JawaPos.com - Kapan terakhir kali seseorang menggenggam tanganmu, memelukmu, atau menepuk lembut punggungmu?
Jika kamu sulit mengingatnya, tenang, kamu tidak sendirian. Banyak orang merasakan hal yang sama.
Faktanya, sebuah studi menunjukkan bahwa 73% orang mengalami “touch gap”, yaitu menerima lebih sedikit kasih sayang fisik daripada yang mereka butuhkan.
Angka ini sungguh mencengangkan, mengingat sentuhan bukan sekadar bentuk kenyamanan, melainkan kebutuhan dasar manusia.
Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa setiap kali kulit kita merasakan hangatnya sentuhan, otak merespons dengan melepaskan serangkaian hormon bahagia yang mampu meningkatkan suasana hati sekaligus memperkuat ikatan sosial.
Lalu, bagaimana sebenarnya sentuhan memengaruhi otak dan hidup kita? Yuk, kita bahas lebih dalam.
Sentuhan Sejak Lahir Sebagai Fondasi Perkembangan Otak
Sesaat setelah lahir bayi akan diletakkan di dada orang tuanya. Kontak kulit ke kulit ini bukan hanya menghangatkan hati, tetapi juga membentuk perkembangan otak dan emosinya.
Penelitian menemukan bahwa bayi yang rutin mendapat sentuhan penuh kasih tumbuh dengan regulasi emosi dan stres yang lebih baik, sistem imun yang lebih kuat, bahkan perkembangan bahasa dan kognitif yang lebih optimal.
Sebaliknya, bayi yang tumbuh dalam kondisi kurang kasih sayang seringkali mengalami IQ lebih rendah, kesulitan memecahkan masalah, serta hambatan dalam kemampuan berbahasa dan bersosialisasi.
Dengan kata lain, sentuhan adalah pondasi penting bagi cara kita merespons kehidupan di kemudian hari.
Empat Pelukan Sehari, Bisa Menjauhkan Diri Dari Berbagai Keluhan Kesehatan
Ada pepatah yang mengatakan, “Four hugs a day keep the doctor away.” Ternyata ini bukan sekadar kiasan.
Saat dipeluk, tubuh kita mengaktifkan sistem saraf parasimpatis atau sistem rest and digest yang bekerja menenangkan tubuh. Efeknya seperti detak jantung melambat, tekanan darah menurun, dan pikiran menjadi lebih rileks.
Selain itu, hormon stres kortisol juga akan berkurang drastis. Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya empat pelukan sehari mampu menurunkan kadar stres dan membuat tubuh lebih sehat secara emosional maupun fisik.
Sentuhan juga bisa disebut sebagai “obat pereda nyeri alami”. Buktinya, pernahkah kamu merasa lebih tenang ketika seseorang menggenggam tanganmu di saat gugup atau sakit? Nah itu bukan kebetulan.
Kontak fisik sederhana seperti genggaman tangan mampu memicu pelepasan endorfin, hormon yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami.
Contoh paling nyata adalah saat proses persalinan, ketika ayah menggenggam tangan ibu untuk memberikan kenyamanan.
Tak hanya mengurangi rasa sakit, endorfin juga menurunkan aktivitas area otak yang terkait kecemasan, sehingga membuat kita merasa lebih tenang dan terkendali.
Setiap kali kita dipeluk, dielus punggung, atau sekadar mendapat tepukan lembut, otak kita memproduksi oxytocin.
Hormon ini dikenal sebagai cuddle hormone karena membuat kita merasa lebih dekat, percaya, dan terhubung dengan orang lain.
Oxytocin tidak hanya bermanfaat pada hubungan antar manusia. Studi juga menunjukkan bahwa membelai hewan peliharaan dapat meningkatkan kadar oxytocin, baik pada manusia maupun hewan itu sendiri.
Inilah sebabnya mengapa interaksi sederhana dengan hewan bisa membuat hati terasa lebih damai.
Disamping itu,tahukah kamu bahwa kulit memiliki serabut saraf khusus yang disebut C-tactile afferent fibers? Serabut ini dirancang untuk merespons sentuhan lembut seperti belaian atau usapan.
Saat diaktifkan, saraf ini mengirimkan sinyal langsung ke pusat emosi otak, menciptakan rasa nyaman dan ikatan emosional.
Bahkan, penelitian menunjukkan stimulasi serabut ini bisa mengurangi stres, meredakan rasa kesepian, hingga emperbaiki suasana hati.
Kesimpulannya, dari bayi hingga dewasa, sentuhan terbukti memiliki peran vital dalam kesehatan fisik, emosional, dan sosial kita.
Mulai dari menenangkan sistem saraf, menurunkan stres, meredakan rasa sakit, hingga memperkuat hubungan dengan orang lain, semua bisa terjadi lewat sentuhan sederhana.
Maka, jangan anggap sentuhan hanya sebagai hal kecil. Ia adalah kebutuhan mendasar yang membuat kita merasa manusiawi dan terhubung satu sama lain.
Jadi, cobalah untuk lebih sering memberi pelukan, genggaman tangan, atau sekadar tepukan lembut kepada orang-orang terdekat.