← Beranda
Pemilik KM Virgo 8 Bantah Minta Keluarga Korban Tak Gugat usai Diberi Tali Asih Rp 500 Ribu
Ardini Pramitha• Sabtu, 19 September 2026 | 20.17 WIB
KM Virgo Transport 8. (Dok maritimhub.kemenhub.go.id)

 

JawaPos.com - Pemilik KM Virgo Transport 8 menegaskan akan bertanggungjawab penuh kepada seluruh keluarga korban pascainsiden kecelakaan di laut Jawa, Minggu (13/9) lalu. 

Pernyataan ini menanggapi viral nya surat pernyataan santunan dan penyelesaian yang ditujukan kepada keluarga korban. 

Dalam surat tersebut, keluarga korban diminta tidak menuntut apapun jika telah diberi talih asih sebesar Rp 500.000. 

Juru Bicara pemilik KMP Virgo Transport 8, Simson Fransiscus Riki membantah adanya surat tersebut.

Dia mengatakan sejak awal insiden ini terjadi, pemilik kapal telah melakukan tindakan untuk menangani kebutuhan korban, bukan hanya menyampaikan pernyataan mengenai tanggung jawab perusahaan.

"Bukan pernyataan saja kami, tapi aksi yang sudah kami lakukan dari awal sampai dengan saat ini. Kami tidak pernah menjanjikan apa yang akan dilakukan, tetapi sudah melakukan apa yang harus kami buat dari hari pertama kejadian,” ujarnya di Banjarmasin, Jumat (19/9). 
 
Mengenai bantuan uang yang telah diterima sebagian korban, termasuk sebesar Rp500 ribu, Simson mengatakan uang tersebut bukan kompensasi final atas kecelakaan KM Virgo Transport 8.

Menurut dia, bantuan itu merupakan dukungan awal untuk memenuhi kebutuhan korban. Perusahaan masih menghitung dan menyesuaikan dana serta fasilitas yang akan diberikan.

Pihaknya juga membantah mengeluarkan korban selamat dari penginapan di Banjarmasin, tetapi perushaan memfasilitasi agar mereka bisa kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga: Tim SAR Lakukan Identifikasi 3 Korban KMP Virgo Transport 8 di Banjarmasin

Pasalnya, mereka merasa tidak nyaman dan meminta dipulangkan karena kerinduan kepada keluarga.

“Pihak owner sejak awal telah memfasilitasi kepulangan korban menggunakan kapal laut, namun korban menyampaikan trauma untuk kembali menggunakan transportasi laut, sehingga meminta dukungan tambahan agar dapat kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

 

EDITOR: Kuswandi