia konseling diperlukan kepekaan, empati yang tinggi, serta kemampuan mendengar dengan tulus. Dengan hal itu, tidak semua orang memiliki bakat alami atau cocok menjadi seorang konselor, karena profesi ini membutuhkan keahlian dan kepekaan tertentu.

Untuk dapat mengetahui lebih dalam mengenai bakat alami atau potensi tersebut salah satu caranya adalah dilihat dari tipe kepribadian berdasarkan hasil tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Tes ini dapat membantu kamu untuk memetakan karakter, pola pikir, hingga caramu berinteraksi dengan orang lain.

Keputusan menjadi konselor bukan berarti hanya harus pandai merangkai kata, namun juga harus mampu untuk mendengar, memahami, dan memberi solusi dengan penuh empati.

Terdapat beberapa tipe MBTI yang ternyata cocok secara alami dengan dunia ini karena mereka memiliki empati yang tinggi, intuitif, serta komunikatif. Dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai lima tipe MBTI yang cocok dan berpotensi untuk menjadi seorang konselor.

INFJ

INFJ sering disebut sebagai “The Advocate” karena mereka memiliki intuisi yang sangat tajam dan tulus peduli terhadap orang lain, membuat mereka mampu memahami dan mendukung dengan sepenuh hati.

Mereka mampu memahami emosi yang tidak dapat diungkapkan secara langsung, sehingga dalam dunia konseling, INFJ mampu menciptakan ruang aman bagi klien secara terbuka.

Kesabaran dan dedikasi mereka dalam membantu orang lain berkembang membuat mereka cocok menjadi terapis, konselor trauma, atau mentor pribadi.

Tingginya tingkat empati yang mereka miliki membuat mereka dipercaya untuk menyelesaikan masalah yang rumit dan kompleks, karena mereka benar-benar dapat memahami apa yang dirasakan dan dibutuhkan orang lain.

ENFJ

Orang dengan pribadi tipe ENFJ dapat membawa energi positif yang dapat memotivasi banyak orang. Mereka sangat mahir dalam membangun hubungan dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Karakter ini membuat mereka cocok untuk bekerja dalam dunia konseling, bidang pendidikan, hingga pembimbing karier. Selain itu, sebagai pribadi yang karismatik, ENFJ juga mampu menjadi pendengar yang sabar sekaligus membimbing klien untuk mencari solusi yang tepat.

Kepribadian tipe ini dapat menciptakan suasana hangat, nyaman, dan penuh rasa peduli, sehingga klien merasa benar-benar didukung dan dimengerti dalam sesi konseling.

INFP

INFP dikenal sebagai pribadi yang sangat berpegang teguh pada prinsip dan nilai-nilai mereka.

Mereka memiliki empati yang tinggi serta sensitif terhadap perasaan, sehingga cocok dalam peran konselor yang berfokus untuk memahami individu lain, terutama bagi mereka yang sedang mencari pemahaman diri atau makna hidup.

Pendekatan lembut dan penuh kelembutan dari INFP ini membuat klien merasa nyaman dan aman berbicara tanpa rasa takut. Mereka juga sering membantu klien menyadari kelebihan-kelebihan dan nilai-nilai pribadi yang bisa dijadikan pegangan hidup.

ENFP

Berbeda dari INFP yang cenderung tenang, ENFP hadir dengan semangat dan energi yang membangkitkan motivasi. Mereka mudah sekali bergaul, komunikatif, serta mampu menciptakan suasana aman untuk berbicara.

Dalam dunia konseling, ENFP cocok untuk membantu anak muda dan remaja yang membutuhkan dukungan emosional. Pendekatan kreatif mereka tidak hanya berfokus pada masalah, tetapi juga dapat memberi inspirasi agar klien mampu melihat potensi dan peluang dalam diri mereka sendiri.

Karisma dan ide segar dari ENFP membuat sesi konseling menjadi lebih hidup dan memotivasi.

ISFJ

Tipe kepribadian ISFJ dikenal memiliki rasa perhatian dan kepedulian mereka yang tulus. Mereka seperti pengasuh sejati yang selalu siap membantu dan mendukung orang lain kapan pun dibutuhkan.

Mereka sangat sabar, telaten, dan selalu memperhatikan detail kecil yang kadang terlewatkan orang lain. Mereka sangat sabar, telaten, dan selalu memperhatikan detail kecil yang kadang terlewatkan orang lain.

Dalam praktiknya, kelebihan ini dapat sangat bermanfaat untuk konseling keluarga, pernikahan, atau pendampingan untuk mereka yang mengalami trauma.

Ketulusan dan kestabilan emosi yang dimiliki ISFJ mampu memberikan kenyamanan dan kepercayaan kepada klien agar mereka merasa aman untuk berbagi masalah pribadi yang sensitif.

Walaupun MBTI bukanlah alat yang mutlak menentukan kompetensi seseorang sebagai profesional, tes ini bisa memberikan gambaran tentang kecenderungan alami yang dimiliki oleh seseorang.

Dalam dunia konseling, tipe-tipe pribadi MBTI seperti INFJ, ENFJ, INFP, ENFP, dan ISFJ memiliki keunggulan berupa empati tinggi, kemampuan komunikasi yang baik, serta sensitivitas terhadap emosi orang lain sehingga dinilai memiliki potensi besar dalam dunia konseling.

Namun tidak dapat dipungkiri jika menjadi konselor yang efektif juga membutuhkan keahlian, pengalaman, dan komitmen untuk terus belajar dan berkembang. Pada akhirnya, siapa pun berpeluang untuk sukses di bidang ini selama didasari oleh hati yang tulus dan dedikasi.

EDITOR: Edy Pramana