JawaPos.com - Menabung terasa semakin menantang, khususnya bagi generasi sandwich atau generasi roti lapis.
Pasalnya, mereka memiliki tanggung jawab ganda yakni membiayai orang tua sekaligus anak. Di tengah kewajiban itu, sandwich generation juga memiliki mimpi untuk mempersiapkan tabungan, sebagai pegangan untuk masa depan.
Mungkin tampak mustahil untuk sandwich generation dalam mengelola gaji perbulan dengan berbagai kewajiban.
Nemun, semua itu bukan berarti mustahil dilakukan selama ada kemauan untuk menyisihkan uang.
Berikut tips menabung bagi generasi sandwich yang dirangkum dari laman . mediakeuangan.kemenkeu.go.id dan www.bankmuamalat.co.id, supaya tetap bisa menabung meski berada di bawah tekanan keuangan.
Menyusun rencana anggaran
Cara pertama yang bisa dilakukan untuk membagi ke dalam tabungan adalah mengatur anggaran pendapatan untuk dialokasikan ke berbagai hal.
Bedakan terlebih dahulu antara kebutuhan pokok dan keinginan, baru setelah itu catat seluruh pengeluaran penting.
Setelah itu atur pembagian pendapatan dengan sejumlah 50% kebutuhan pokok, 30% keinginan, dan 20% tabungan.
Kurangi pengeluaran konsumtif
Tekan kebiasaan belanja impulsif agar dana bisa lebih banyak dialihkan ke tabungan. Batasi pengeluaran yang tidak penting seperti membeli kopi kekinian atau berlangganan layanan streaming yang jarang dipakai. Cara ini dilakukan untuk menekan biaya. Manfaatkan juga promo, diskon, dan kupon.
Cari penghasilan tambahan
Tambah pemasukan anda dengan side jobs, freelance, atau hustle. Anda juga bisa memanfaatkan aset yang dimiliki. Contohnya menjual hasil kerajinan, makanan, menyewakan tanah atau bangunan, atau berjualan makanan untuk menambah dana tabungan.
Tingkatkan produktivitas di tempat kerja
Anda bisa bekerja dengan lebih giat supaya membuka peluang promosi jabatan, atau kenaikan gaji. Ambil kesempatan lembur atau tugas tambahan untuk memperoleh bonus yang bisa disisihkan untuk menabung.
Frugal living
Sesuaikan anggaran yang sudah diatur dengan kebutuhan sehari-hari. Jauhi utang yang tidak mendesak. Terapkan gaya hidup frugal living, dengan hanya membeli barang yang benar-benar diperlukan.