← Beranda
Tipe MBTI yang Mudah Terbawa Suasana, dari Si Ekspresif hingga Reflektif
Lavinia Tiara MalikaKamis, 21 Agustus 2025 | 22.35 WIB
Setiap tipe MBTI memiliki cara berbeda dalam merespons suasana, mulai dari ekspresif hingga reflektif./Freepik.

JawaPos.com – Pernah merasa mood kamu berubah hanya karena suasana sekitar? Fenomena ini ternyata berkaitan dengan kepribadian.

Menurut teori Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), ada beberapa tipe yang dikenal mudah terbawa suasana, baik karena sifat ekspresif maupun sensitivitas emosionalnya.

Mengutip dari 16Personalities dan The Myers-Briggs Company, MBTI membagi kepribadian manusia ke dalam 16 tipe.

Beberapa tipe, terutama yang peka dan ekspresif, cenderung gampang menyerap energi dari lingkungan sekitarnya. Di antaranya adalah ENFP, ESFP, INFJ, dan INFP.

ENFP: Si Idealis yang Antusias tapi Mudah Teralihkan

Baca Juga: Mood Gloomy karena Hujan? Cerahkan Harimu dengan Deretan Lagu K-Pop Penuh Semangat dan Nuansa Tropis Menyegarkan!

ENFP dikenal sebagai pribadi yang penuh semangat, kreatif, dan selalu punya ide-ide baru. Mereka sangat terbuka dalam mengekspresikan diri dan mudah terhubung dengan orang lain. Sifat antusias ini membuat ENFP bisa menularkan energi positif ke lingkungannya.

Namun, karena sensitif terhadap atmosfer sosial, suasana hati orang di sekitar juga mudah memengaruhi mood mereka.

Misalnya, ketika teman dekatnya sedang sedih, ENFP bisa ikut larut dalam emosi tersebut, meski sebenarnya mereka sedang bahagia. Verywell Mind menyebut ENFP punya empati tinggi, tapi juga rentan kelelahan emosional kalau tidak pandai menetapkan batas.

ESFP: Si Pencari Kesenangan yang Hidup di Momen Sekarang

Kalau ENFP sering disebut si pemimpi idealis, ESFP justru tipe yang spontan dan suka bersenang-senang.

Baca Juga: Kenali Tipe MBTI yang Paling Sering Jadi Inisiator dan Pemimpin Alami di Lingkungan Sosial dan Kerja

Mereka fokus pada pengalaman saat ini dan suka menghidupkan suasana. Karena sifatnya yang ekspresif, ESFP cepat sekali menyerap energi dari sekitar. Kalau lingkungannya penuh tawa, mereka jadi pusat hiburan. Sebaliknya, kalau suasana tegang, ESFP bisa merasa tidak nyaman dan kehilangan energi.

Menurut Truity, tipe ESFP juga cenderung mencari validasi dari respon orang lain, sehingga kondisi sosial sangat berpengaruh pada mood mereka sehari-hari.

INFJ: Si Reflektif yang Peka terhadap Lingkungan

Beralih ke tipe introvert, INFJ dikenal sangat reflektif, penuh empati, dan peka terhadap suasana emosional orang lain. Mereka sering disebut “counselor” dalam MBTI karena kemampuan membaca perasaan o

rang lain.

INFJ mudah terbawa suasana karena kepekaannya yang tinggi, tetapi mereka biasanya tidak meluapkan emosi secara langsung. Alih-alih, mereka menyalurkannya lewat kegiatan reflektif seperti menulis jurnal, membaca, atau membuat karya seni yang bermakna.

Menurut Psychology Today, INFJ butuh ruang aman untuk memproses emosi sebelum kembali menghadapi dunia luar.

INFP: Si Idealistis yang Menyalurkan Emosi lewat Kreativitas

Mirip dengan INFJ, INFP juga sensitif terhadap perasaan, tetapi cara mereka menanganinya sedikit berbeda. INFP dikenal sebagai tipe idealis yang punya dunia batin kaya.

Mereka mudah terbawa suasana karena cenderung memandang emosi orang lain sebagai sesuatu yang harus mereka pahami secara mendalam.

Saat sedih, INFP bisa larut dalam perasaan tersebut cukup lama. Namun, kelebihan mereka adalah kemampuan menyalurkan emosi lewat kreativitas, misalnya menulis puisi, menggambar, atau musik.

Menurut Resilient Roots Psychotherapy, cara ini membuat INFP lebih mampu menjaga keseimbangan emosional meskipun sering menyerap energi dari sekitar.

Belajar Mengelola Emosi dari Tipe MBTI

Menurut Verywell Mind, memahami tipe kepribadian bisa membantu seseorang mengenali pola emosinya. Orang dengan tipe yang mudah terbawa suasana perlu belajar menetapkan batas, misalnya dengan menjaga lingkungan sosial yang sehat atau melatih teknik regulasi emosi.

Psychology Today juga menambahkan bahwa penting bagi tipe reflektif seperti INFJ dan INFP untuk punya medium sehat dalam menyalurkan emosi, sementara tipe ekspresif seperti ENFP dan ESFP perlu menjaga keseimbangan agar tidak kelelahan emosional.

Secara umum, mengenali kecenderungan kepribadian ini bisa membantu seseorang memahami diri sendiri sekaligus meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain.

Bagi sebagian orang, mudah terbawa suasana bukan berarti kelemahan, melainkan tanda bahwa mereka punya kepekaan sosial dan empati tinggi. Yang terpenting adalah bagaimana cara mengelolanya agar tidak berdampak negatif pada keseharian.

EDITOR: Hanny Suwindari